BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Cengkih Kembali Jadi Primadona

  Jan 24, 2017     Admin BPTP  

Minat petani untuk menanam cengkih kembali meningkat di wilayah Kabupaten Majalengka. Itu karena, sejak dua tahun terakhir ini harga cengkih di pasaran relatif tinggi. Kini cengkih kembali dianggap tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Wartawan Kabar Cirebon Tati Purnawati melaporkan, para petani di Kecamatan Maja, Banjaran, Talaga, dan Lemahsugih kembali menanam cengkih di pekarangan, kebun, dan sawah-sawah produktif. Bahkan, hutan yang semula dibiarkan tidak ditanami, atau yang semula hutan bambu dan albasia kini beralih komoditas menjadi perkebunan cengkih.

Di Blok Cikebo, Desa Sukasari, Kecamatan Argapura misalnya, lahan yang semula menjadi kebun albasia dan pohon keras lainnya kini beralih ditanami cengkih, demikian juga di Blok Cilengkrang, Kecamatan Lemahsugih. “Albasia semua mati, saya ganti dengan cengkih,” kata Dedah.

Piping warga Banjaran, dia kini menanam sekitar 300 pohon cengkih di kebunnya, ia pun mengganti tanaman albasia dengan cengkih karena tanaman albasia hampir seluruhnya diserang hama ulat (Sunda : uter-uter) hingga akhirnya satu persatu mati sebelum dipanen.

“Cengkih kan jarang mati, dan bisa berbuah seumur hidup. Harganya mulai mahal kembali, saat ini harga cengkih sudah mencapai Rp 120.000 per Kg. Dulu waktu menanam albasia terbawa tren orang lain tetapi ternyata di kita jelek, semua mati,” ungkap Piping.

Hal yang sama dilakukan Toto petani asal Blok Wates, Desa Girimulya, Kecamatan Maja, dia malah menanam cengkih di sawahnya dengan alasan sawahnya selalu diserang hama sehingga selalu rugi. Dengan ditanami cengkih diharapkan akan lebih menguntungkan karena tidak butuh modal terlalu banyak seperti halnya menanam padi. Pemeliharaan pun sewaktu-waktu.

Menurut Toto, hampir semua warga di kampungnya kini menanam cengkih setelah sempat dibabat karena harga anjlok, kini mereka mengetahui harga cengek kembali melonjak dan diharapkan kembali ke masa jayanya seperti puluhan tahun yang lalu.

“Malah sekarang ini cengkih semuanya bisa jadi uang, buahnya, daun, batang semua bisa dijual dan harganya pun mahal,’ kata Toto.

Menurut Piping dan Toto daun cengkih yang pada zaman dulu dibuang atau dibakar begitu saja kini bisa dijual dengan harga mahal mencapai Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per Kg, tangkai cengkih selisih harga dengan buahnya hanya sedikit. Bila harga cengkih Rp 95.000 per Kg maka gagangnya bisa mencapai Rp 45.000 hingga Rp 50.000 per Kg.

Tren petani menanam cengkih diakui Ara penjual bibit cengkih di Desa Girmulya dan sentra bibit Desa Salagedang, Kecamatan Sukahaji. Seorang pedagang bibit cengkih di Girmulya setiap harinya bisa menjual sekitar 300 hingga 500 pohon dengan harga rata-rata Rp 17.500 per pohon untuk tinggi 60 cm, dan Rp 20.000 untuk tinggi 150 cm.

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Selasa 24 Januari 2017 hal. 6

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id