BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

7.500 Keluarga Bergantung Pada Tanaman Kopi

  Jan 13, 2017     Admin BPTP  

NGAMPRAH – Tanaman kopi mampu menghidupi sekitar 7.500 keluarga di Kabupaten Bandung Barat. Sekitar 8.400 laki-laki dan 7.900 perempuan di Bandung Barat bekerja sebagai petani kopi, dengan tingkat produksi kopi mencapai lebih dari 1.000 ton pada 2016.

“Kalau bicara produk domestik regional bruto, kontribusi terbesar memang di sektor industri dan pengolahan, yang kedua ialah perdagangan, jasa dan restoran. Ketiga baru pertanian, termasuk perkebunan. Namun lebih dari 50% mata pencaharian warga Bandung Barat itu ada di sektor pertanian. Jadi pertanian ini salah satu inti bisnis yang utama di KBB,” kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan di KBB Ida Nurhamida di Ngamprah, pekan kemarin.

Menurut dia, dari berbagai usaha di sektor pertanian, perkebunan kopi merupakan salah satu unit usaha yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Pasalnya, perkebunan kopi di Bandung Barat meliputi 14 Kecamatan dari total 16 Kecamatan yang ada. Dari data 2016, lahan tanaman kopi arabika di KBB yakni seluas 1.727 hektare, sedangkan kopi robusta ditanam di lahan seluas 492 hektare.

“Ada segitiga emas kopi di KBB yaitu Halu Mountain, Burangrang Mountain dan Tangkubanperahu Mountain. Di utara, lokus kopi ada di sekitar Lembang, di selatan ada di Sindangkerta, Gununghalu dan Rongga, sedangkan untuk di tengah ada di Cikalongwetan. Dari berbagai kecamatan yang ada tanaman kopi, sentra kopi itu di Kecamatan Sindangkerta, Gununghalu, Cikalongwetan,  Lembang, Cililin dan Rongga,” tuturnya.

Ida menjelaskan, lahan perkebunan kopi yang tersebar di berbagai daerah itu bukan saja mampu menghidupi banyak orang, tetapi juga berkontribusi dalam menghasilkan devisa. Walaupun belum terlalu banyak, sejak 2012 kopi asal KBB telah dieskpor lokal, kopi lokal Bandung Barat sudah diterima di pasar Jerman, Singapura, Tiongkok, Maroko, dan Korea Selatan. Pada 2016 sebanyak 36 ton atau dua kontainer kopi dieskpor ke Korea Selatan.

Ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia (Apeki) KBB Kurnia Danumiharja mengatakan, komoditas kopi Bandung Barat sangat potensial untuk bisa dikenal dan dikembangkan di pasar mancanegara. Meski begitu, terdapat beberapa kendala yang sering ditemui, diantaranya permainan broker, yakni pedagang besar yang langsung membeli kopi dari petani dengan harga rendah. Akibatnya, para petani kopi tidak bisa menikmati hasil ideal. (Hendra Husodo)

Sumber Harian Umum Pikiran Rakyat Edisi Senin 9 Januari 2016 Halaman 3

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id