BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Kunjungan Ke Kantor Arsip Nasional RI

  Oct 28, 2016     Admin BPTP  

oleh MS. Ansori

Jakarta - Senin 24 Oktober 2016 Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas informasi terkait kegiatan kantor Arsip Nasional Republik Indonesia yang telah melaksanakan kegiatan Pameran Indonesians Indonesian Archives pada 23 s.d 31 Agustus 2016 di Loby Selatan Gedung Pusat Perbelanjaan Sarinah Jl. M.H. Thamrin no.11, Jakarta Pusat.

Pameran Indonesian Archives menampilkan khazanah arsip tekstual, foto dan audiovisual yang disimpan ANRI yang berkaitan dengan  kemandirian bangsa Indonesia dalam bidang politik, ekonomi dan budaya. Dan pada kesempatan tersebut diluncurkan juga buku yang berjudul “Khasanah Arsip Perkebunan Teh di Priangan”.

Dalam kunjungan tersebut, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat diterima oleh Ibu Dharmiati yang merupakan salah satu anggota tim penyusun dari buku “Khasanah Arsip Perkebunan Teh di Priangan”. Berdasarkan penuturan ibu Dharmiati, bahwa Pemerintah Hindia Belanda membawa teh ke Belanda, pasar Eropa, dan Tiongkok karena mereka suka sekali teh. Di Inggris, teh laku 100 persen, padahal teh yang di Indonesia itu berasal dari Tiongkok juga.

“Pemerintah Hindia Belanda memperluas perkebunan teh secara besar-besaran. Mereka memilih kawasan dataran tinggi karena tanaman teh dapat tumbuh subur pada ketinggian 200 meter di atas permukaan laut dan hutan pun sengaja dibabat untuk perkebunan. Semakin tinggi perkebunan, teh yang dihasilkan bakal bebas penyakit, seperti jamur, cacar daun, dan layu karena kepanasan” Kata Dharmiati.

Menurut sejarah, di pulau Jawa sebagian besar teh ditanam di Priangan atau Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat. Ada pula di lereng Gunung Raung, Jawa Timur, serta Jawa Tengah dan di beberapa area di Sumatera. Mereka juga membangun cabang Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM, perusahaan perdagangan dan simpan pinjam) di Batavia. NHM bertugas memberikan modal atau pinjaman kepada pemilik perkebunan teh. Tujuannya agar teh yang dihasilkan semakin banyak dan berkualitas sehingga ekspor ke negara lain kian bertambah.

Dalam buku tersebut juga diceritakan bagaimana ekspor teh Indonesia. Kualitas teh nomor satu hanya untuk pasar luar negeri sedangkan untuk konsumsi pasar dalam dalam negeri, perkebunan menyisakan nomor dua dan paling banyak kualitas nomor tiga. Dharmiati menambahkan pucuk teh merupakan produk unggul atau nomor satu. Pucuk teh memiliki citarasa dan aroma khas sehingga layak diekspor. Tetapi, petani tak bisa memetik semua pucuk teh karena hal tersebut bisa merusak tanaman. Nomor dua daun teh di bawah pucuk dan nomor tiga daun teh di bawahnya.

Pada akhir kunjungan, ANRI memberikan buku berjudul “Khasanah Arsip Perkebunan Teh di Priangan” kepada Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat

 

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id