BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

“ Green Been “ dan Cangkang Kopi Menjadi Bahan Pelangsing

  Oct 21, 2016     Admin BPTP  

Kebutuhan kopi arabika asal Jawa Barat semakin berkembang. Saat ini produksi dalam bentuk green bean (berasan) dan keringan cangkangnya banyak dibutuhkan sebagai obat pelangsing tubuh. Tak heran, kedua produk tersebut banyak dicari masyarakat untuk keperluan tersebut, terutama dari kopi arabika Priangan.

Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Barat Iyus Supriatna, di Bandung, Selasa (18/10/2016), menyebutkan, banyaknya permintaan green been kopi dan cangkang kopi tersebut muncul sejak setahun terakhir. Pemasaran panen kopi arabika Priangan kini terbagi dua, untuk green been jika semula dominan dijual untuk keperluan roasting minuman, kini dicari untuk pelangsing. Begitu pula cangkangnya kini termanfaatkan untuk dijual sebagai bahan minuman dibandingkan dengan digunakan sebagai pupuk organik.

“Semakin berkembangnya pemasaran dan aneka kebutuhan berbahan baku kopi arabika Priangan tentu saja seharusnya mendatangkan hasil usaha lebih baik bagi para petani pekebun komoditas tersebut. Tampaknya manfaat kopi semakin diketahui publik sehingga alternatif pemasaran semakin terbuka,”ujarnya.

Disebutkan, untuk obat pelangsing yang menggunakan green been dikonsumsi dalam bentuk serbuk, sedangkan cangkang kopi dimanfaatkan ekstranya untuk bahan minuman. Fenomena tersebut membuat sebagian kelompok tani pada sejumlah sentra produksi kopi arabika Priangan seperti di Bandung Selatan, Garut, dan Sumedang, menjadi lebih cepat menjual hasil produksinya.

Kebutuhan lainnya dari green been kopi arabika Priangan, kata iyus, baru-baru ini datang dari Arab Saudi yang meminati untuk bumbu masak. Diduga, selain memunculkan aroma yang khas untuk masakan, bumbu masak dari green been kopi juga diminati untuk mengendalikan berat badan atau melangsingkan tubuh oleh masyarakat Timur Tengah.

Sementara itu, penjualan cangkang kopi arabika Priangan untuk dikonsumsi minuman cangkang kopi diantaranya berasal dari kelompok usaha pekebun kopi milik Ayi Suteja asal Gunung Puntang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Kopi yang dipasok Ayi Suteja diketahui baru saja memenangi lomba kopi di Atalanta, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu, serta jumlah kopi arabika Priangan lainnya milik pekebun asal Bandung Selatan pun memperoleh tempat di lomba tersebut.

Keluarga Ayi Suteja menunjukan ekstrak keringan kopi arabika Priangan tersebut diseduh dan saat sudah menjadi minuman mirip dengan seduhan kopi. Untuk pemanis, disarankan menggunakan gula semut atau gula aren sehingga manfaat minuman kopi tersebut diperoleh.

Disebutkan, sejauh ini penjualan cangkang kopi untuk minuman cangkang kopi sudah dilakukan disalah satu kafe kopi di Jalan Braga, Kota Bandung. Harga secangkir minuman cangkang kopi tersebut rata-rata dijual Rp 15.000 dan tampaknya laku keras.

Soal minuman cangkang kopi, sejumlah Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, sebenarnya sudah lama mengenal dan pernah menjadi minuman yang digunakan sehari-hari, termasuk untuk keperluan pelangsing. Soalnya, di desa tersebut sampai pertengahan tahun 1990-an sangat banyak populasi tanaman kopi robusta, tetapi kini jumlahnya tinggal sedikit.

 

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat Edisi Rabu, 19 Oktober 2016 Kolom Bisnis Halaman 23

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id