BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Kopi Organik Garut Siap Diekspor

  Sep 14, 2016     Admin BPTP  

Tingginya permintaan pasar internasional atas pangan organik mendorong para petani di Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut mengembangkan kopi organik. Dengan kandungan yang lebih sehat ditambah aroma yang luar biasa harum, kopi organik dari Desa Pangauban siap mencuri perhatian pecinta kopi dunia.

Adalah kelompok Berkah Tani Pangauban yang melakoni penanaman kopi secara organik. Ketua Kelompok Berkah Tani Pangauban Ajum Rahayu (52) bercerita, penanamanyang hamper 100 persen dilakukan secara organik dimulai sejak Februari 2015. Dengan dorongan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, para petani sepakat menanam kopi secara organik untuk menambah nilai jual kopi.

Bahan-bahan kimia, seperti pupuk kimia tak lagi digunakan. Petani mengganti peran pupuk kimia dengan pupuk organik yang didapat dari kotoran kambing. Penggunaan obat-obatan kimia pun dihentikan. Beruntung, sejak menggunakan pupuk organic penyakit jarang menyerang tanaman.

Kopi organik ditanaman di lahan seluas 15 hektare. Setiap hektare menghasikan lima ton kopi organik. Ada 25 petani dalam Kelompok Berkah Tani Pangauban yang mengembangkan penanaman kopi organik.

“Awalnya susah menanamkan pemahaman kepada anggota untuk menanam kopi organik karena produksi saat awal tanam sempat turun. Tanah perlumenyesuaikan dengan pupuk organik. Namun, setelah diberi tahu terus-menerus keuntungannya, petani mau tanam kopi organik.,” ujar Ajum, Selasa (13/9/2016).

Dalam mengerjakan penanaman kopi organik, petani dibina oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Pemprov Jabar pun semakin serius membantu petani mengembangkan kopi organik di Desa Pangauban .

Dikatakan Ajum, petani menerima bantuan 23 kambing pada September 2016. Total bantuan kambing yang akan diberikan sebanyak 30 ekor. Pemberian kambing tersebut untuk mempermudah mendapat pupuk dari kotoran ternak.

Selain itu, Pemprov Jabar juga berjanji memberikan alat pengolah kotoran hewan untuk dibuat pupuk organik. Pada pertengahan 2017, Pemprov Jabar akan membantu sertifikasi kopi organik dari Desa Pangauban sebagai legalitas status kopi organik. “Setelah disertifikasi, kopi organik dari Desa Pangauban siap diekspor. Banyak orang asing yang sudah dating ke sini untuk Tanya-tanya seperti dari Singapura, Brazil dan Brussel,”ujar ia.

Dengan penggunaan bahan organik, kopi organik dari Desa Pangauban lebih sehat dikonsumsi. Selain itu, aroma kopi organik juga sangat harum.

Bagi petani, menanam kopi organnik bisa menambah penghasilkan mereka. Soalnya, setelah disertifikasi sebagai kopi organik, harga kopi bakan meningkat.

Pendampingan petani dari UPTD Perkebunan Kecamatan Cisurupan, Yusuf Sudrajat mengatakan, pihaknya masih perlu berupaya menyediakan air bersih untuk penanaman kopi organik. “Nantinya akan diupayakan bagaimana air dari gunung tidak tercemar bahan kimia. Setelah itu, bisa disertifikasi,”ucap Yusup. (Rani Ummi Fadila/"PR")***

 

Sumber Harian Umum Pikiran Rakyat, Rabu 14 September 2016 Halaman 8

 

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id