BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Usaha Kakao Rakyat Semakin Bergairah

  Oct 31, 2016     Admin BPTP  

BANDUNG -  Harga beli komoditas biji kakao kering kepada tingkat para petani pekebun pada sentra produksi di Ciamis dan Banjar terus merangkak naik sejak dua tahun terakhir. Penghapuasan usaha kakao pada sejumlah perusahaan perkebunan besar membuat pesanan beralih kepada para petani pekebun.

Salah seorang petani kakao asal Ciamis, Dani Dayawiguna, di Bandung, Minggu (30/10/2016) mengatakan, fenomena tersebut membawa kegairahan baru bagi masyarakat pekebun kakao di Ciamis dan Banjar. Ssaat ini harga biji kakao kering oleh para Bandar kepada petani pekebun rata-rata Rp. 28.000 – 32.000/kg, dibandingkan sebelumnya yang sekitar Rp. 10.000/kg.

Menurut Dani, pembeliaan biji kakao oleh para Bandar pun terindikasi semakin agresif, karena kebutuhan olahan untuk produksi cokelat tetap tinggi. Bahkan sering kali, hasil panen petani pekebun hanya setengah kilogram pun langsung dibeli oleh Bandar.

Disisi lain,masyarakat Ciamis dan Pangandaran memiliki kultur membudidayakan atau memlihara pohon kakao, baik di tingkat kebun rakyat yang jumlahnya ratusan pohon maupun hanya 1-2 pohon di pekarangan. Belum lagi, produksi kakao diketahui sepanjang tahun, dimana komoditas ini merupakan salah satu usaha yang mendatangkan pendapatan bulanan.

Dicontohkan, dalam setiap pengusahaan lahan 1000 meter persegi terdapat populasi sekitar 100 pohon kakao yang mulai berproduksi pada tahun ketiga atau keempat, dengan produksi tinggi memasuki tahun kelima. Dengan jumlah populasi 100 pohon, rata-rata pendapatan petani diperoleh Rp 1 juta/bulan jika diperoleh hasil produksi 30 kg kering per bulan.

Hanya menurut dia, pada musim hujan tinggi seperti sekarang, antisipasi serangan hama tikus dan bajing harus lebih ditingkatkan. Memang kedua hama tersebut sudah biasa terjadi, tetapi pada musim hujan biasanya para tikus lebih agresif mencari makanan, termausk dengan memangsa berbagai buah kakao  yang mulai masak.

Rehabilitasi makanan

Kepada Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Arief Santosa, menyebutkan, rehabilitasi tanaman kakao rakyat masih menjadi salah satu komoditas penting di Jawa Barat dalam konsep Koteka (Kopi, Teh dan Kakao). Bahkan, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat pun sedang mengambangkan kebun benih induk di Kabupaten Karawang.

Kepala Balai Pengembangan Benih Tanaman Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Dudung A Suganda, menyebutkan, tanaman kakao di Ciamis dan Banjar diketahui banyak menadi tanaman kebun yang juga ditumpangsarikan, terutama dengan tanaman kelapa. Soalnya, kawasan yang cocok untuk pembudidayaan kakao adalah agak rendah, yang juga banyak diusahakan secara monokultur.

Informasi dari Gabungan Pengusaha Perkebunan Jawa Barat – Banten, pengusahaan tanaman kakao dalam skala perkebunan besar di Jawa Barat diketahui masih eksis oleh perusahaan swasta PT. PP Bajabang di Perkebunan Bajabang /Pasir Ucing, Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat. Dalam jumlah kecil juga masih ada pada beberapa perkebunan swasta lainnya di Cianjur dan Sukabumi.

Komoditas kakao juga diketahui pernah dibudidayakan secara monokultur oleh PT Perkebunan Nusantara VIII pada Kebun Cikumpay di Bagian Gunung Hejo, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta Kabupaten Bandung Barat. Namun diketahui sekarang komoditasnya sudah diganti ke tanaman karet. Begitu pula PTPN VIII Kebun Bunisarilendra, Cisompet Garut, diketahui pernah mengusahakan tanaman kakao, tetapi kini sudah diganti kepada tanama karet.

Sumber Harian Umum Pikiran Rakyat Edisi Senin , 30 Oktober 2016 Kolom Bisnis Halaman 18

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id