BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

KBB Kekurangan Unit Pengelola Hasil Kopi

  Jan 23, 2017     Admin BPTP  

NGAMPRAH, (PR).- Ketersediaan unit pengolahan hasil kopi di Kabupaten Bandung Barat saat ini masih minim. Padahal, banyak sentra kopi di KBB, di antaranya di Kecamatan Lembang, Cikalongwetan, Sindangkerta, dan Gununghalu.

Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan KBB Firman Afriansyah mengatakan, saat ini KBB baru memiliki tiga UPH kopi, yakni di Lembang, Cipada (Cisarua), dan Sindangkerta. Kendalanya, menurut dia, pembangunan UPH membutuhkan modal besar.

“Memang kendalanya ada di modal awal, makanya pemerintah daerah berupaya membangun UPH secara bertahap. Sebab, keberadaan UPH ini bisa memberikan nilai tambah bagi petani kopi,” katanya, Jumat 20 Januari 2017.

Menurut Firman, pembangunan UPH diajukan oleh kelompok petani kopi melalui koperasi. UPH terdiri atas bangunan, tempat penjemuran, dan mesin pengolahan hasil kopi. Modal yang dibutuhkan bisa mencapai Rp 200 juta-Rp 750 juta.

Kendati membutuhkan modal awal yang besar, lanjut dia, keberadaan UPH sudah dirasakan manfaatnya oleh para petani kopi. UPH di Lembang misalnya, memiliki perputaran uang hingga Rp 1 miliar per tahun, UPH Sindangkerta 2,5 miliar/tahun, dan UPH Cipada Rp 700-Rp 800 juta/tahun. “Setiap tahun, pembangunan UPH terus diupayakan. Tahun ini, rencananya akan dibangun 1 UPH lagi di Lembang,” kata Firman.

Jika dikelola dengan baik, dia menurut dia, bisnis kopi cukup menjanjikan. Soalnya, produksi kopi di KBB terus meningkat setiap tahun. Panen kopi bisa dipetik dengan selang waktu sepuluh hari selama musim panen.

Selain itu, kualitas kopi jenis Arabica dan robusta dari KBB sudah diakui oleh para penikmat kopi di tanah air bahkan dunia. Terbukti, kopi asal KBB pernah mendapatkan peringkat kedua pada Specialty Coffee Association of America Expo 2016 di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat.

“Yang perlu difokuskan sekarang adalah pemasarannya. Dibandingkan dengan pasar dunia, pasar lokal lebih berpeluang karena lebih berpihak ke petani,” katanya.

Soal pemasaran ini, lanjut dia, pihaknya terus mendukung para petani untuk ikut berbagai pameran kopi. Sebab dari pameran tersebut, bisa terjadi transaksi langsung antara petani kopi dan calon pembeli tanpa perantara lagi. “Dan, pameran itu cukup efektif untuk meningkatkan hasil penjualan kopi dari para petani,” katanya.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2017/01/20/kbb-kekurangan-unit-pengelola-hasil-kopi-391258

Diakses pada tanggal 23 Januari 2017

 

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id