BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Eksplorasi Musuh Alamai dan Identifikasi Organisme Penggangu Tumbuhan Pada Tanaman Lada Di Kabupaten Sumedang

  Sep 26, 2016     Admin BPTP  

Lada (Piper nigrum L.) merupakan tanaman rempah yang menjadi komoditas ekspor penting di Indonesia. Di Provinsi Jawa Barat, lada merupakan komoditas prospektif yaitu komoditas yang mempunyai keunggulan komparatif tertentu, baik dari segi kemudahan pasar, mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, mempunyai fungsi hidrologi dan mempunyai potensi nilai tambah pelaku usaha perkebunan.

Produksi lada putih terus menurun dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Tahun 2010 produksi lada putih di Jawa Barat mencapai angka 933 ton sedangkan pada tahun 2015 hanya mencapai 822 ton (Data Statistik Dinas Perkebunan, 2015). Serangan hama dan penyakit menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya penurunan produksi lada. Hama utama yang menyerang tanaman lada adalah penggerek batang, pengisap bunga, dan pengisap buah. Sedangkan penyakit utama lada adalah penyakit kuning, busuk pangkal batang (BPB), dan penyakit keriting/kerdil.

Terkait dengan hal tersebut di atas perlindungan tanaman perlu dilakukan dalam rangka mengeliminasi gangguan OPT. Perlindungan dapat dilakukan melalui cara preventif (mencegah OPT masuk ke pertanaman) dan cara kuratif (mengendalikan OPT yang telah ada pada pertanaman). Perlindungan tanaman terhadap OPT dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai taktik pengendalian secara terpadu, dengan memperhatikan terhadap kelestarian lingkungan hidup, sosial, ekonomik, dan kesehatan masyarakat. Dengan demikian taktik pengendalian hama dengan pestisida merupakan pilihan terakhir apabila taktik pengendalian lain tidak mampu membendung laju populasi hama atau tingkat kerusakan tanaman. Sebagai dasar penggunaan pestisida adalah Ambang Ekonomi, atau Ambang Kendali. Mengingat pestisida merupakan sumber pencemaran bahan kimia beracun baik pada tanaman atau produknya, air, tanah, maupun udara. Pengendalian semacam itu lebih dikenal sebagai Sistem Pengendalian atau Pengelolaan Hama Terpadu (PHT).

Kegiatan eksplorasi musuh alami dan identifikasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) merupakan salah satu bagian dari Pengelolaan Hama Terpadu (PHT). Kegiatan teknik eksplorasi ini didasarkan atas fenomena alam bahwa ada hubungan yang tidak dapat dipisahkan antara Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan musuh alaminya. Jika terjadi perubahan yang ekstrim pada lingkungan tentunya keberadaan musuh alami akan terganggu. Turunnya kondisi lingkungan tersebut dapat mengakibatkan hilangnya keberadaan musuh-musuh alami sehingga keseimbangan alam terganggu. Untuk mengatasi hal itu diperlukan adanya upaya untuk mengeksplorasi agensia hayati yang berpeluang digunakan sebagai musuh alami. keberadaan mikroorganisme-mikroorganisme yang berperan sebagai musuh alami belum banyak diungkap keberadaannya, dan baru beberapa jenis saja yang dikenal dan telah dimanfaatkan.

Identifikasi OPT dilaksanakan sejalan dengan adanya perubahan iklim, perubahan agroekosistem di sekitar kebun dan jenis (klon) tanaman yang dikembangkan, kemunginan telah terjadi OPT penting yang merusak secara serius. Selain untuk mengetahui dan mengenal jenis OPT penting yang menyerang tanaman dapat dijadikan sebagai referensi dan informasi dasar dalam menentukan tindakan pengendalian yang akan dilaksanakan serta sebagai bahan evaluasi dalam rangka penyusunan rencana kegiatan di masa mendatang.

Balai Proteksi Tanaman Perkebunan telah melaksanakan eksplorasi musuh alami dan identfikasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Lokasi kegiatan dilaksanakan di Kelompok Tani Guna Karya Desa Pamekarsari, Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang. Peserta yang diikutsertakan dalam kegiatan diikuti oleh 5 orang anggota Kelompok Tani Gunakarya.

Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi kegiatan, Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) yang ditemukan diantaranya : hama ulat kantung, penggerek buah, dan kutu daun, sedangkan penyakit yang ditemukan diantaranya Penyakit kuning oleh nematoda dan penyakit busuk pangkal batang (Phytopthora capsici) dengan intensitas serangan bervariasi dari serangan ringan sampai dengan serangan berat, sedangkan yang terinfeksi oleh Agens Pengendali Hayati (APH) jenis jamur tidak dijumpai di lokasi. Musuh alami yang dijumpai di lokasi adalah laba – laba dan semut merah.

 

Sumber :

Data Statistik Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat Tahun 2010 s/d 2015

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id