BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Perlindungan Tanaman Perkebunan Dioptimalkan

  Feb 08, 2017     Admin BPTP  

Bandung, (PR).- Walau hanya mengandalkan 11 oang personel petugas perlindungan tanaman, 360.000 hektare tanaman perkebunan di Jawa Barat tetap berupaya dioptimalkan pada tahun 2017. Mereka diarahkan mampu meningkatkan kemampuan memiliki kemampuan data yang dapat diandalkan, sebagai upaya melakukan perencanaaan dan langkah pengendalian hama serta penyakit tanaman secara tepat.

Dalam pembekalan yang dilakukan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. Arief Santos, di Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Pasirjati, Bandung, Selas(7/2/2017), kesebelas petugas – petugas perlindungan tanaman perkebunan tersebut diarahkan untuk mampu mengantisipasi dan mengendalikan serangan hama dan penyakit berbagai tanaman perkebunan rakyat di Jawa Barat, yaitu tanaman teh, kopi, karet, kelapa dalam, kakao, tebu, cengkeh, dan tembakau.

Kemampuan pendataan yang up to date, diharapkan mampu mempermudah pengawalan, mengurus administrasi, pemantauan, analisis, sampai gerakan pengendalian berbagai hama dan penyakit tanaman perkebunan pada masing – masing wilayah kerjanya.

Dalam pelaksanaannya, disebutkan kesebelas petugas perlintan perkebunan itu juga bermitra dengan sejumlah kelompok pekebun rakyat di wilayah kerjanya, yaitu Kabupaten Bogor, Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Subang, Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Majalengka. Pada setiap kabupaten, terdapat 5 – 6 kelompok pekebun rakyat yang umumnya merupakan alumni sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SLPHT).

“Untuk memudahkan pelaksanaan tugas kegiatan perlindungan tanaman perkebunan harus selalu meiliki data yang up to date. Para petugas perlindungan tanaman perkebunan tersebut juga diarahkan harus mengetahui persis wilayahnya, termasuk karakter, data tanaman, dll,“ Ujar Arief Santosa.

Target

Kepala BPTP Pasirjati, Dede wahyu, mengatakan para petugas perlintan perkebunan itu ditargetkan dapat menurukan serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) perkebunan setiap tahun 1% atau 36.700 ha per tahun.

Tenaga yang bersedia di subunit perlintan sebanyak 11 orang untuk operasional dibantu oleh petani alumni SLPHT, petani pemandu, dan pemandu lapangan di masing – masing kabupaten yang menjadi wilayah tugasnya. Soal sudah dilakukannya usulan agar mendapat dukungan lebih baik, Kementrian Pertanian sudah memberikan respons.

Arief Santosa, Dede Wahyu maupun Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Dedi Sutardi, senada mengatakan, sebenarnya untuk tahun 2017, kegiatan perlindungan tanaman perkebunan sedang dihadapkan pada keterbatasan anggaran dibandingkan tahun – tahun sebelumnya. Namun, upaya meminta dukungan lebih baik terus diajukan kepada Kementrian Pertanian, sebagai upaya memacu motivasi dan semangat para petugas di lapangan.

Dedi Sutardi mengatakan, praktik perlindungan tanaman akan menjadikan kepuasan juka memiliki data yang up to date.

“Selain sangat membantu untuk mengambi sebuah keputusan dan perencanaan, juga sangat mudah menjelaskan hal – hal di mana pun. Basanya akan memunculkan seseorang dapat mencintai pekerjaan.” Ujarnya. (Kodar Solihat)***

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Rabu 8 Februari 2017 Hal. 18

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Jumat 3 Februari 2017 hal. 18 - See more at: http://disbun.jabarprov.go.id/bptp/id/post-detail/164/MANFAATKAN-JAGUNG-UNTUK-BIOFUNGISIDA#sthash.Pnyps0f5.dpuf
Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Jumat 3 Februari 2017 hal. 18 - See more at: http://disbun.jabarprov.go.id/bptp/id/post-detail/164/MANFAATKAN-JAGUNG-UNTUK-BIOFUNGISIDA#sthash.Pnyps0f5.dpuf

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id