BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Usaha Komoditas Teh Berpeluang Membaik Di 2017

  Nov 07, 2016     Admin BPTP  

Bandung – Usaha komoditas teh Indonesia khususnya asal Jawa Barat ke pasar ekspor ataupun domestik memperoleh peluang membaik pada tahun 2017. Peluang ini bisa dimanfaatkan banyak areal tanaman teh di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) yang kini dikonversi ke tanaman kopi sehingga kekosongan pasar tersebut bisa diisi produk-produk teh asal Jawa Barat.

Salah seorang tokoh pebisnis agro asal Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Wildan Mustofa, di Bandung, Jum’at (4/11/2016), mengatakan, pengurangan areal teh di RRT banyak terjadi pada tahun 2016 ini. Ada fenomena masyarakat di Negara RRT beralih menjadi peminum kopi seiiring dengan agresifnya sektor industri Negara ini di mana kebutuhan kopi meningkat.

Ia tak menghitung jumlah areal di RRT yang dikonversi ke tanaman kopi tersebut. Namun, gambarnya cukup besar sehingga akan memunculkan kekurangan pasokan baik di negeri RRT sendiri maupun di segmen ekspor, atau bisa memunculkan berkurangnya produk teh  kemasan asal Negara itu yang masuk ke Indonesia.

Menurut Wildan, sejauh ini pengembangan areal tanaman kopi di RRT diprediksi belum akan berpengaruh kepada bisnis kopi di RRT diprediksi belum akan berpengaruh kepada bisnis kopi asal Indonesia, khusunya asal Jawa Barat. Soalnya, di RRT yang dominan dikembangkan adalah jenis robusta, belum pula iklim Negara tersebut membubat tanaman dan produksi kopi maupun cita rasa tak sebaik yang dihasilkan dari Indonesia.

“Namun, bagi sektor perkebunan di Jawa Barat, fenomena ini harus tetap disikapi dengan peluang sekaligus kewaspadaan. Biasanya orang – orang di Negara RRT tersebut ngulik untuk urusan perdagangan, dimana citra dan selera pasar kopi asal Jawa Barat, terutama jenis arabika, harus semakin kuat di pasar dunia dan domestik,” ujar Wildan yang merupakan pemilik java Frinsa Estate yang mengusahakan kebun kopi dan teh.

Panen kopi

Sementara itu, khusus tanaman kopi arabika Priangan, dari Bandung Selatan, menurut Kepala Dinas Pertanian , Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Bandung A Tsina Umaran, sejumlah pihak diketahui sedang melaukan uji coba agar tanaman kopi arabika Priangan dapat dipanen dua kali dalam setahun. Jika cara tersebut berhasil, diharapkan mampu mendongkrak produksi kopi arabika sehngga mampu memenuhi kekurangan pasokan atas tingginya pesanan pasar dunia atas kopi asal Jawa Barat.

Ia berharap uji coba tersebut dapat berhasil, sehingga akan berpeluang meningkatkan hasil usaha para petani pekebun kopi arabika asal Jawa Barat, khususnya Bandung Selatan. Selama ini, panen kopi baik arabika maupun robusta adalah setahun sekali, melalui peningkatan produktivitas menjadi upaya agar pendapatan para pekebun membaik.

Sumber Harian Umum Pikiran Rakyat Edisi Sabtu, 5 November 2016 Kolom Bisnis Halaman 18

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id