BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Kopi Arabica Priangan Semakin Diminati di Luar Negeri

  Feb 01, 2017     Admin BPTP  

Bandung, (PR).- Musim panen kopi arabika Priangan atau disebut pula Java Preanger Cofee diprediksi akan mengalami penurunan produksi pada tahun 2017 ini. Fenomena ini diduga sebagai pengaruh musim hujan yang sedang panjang sehingga memengaruhi proses pembungaan sampai pembuahan.

Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Jawa Barat, Iyus Supriatna, di Bandung, Selasa (31/1/2017) mengatakan, fenomena ini diperhitungkan akan dialami pada sentra-sentra produksi yang memang curah hujannya memanjang seperti tahun 2016-awal 2017 ini. Fenomena penurunan produksi memang sudah biasa terjadi, jika musim hujan tinggi menjelang masa-masa pembungaan dan pembuahan.

Walaupun demikian, menurut Iyus, harga panen kopi tahun 2017 ini diperkirakan akan bergerak naik sekitar 5 persen. Pesanan jenis produk juga berkembang, terutama ke specialty, baik yang honey process maupun natural process.

Sebagai gambaran pasar, dicontohkan biji kopi arabika Priangan milik Eti Suhaeti asal Ibun, Kabupaten Bandung, sudah dipesan habis sebanyak 10 ton dari pembeli dari Austria. Diprediksi pula, panenan kopi asal Jawa Barat, terutama kategori Priangan memang kembali laris diborong para pembeli, apalagi gengsinya di mata dunia sudah naik karena sudah menjadi juara dunia di Atalanta tahun 2016 lalu.

Dari pengamatan dilapangan, saat ini rata-rata tanaman kopi arabika di Jawa Barat masih dalam keadaan berwarna hijau. Namun, ada pula dalam jumlah sedikit, pohon-pohon kopi arabika yang sudah bewarna merah.

Pesanan Jepang

Sedangkan dari usaha produk bisnis ekspor menurut salah seorang usaha bisnis kafe kopi asal Bandung, Aby Pratama, kini muncul pesanan dari Jepang terhadap kopi arabika Priangan. Pesanan itu untuk mengisi bisnis kafe atau kedai kopi di Jepang yang sangat diminati, karena Negara itu masyarakatnya penggila kerja.

Disebutkan, kopi arabika Priangan, ternyata memiliki daya saing tinggi terhadap kopi asal Panama dan kopi Hawaii, yang kini menempati urutan teratas konsumen kopi arabika di Jepang.

Aby yang juga pemilik usaha kafe kopi “Preanger” di Jalan Jalaprang, Bandung ini mengatakan, ada pengusaha kafe kopi asal Bandung di Jepang akan menyubtitusi kopi Panama dan kopi Hawaii, dengan menggunakan kopi arabika Priangan. “Dari segi rasa, kopi arabika Priangan ternyata disukai oleh para konsumen kafe kopi di jepang itu, sehingga sangat potensial menggantikan kopi Panama dan kopi Hawaii,” ujarnya.

Dari segi harga, katanya, kopi arabika Priangan lebih murah dibandingkan kopi arabika asal Panama dan kopi arabika Hawaii. Apalagi dengan kemampuan para barista dalam meracik kopi sangat lihai, bisa membuat kopi arabika Priangan menjadi unggulan di jepang.

Hanya saja, menurut, Aby, ekspor kopi arabika Priangan ke Jepang saat ini masih lebih memungkinkan dalam bentuk bubuk atau sudah roasting. Soalnya, jika dalam bentuk green bean, dirinya beberapa kali pernah mengalami sangat ketatnya pemeriksaan imigrasi Jepang, dibandingkan dikirim dalam bentuk bubuk atau sudah diroasting (Kodar Solihat)

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Rabu, 1 Februari 2012 hal. 23

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id