BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Kebun Organik Dikembangkan di Delapan Desa

  Sep 13, 2016     Admin BPTP  

BANDUNG - Delapan desa empat kabupaten di Jawa Barat akan diikutsertakan dalam kegiatan pengembangan desa organik berbasis komoditas perkebunan kopi dan teh kebun rakyat. Selain bertujuan menciptakan segmen pasar yang memperoleh kepercayaan pasar tinggi dari produk ramah lingkungan, juga sebagai nilai tambah bagi pengembangan desa organik berbasis komoditas kopi dan teh.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat Arief Santosa, di Bandung. Senin (12/9/2016) mengatakan, kedelapan desa tersebut berasal dari Purwakarta, Bandung, Garut, dan Tasikmalaya, tidak boleh lagi menggunakan pupuk anorganik dan pestisida. Unsur yang ditekankan, adalah pemeliharaan tanaman ataupun pengendalian organisme pengganggu tanaman, secara ramah lingkungan dan bersifat nilai tambah berupa pemanfaatan bahan-bahan lingkungan terintegrasi dengan usaha peternakan.

Disebutkan, sejumlah kelompok petani kopi dan teh pada lokasi-lokasi disebutkan, akan diberi bantuan berupa ternak (domba, kambing, dan sapi) lengkap dengan kandangnya, rumah pengolahan pupuk organik, penanaman pakan ternak, palawija, dan lain-lainnya. Hasil akhir yang akan dicapai dalam rangka pelaksanaan kegiatan pengembangan desa pertanian organik berbasisis komoditas perkebunan kopi dan teh, minimal adalah Sertifikasi Prima Tiga (P-3) yaitu penilaian oleh Lembaga Sertifikasi Organik yang diberikan kepada pelaksanan usaha tani yang produknya aman dikonsumsi.

Dengan diperolehnya sertifikasi prima, katanya, diharapkan meningkatkan nilai tambah bagi petani yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani ketingkat kehidupan yang lebih layak dan sejahtera. Sertifikasi prima adalah proses pemberian sertifikat sistem budidaya produk yang dihasilkan setelah melalui pemeriksaan, pengujian, dan pengawasan serta memenuhi semua persyaratan untuk mendapatkan label produk Prima Satu (P-1), Prima Dua (P-2) dan Prima Tiga (P-3).

Jaminan mutu

“Tujuannya adalah memberikan jaminan mutu dan keamanan hasil produksi perkebunan, memberikan jaminan dan perlindungan masyarakat/konsumen, mempermudah penelusuran kembali dari kemungkinan penyimpangan mutu dan keamanan produk dan meningkatkan nilai tambah serta daya saing produk. Ini sekaligus memberikan peluang kepada para petani pekebun di Jawa Barat, agar mampu memanfaatkan tren meningkatkan minat pasar atas produk-produk pangan ramah linkungan dan keamanan pangan, “ ujar Arief Santosa.

Kepala Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Jawa Barat Dede Wahyu mengatakan, di antara delapan desa tersebut yang dikembangkan secara organik, misalnya Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut yang berbasis kebun kopi, dan Desa Cikuya Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya yang berbasis kebun teh. Pemanfaatan bahan-bahan organik dari lingkungan setempat, misalnya pemanfaatan kotoran domba dan oanen maupun sisa tanaman jagung.

“Dengan pemanfaatan berbagai komponen sekitarnya, akan muncul integrasi saling pemanfaatan baik secara efisiensi produk, kesehatan tanaman, kesuburan lahan, kepercayaan pasar, dll. Menciptakan kebangkitan usaha kebun rakyat di perdesaan, bisa memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada di lingkungan sendiri,” ujar Dede Wahyu.

Disebutkan, pengembangan desa pertanian organik berbasis komoditas perkebunan dapat membukan peluang yang baik untuk memperbaiki lahan kritis dan menumbuhkan petani mandiri, karena seluruh bahan input dalam pertanian organik dapat dipenuhi melalui keaarifan lokal.

 

Sumber Harian Umum Pikiran Rakyat, Selasa 13 September 2016, Kolom Bisnis Halaman 18

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id