BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Kopi Luwak Cikole

  Sep 09, 2016     Admin BPTP  

Oleh : Handi Noer Hakim

Kopi merupakan salah satu komoditi andalan perkebunan Jawa Barat. Sebagai komoditi unggulan, kopi memiliki peran penting sebagai salah satu penciptaan lapangan kerja, pendorong agribisnis dan agroindustri serta pengembangan wilayah. Dahulu kopi asal Jawa Barat pernah menjadi idola di Amerika. Java adalah istilah untuk biji kopi yang hanya didatangkan langsung dari tanah Priangan sehingga memiliki sertifikat tertentu sebagai bukti otentiknya .

Untuk membangkitkan kembali kejayaan kopi asal Jawa Barat, pada saat ini banyak sekali pelaku usaha yang melirik kopi sebagai usaha bisnis utamanya. Hal ini dapat kita lihat dari semakin menjamurnya usaha kedai atau cafe kopi di tengah masyarakat, khususnya para pengusaha kedai atau cafe kopi yang menggunakan bahan dasar kopi asli Jawa Barat sebagai unggulannya. Disamping memproduksi kopi jenis arabika dan robusta, kini para penggiat kopi tertarik dalam usaha produksi kopi luwak.
Kopi luwak adalah kopi yang diolah dari biji kopi pilihan yang telah melewati rangkaian proses fermentasi alami dalam sistem pencernaan binatang luwak (Musang). Setelah melewati proses fermentasi dalam sistem pencernaan luwak, biji kopi tetap utuh sehingga pada akhirnya keluar bersama kotoran atau feses. Di Jawa Barat terdapat beberapa usaha produksi yang mengembangkan kopi luwak tersebut, salah satunya ialah kopi luwak Cikole.
Kopi luwak Cikole memanfaatkan kopi yang yang berasal dari petani atau pekebun kopi di Lembang. Dinamakan kopi luwak Cikole, karena untuk proses dan produksinya sendiri berada di Desa Cikole Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Untuk produknya kopi luwak ini terdiri dari 3 macam varian rasa, yaitu :

  1. Kopi Luwak Original (Murni)
  2. Kopi Luwak stamina (Penambahan beberapa zat herbal yang berkhasiat)
  3. Kopi Luwak Brown (Penambahan Gula dan Krimer)

Ada 2 macam ciri khas dari proses pembuatan kopi luwak cikole :
Pertama, dilihat dari segi proses pembuatannya itu sendiri, dalam hal ini setiap orang bisa melihat proses produksi secara langsung dari awal sampai akhir. Untuk hewan luwaknya sendiri dikandangkan, dari satu kandang terdapat satu ekor luwak, dan untuk satu kandang mempunyai luas 3x3x3 (panjang x lebar x tinggi). Karena keuinikan inilah yang membuat para wisatawan domestik maupun luar negeri merasa tertarik untuk berkunjung ke rumah produksi pembuatan kopi luwak cikole.
Kedua, dilihat dari segi hasil yang diproses, yaitu rasa dan aromanya yang unik dan harum (amazing taste). Hal ini terjadi karena biji kopi yang berada dalam sistem pencernaan hewan luwak, terjadi proses fermentasi secara alamiah. Proses fermentasi tersebut memberikan perubahan secara kimia, yang dapat meningkatkan kualitas citarasa yang berbeda serta memiliki aroma yang lebih spesifik dan khas jika dibandingkan dengan biji kopi yang lainnya.
Pada umumnya Indonesia, ada 3 jenis Luwak (musang) yang bisa memakan biji kopi :

  • Musang Binturong (wilayah Sumatra)
  • Musang Bulan (sebagian besar di wilayah Sumatra)
  • Musang Pandan

Musang Binturong termasuk ke dalam jenis hewan yang dilindungi. Untuk memiliki hewan tersebut harus memiliki surat izin dari BKSDA. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk tidak digunakan, sebagai salah satu bentuk dukungan dalam penyelamatan dan pelestarian satwa yang dilindungi. Oleh karena itu, jenis musang yang boleh dipergunakan ialah jenis musang bulan dan musang pandan.
Untuk pembuatan kopi luwak Cikole sendiri, cenderung menggunakan musang pandan. Disamping bentuk fisiknya yang kecil, pola makan yang tidak banyak juga aroma kopi yang dikeluarkan terasa lebih wangi. Musang pandan sangat pemilih, tidak sembarang kopi bisa dimakan oleh musang jenis ini, berbeda halnya dengan musang bulan yang cenderung tidak pilih-pilih dalam memakan buah kopi.
Pada dasarnya, makanan utama dari musang itu sendiri ialah buah-buahan yang manis, seperti pepaya dan pisang, tidak hanya terpaku pada jenis buah-buahan saja bahkan sering juga diberi telur, susu, madu serta vaksin hewan. Hal ini dilakukan agar kesehatan serta asupan gizi hewan tersebut terpenuhi. Buah kopi memang mempunyai rasa yang manis. akan tetapi bukan termasuk kedalam makanan utama musang, hanya sebagai cemilan (snack). Jadi pemberian pakan kopi tidak dilakukan setiap hari.

Sumber : wawancara Drh. Sugeng Pujiono

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id