BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Monev Kegiatan Pengendalian Penyakit Jamur Akar Putih pada Tanaman Karet Di Kabupaten Cianjur

  Feb 25, 2016     Admin BPTP  

Masalah perkaretan di Indonesia, Khususnya Jawa Barat sangat kompleks dan saling terkait, baik aspek produsen, konsumen dan pemegang kebijakan. Untuk itu evaluasi dan identifikasi masalab utama perlu dilakukan guna memperoleh solusi yang tepat dan cepat. Salah satu program peningkatan produksi dan produktivitas tanaman karet adalah kegiatan pengendalian OPT.

Pemakaian karet sangat terkait kepada mobilitas manusia dan barang, karena semua sarana pergerakan dan perpindahan memerlukan komponen yang terbuat dari karet seperti ban kendaraan, sepatu karet, sandal, dan lain – lain.

Namun demikian beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya produtvitas dan kualitas perkebunan karet rakyat, antara lain potensi data hasil tanaman karet yang masih rendah dan serangan OPT pada tanaman karet, diantaranya penyakit jamur akar putih yang di sebabkan oleh cendawan Rigidoporus lignosus.

Balai Proteksi Tanaman Perkebunan  Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan monitoring dan evaluasi persiapan pelaksanaan kegiatan pengendalian jamur akar putih pada tanaman karet di Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 (satu) hari pada hari selasa tanggal 16 Juni 2015.

Lokasi kegiatan pengendalian jamur akar putih pada tanaman karet, dilaksanakan di Desa Mekarsari Kecamatan Agrabinta Kabupaten Cianjur. Kelompok tani yang dikunjungi adalah Kelompok tani Mekarsari, dengan ketua Budin (Wa Abud), Sekertaris Kasman, Bendahara Asid dan Jumlah anggota sebanyak 95 orang. Total Area tanaman karet yang di kelola oleh Kelompok Tani Mekarsari, seluas ±275Ha, sedangkan potensial areal untuk pengembangan tanaman karet masih tersedia ±205Ha.

Ketersediaan benih karet yag dikelola oleh Kelompok Tani Mekarsari sebanyak 200.000 benih karet. Benih tersebut rencana akan dipergunakan untuk pengembangan tanaman karet seluas 300 Ha, dengan jarak tanamn 3 meter x 5 meter. Varietas yang digunakan jeni klon unggul yaitu klon Gondang Tapen (GT) 1 dan kloon Peta Baru (PB) 260, rata – rata umur benih karet berkisar ±3 bulan.

Ruang lingkup kegiatan dalam rangka pelaksanaan kegiatan pengendalian penyakit jamur akar putih pada tanaman perkebunan karet, adalah sebagai berikut :

  1. Kegiatan persiapan, meliputi survei lokasi.
  2. Kegiatan sosialisasi
  3. Aplikasi pengendalian penyakit jamur akar putih pada tanaman karet dengan menggunakan pestisida
  4. Pengamatan hasil pengendalian serangan penyakit jamur akar putih pada tanaman karet dengan menggunakan pestisida yang dilaksanakan selama 2 bulan interval waktu 2 minggu sekali, yaiitu mulai dari pertengahan bulan Juni 2015 s/d pertengahan bulan agustus 2015.
  5. Aplikasi pengendalian penyakit jamur akar putih pada tanaman karet dengan menggunakan agens pengendali hayati, jenis jamur Trichoderma
  6. Pengamatan hasil pengendalian serangan penyakit jamur akar putih pada tanaman karet dengan menggunakan agens pengendali hayati, jenis jamur Trichoderma sp yang dilaksanakan selama 2 bulan interval waktu 2 minggu sekali, yaiitu mulai dari pertengahan bulan Agustus 2015 s/d pertengahan bulan Oktober 2015.
  7. Monitoring dan evaluasi kegiatan dilaksanakan selama 4 kali dengan interval waktu 1 bulan sekali.

Analisis/pengolahan data hasil pengamatan serangan penyakit jamur akar putih pada tanaman karet.

 

Penulis : Yuda Muhammad Zaelani

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id