BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Menuju Kopi Jawa Barat yang Mendunia

  Oct 21, 2016     Admin BPTP  

“Cita – cita besarnya, bukanlah persoalan berapa banyak kopi yang diekspor, Ekspor hanyalah jalan keluar sementara untuk menyejahterakan petani sebelum orang Indonesia suka kopi. Tetapi, tema besarnya aalah bagaimana seluruh kegiatan perkopian dilakukan di tanah air. Kopi ditanam disini, dikonsumsi, dibeli, dan bahkan turis mancanegara pun datang ke Indonesia demi untuk menikmati kopi. Baru, kopi Jawa Barat bisa dikatakan hebat”

Demikian sepenggal kalimat yang diucapkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat menghadiri Kegiatan Saresehan Urang Gunung, di Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Senin (17/100/2016). Dihadapan sekitar 200 petani kopi dari berbagai daerah Jabar, Aher seolah kembali meningkatkan betapa melegendanya pamor kopi Indonesia di dunia barat, sehingga memunculkan istilah “a Cup of Java” yang menggambarkan kenikmatan kopi asal  Nusantara. Berbincang tenntang kopi, Indonesia terkenal sebagai salah satu negeri penghasil kopi terbaik di dunia. Sedangkan Kawasan Priangan merupakan tempat pertama perkembangan perkebunan kopi di Indonesia. Namun, seiring waktu dan juga munculnya sejumlah masalah yang mendera, menyebabkan kopi asal Jabar berkomitmen untuk terus mendorong agar kopi prosuksi Jabar bisa terus mendunia.

Komitmen tersebut diantaranya diwujudkan melalui program pemberian benih kopi unggul kepada masyarakat secara gratis. Pada 2014, Pemprov Jabar membagikan 1 juta benih kopi kepada 62 kelompok tani yang tersebar di 6 kaabupaten, yaitu Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Garut, Kabupaten Sukabumi, dan Cianjur.

Pada 2015 disalurkan 2 juta benih kopi kepada 65 kelompok di 11 kabupaten, yaitu kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kabupaten Sukabumi, Sumedang, Cianjur, Kuningan, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, dan Subang. Begitu pula pada tahun 2016 sebanyak 2 juta benih kopi kembali dibagikan secara gratis.

“Untuk tahun 2017, jumlahnya kami tambah menjadi 5 juta benih pohon kopi unggul dan bersertifikat sebagai upaya untuk mendukung pengembangan industri kopi Jabar”, katanya.

Aher menegaskan, benih kopi yang dibagikan bukanlah sembarangan benih. Setiap benih kopi disertifikat sehingga menjadi benih kopi yang unggul baik dari sisi umur, proses pembuahan, hingga jumlah, ukuran buah yang dihasilkan. Tanaman kopi ini bisa dipanen hanya dalam waktu 11 bulan dari waktu normal 3 tahun masa tanam.

“Kehadiran benih unggul ini penting untuk mendukung pengembangan industri kopi Jabar karena jika pembibitan diserahkan ke masyarakat dikhawatirkan tidak terjamin. Kopi ditanam namun tidak berubah, tentu tidak baik. Tapi, jika disertifikasi dan keunggulannya terjamin makan benih yang ditanam dijamin akan berbuah,” ujarnya.

Hingga kini, Jabar telah memiliki lahan kopi 36.000 hektare dengan potensi lahan hingga 200.000 hektare. Selain itu, jabar juga memiliki sembilan lahan indikasi geografis untuk lahan kopi, Gunung Manglayang, Tangkubanparahu, serta Cikuray. Dengan mencantumkan Indikasi Geografis, orang tidak bisa memanifulasi bahwa itu kopi Java Preanger.

Tidak hanya disisi hulu, Aher menilai untuk lebih mengotimalkan potensi kopi di Jabar, juga perlu dilakukan edukasi untuk menjadikan minum kopi sebagai tren atau life style di kalagan masyarakat. Tak mengenal usia muda ataupun tua, minum segelas kopi tak hanya di pagi hari menjadi suatu hal yang dinanti dan wajib dinikmati.

Aher mengaku, dirinya bisa minum kopi hingga 5 (lima) cangkir dalam sehari tanpa khawatir jantungnya berdebar dan tetap bisa rilek dikala meminumnya. Karena ia menyadari, kopi memiliki banyak manfaat yang banyak bagi kesehatan tubuh. Diantaranya, bisa membuat kulit lebih sehat dan bersif, mencegah kanker prostat, mencegah step pada balita, serta menyehatkan jantung.

Apabila manfaat tersebut disadari, Aher meyakini nilai jual kooi akan lebih meningkat. Pasalnya, kopi dinilai sebagai sebuah paradigma budaya dan kehidupan, bukan nilai ekonomi semata, sehingga kesejahteraan petani pun akan terus meningkat selaras dengan tingginya nilai jual dari komoditas tersebut.

“Cita – cita besarnya, bukanlah persoalan berapa banyak kopi yang diekspor, Ekspor hanyalah jalan keluar sementara untuk menyejahterakan petani sebelum orang Indonesia suka kopi. Tetapi, tema besarnya aalah bagaimana seluruh kegiatan perkopian dilakukan di tanah air. Kopi ditanam disini, dikonsumsi, dibeli, dan bahkan turis mancanegara pun datang ke Indonesia demi untuk menikmati kopi. Baru, kopi Jawa Barat bisa dikatakan hebat” kata Aher.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Arief Santosa menambahkan adanya bantuan benih dan bibit kopi berkualitas tersebut, tujuanya agar menghasikan produktifitas tinggi, cocok dengan wilayah pembudidayaan, memiliki rasa yang khas Jawa Barat, sangat disukai konsumen, berkualitas tinggi, tahan hama dan penyakit, serta daya adaptasi yang tinggi. Menurut Arief, dengan bantuan benih dan bibit kopi berkualitas teresebut diharapkan menjadi salah satu solusi tepat untuk meningkatkan kesejahteran masyarakat desa di Jawa Barat.

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat, Edisi Rabu 19 Oktober 2016 Halaman 4

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id