BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Sosialisasi Pengendalian Hama Kopi Ditingkatkan

  Jan 04, 2017     Admin BPTP  

BANDUNG - Sosialisasi pengendalian hama penggerek buah gencar dilakukan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat kepada para pekebun kopi rakyat daerahnya untuk mengcoba mengoptimalkan hasil panen komoditas tersebut untuk musim tahun 2017 mendatang. Cara tetrsebut diharapkan mampu mengurangi tingkat kehilangan hasil dengan mengurangi kondisi hampa pada buah kopi yang menyebabkan kerugian usaha.

Kepala Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Dinas Perkebunan Jawa Barat Dede Wahyu, di Bandung, Jumat (30/12/2016), mengatakan, salah satu cara utama diterapkan adalah sistem jebakan hama penggerek buah. Jebakannya berupa sejumlah tabung plastik digantungkan di antara populasi tanaman arabika yang memancing berbagai hama penggerek buah masuk.

Disebutkan, sosialisasi merupakan antisipasi dini agar para pekebun kopi rakyat di Jawa Barat lebih siap menghadapi musim panen tahun depan. Apalagi, situasi cuaca yang cepat berubah dan membingungkan sangat berisiko menjadi pemicu tingginya serangan hama serangga, termasuk hama penggerek buah.

“Sebenarnya serangan hama penggerek buah sudah rutin diantisipasi dan tingkat serangannya semakin berkurang. Namun, kewaspadaan dan sosialisasi terus dilakukan bahkan ditingkatkan, apalagi banyak pekebun kopi rakyat yang baru pertama akan memperoleh hasil panen pada tahun 2017,”ujar Dede Wahyu.

Dede Wahyu menunjukkan, buah yang terserang hama penggerek buah memiliki ciri-ciri bolong kecil di bagian ujung buah kopi. Padahal, dalam bolong tersebut terdapat hama penggerek buah betina yang kemudian bereproduksi, bermetamorfosis lalu keluar untuk menyeba lagi, lalu kembali menggerek buah lainnya untuk bereproduksi lagi.

Jebakan berbentuk tabung plastik tersebut tampak dipenuhi hewan seranggga hama penggerek buah. Karena ukurannya sangat kecil, sepintas mirip dengan serbuk berwarna hitam, tetapi jika diamati sebenarnya adalah hewan serangga. Dikatakan, serangan hama penggerek buah sangat berisiko muncul dalam populasi tanaman kopi yang terdapat sisa-sisa buah yang dibiarkan sehabis dipanen bertahap.Soalnya, panen kopi diketahui dilakukan secara bertahap, di mana pasar menghendaki panen yang berwarna merah karena kualitas prima.

Target Produksi

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Pakuan, kota Bandung, Selasa (27/12/2016) lalu, mengatakan, produksi kopi Arabika asal Jawa Barat berpotensi mengereser Aceh sebagai penghasil kopi. Kini kopi asal Jabar telah sukses menggebrak dunia sebagai produsen kopi unggul bercita rasa tinggi. Kopi Arabika produksi petani di Jabar menjadi jawara saat event Specialty Coffee Association of America Expo di Atlanta, Amerika Serikat, April 2016 lalu.

“Sekarang masih Aceh yang menjadi penghasil kopi terbanyak di Indonesia. Target dua hingga tiga tahun ke depan penghasil kopi terbanyak ialah Jawa Barat,”katanya.

Disebutkan, berdasarkan 74 sampel dalam kontes berkelas internasional, terpilih 20 besar sampel berskor tinggi. Enam diantaranya  ternyata hasil petani kopi Jabar.”Arabika merupakan terbaik dunia dan kopi arabika terbaik itu ternyata di Indonesia dan ada di Pulau Jawa, yaitu Jawa Barat. Kopi arabika Java Preanger kembali menggeliat dan sejak 2013, Jabar sudah ekspor,”ujar Aher. (Kodar Solihat, Tachta Rizqi Yuandri)

Sumber Harian Umum Pikiran Rakyat Edisi Sabtu 31 Desember 2016 Kolom Bisnis Halaman 18.

 

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id