BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Sosialisasi dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan pengendalian OPT pada tanaman Tembakau

  Jan 20, 2016     Admin BPTP  

Komoditi tembakau mempunyai arti yang cukup penting, tidak hanya sebagai sumber pendapatan bagi para petani tembakau, tetapi juga bagi Negara. Tanaman tembakau (Nicotiana tabaccum) daunnya digunakan sebagai bahan pembuatan rokok. Usaha Perkebunan tembakau merupakan usaha padat karya karena penyerapan tenaga kerja dibidang usaha tani tembakau akan lebih banyak jika dibandingkan dengan pertanian padi, pertanian tembakau memerlukan tenaga kerja hampir tiga kali lipat. Selain itu komoditas tembakau merupakan salah satu komoditas prosfektif Jawa Barat,. Untuk mendapatkan produksi tembakau dengan mutu yang baik, banyak faktor yang harus di perhatikan. Antara lain faktor tanah, iklim, pemupukan dan cara panen.

Selain hal tersebut di atas tanaman tembakau (Nicotiana tabaccum) memiliki kandungan bahan beracun (nikotin) yang berdampak positip bagi lingkungan, karena melalui teknik pengolahan tertentu dapat dibentuk sebagai salah satu bentuk perwujudan pestisida nabati, dimana pemanfaatannya bersifat insektisida, fungisida dan akarisida yang berfungi untuk mengendalikan hama, penyakit dan nematoda, cara kerjanya secara sistemik melalui racun kontak, perut dan pernapasan. Hal ini sudah barang tentu sesuai dengan sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan perundang undangan terkait dengan pemanfaatan pestisida nabati dalam penyelenggaraaan sistem budidaya tanaman yang berwawasan lingkungan.

Disaping itu menurunnya produksi dan kualitas dari tanaman tembakau salah satunya diakibatkan oleh serangan Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT). Akibat serangan OPT, diperkirakan produksi menurun sekitar 30% - 40%. Hal tersebut menyebabkan menurunnya pendapatan petani yang berpotensi mengakibatkan kerugian petani yang besar. Selain menurunkan produksi, OPT juga menurunkan kualitas hasil sehingga mempengaruhi harga produk menjadi rendah. gangguan OPT pada tanaman tembakau, diantaranya adalah : hama Ulat grayak, Kutu Daun persik, Kutu putih, Nematoda, sedangkan penyakitnya adalah : Penyakit rebah kecambah, Penyakit lanas, Virus kerupuk.

Terkait dengan hal tersebut di atas perlindungan tanaman perlu dilakukan dalam rangka mengeliminasi gangguan OPT. Perlindungan dapat dilakukan melalui cara preventif (mencegah OPT masuk ke pertanaman) dan cara kuratif (mengendalikan OPT yang telah ada pada pertanaman). Perlindungan tanaman terhadap OPT dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai taktik pengendalian secara terpadu, dengan memperhatikan terhadap kelestarian lingkungan hidup, sosial, ekonomik, dan kesehatan masyarakat

Balai Proteksi Tanaman Perkebunan  Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan sosialisasi dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan pengendalian OPT pada tanaman tembakau. Kegiatan dilaksanakan selama 1 (satu) hari pada tanggal 27 April 2015,

Lokasi kegiatan pengendalian OPT dilaksanakan di Desa Ciluluk Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung. Kelompok tani yang dikunjungi adalah kelompok tani Rahayu, Ketua Utep Setiawan, Sekertaris Ujang Karsa, Bendahara Amin, dan jumlah anggota sebanyak 60 orang, sedangkan yang diikutsertakan dalam pelaksanaan pengendalian OPT tembakau sebanyak 25 orang. Total area tembakau yang di kelola oleh kelompok tani rahayu seluas ±70 Ha, sedangkan OPT tanaman tembakau yang harus dikendalikan seluas ±25 Ha. Usia tanaman tembakau musim tanam 2015 ± 1 bulan, populasi tanaman yaitu 14.000 pohon per Ha.

Terkait dengan hal tersebut, maka sebelum pelaksanaan kegiatan pengendalian OPT pada tanaman tembakau perlu diberikan pengetahuan dan keterampilan tentang prinsip PHT yaitu ; Budidaya Tanaman Sehat; Pelestarian dan Pemanfaatan Musuh Alami; Pengamatan Rutin dan Petani menjadi Ahli PHT.

Hal lain yang disampaikan kepada peserta kegiatan pada acara sosialisasi, adalah :

  1. Pengenalan OPT penting pada tanaman tembakau,
  2. Pengamatan OPT pada tanaman tembakau
  3. Teknis pengendalian OPT pada tanaman tembakau dengan cara Hayati dan Pestisida Nabati.
  4. Penentuan pohon sempel yang akan diamati,
  5. Teknis pembuatan ekstrak pestisida nabati, jenis biji Nimba,
  6. Teknis pengenceran agens hayati, jenis jamur Beauveria Bassiana,

Aplikasi pengendalian dengan menggunakan ekstrak biji nimba dan agens hayati, jenis jamur Beauveria Bassiana.

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id