BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Tingkatkan Sanitasi Kebun

  Feb 27, 2017     Admin BPTP  

Bandung, (PR).- Tingkat kebersihan  lahan perkebunan kopi rakyat di Jawa Barat dinilai semakin membaik sehingga mampu menekan terjadinya serangan hama terhadap komoditas tersebut.

Walau musim panen kopi Jawa Barat atau kopi Priangan tahun 2017 diprediksi mundur dan produksinya menurun dibandingkan tahun lalu karena efek curah hujan panjang, tingkat kehilangan hasil diharapkan dapat ditekan.

Menurut Kepala Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Dede Wahyu di Bandung, Minggu (26/2/2017), selain semakin banyak pekebun kopi rakyat di Jawa Barat menuruti imbauan meningkatkan kebersihan kebun, juga langkah perlindungan tanaman semakin baik. Biasanya hama yang mengganggu tanaman kopi, khususnya arabika, yaitu penggerek batang dan penggerek buah.

“Karena kondisi cuaca, hujan dengan kombinasi panas secara cepat, merupakan masa-masa paling cepat berkembang biak populasi hama. Kebersihan kebun merupakan salah satu upaya preventif untuk mengurangi potensi jumlah serangan hama,” katanya.

Untuk hama penggerek batang, menurut dia, sekarang relatif sudah jauh berkurang karena antisipasi dan pengendalian dengan kebersihan lahan serta melakukan pembakaran tanaman kopi yang terkena hama itu.

Ciri serangan hama penggerek batang pada tanaman kopi adalah tanamannya tiba-tiba mengering, jika batang utama dipatahkan potongannya mirip digergaji dan akan tampak hewannya di dalam batang itu.

Lain halnya serangan hama penggerek buah, biasanya terjadi sebagai efek sisa-sisa buah kopi yang tak dipanen lalu menjadi hitam. Serakan buah kopi hitam yang bergeletakan di tanah atau masih menempel di dahan pohon kopi akan dijadikan tempat berkembang biak hama penggerek buah, yang kemudian menyebar ke sana kemari.

soal antisipasi hama penggerek buah, menurut dia, juga dengan meningkatkan kebersihan areal tanaman serta pemberian tricoderma (pestisida nabati dari bahan jagung) serta alat penjebak. Jika mengalami serangan, produksi bisa berkurang 20 persen, dimana menjelang panen dan pasca panen ini antisipasi dan pengendalian hama penggerek buah alias hama bubuk menjadi satu perhatian utama.

Kemampuan pengamatan

Disebutkan Dede, untuk meningkatkan pengamatan, antisipasi dan pengendalian terhadap delapan komoditas unggulan perkebunan di Jawa Barat, sebanyak sebelas orang tenaga perlindungan tanaman perkebunan sudah selesai memperoleh pembekalan pendidikan dan latihan. Mereka sudah siap ditugaskan di 11 kabupaten, dimana dalam tugasnya bermitra dengan sejumlah pekebun alumni sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SLPHT) tanaman kopi, teh, karet, cengkih, tembakau, tebu, kakao, dll.

“Kedudukan perlindungan tanaman dalam pembudidayaan tanaman adalah sangat penting dan mutlak dilakukan, mengingat perlindungan tanaman merupakan jaminan dalam mempertahankan produksi tanaman terhadap gangguan OPT. Tanpa dilakukan perlindungan tanaman pada pembudidayaan, tanaman sulit dipastikan bahwa petani akan mampu panen sesuai dengan yang diharapkan,” ujarnya.

Dikatakan, dengan pengamatan akan dapat diketahui secara dini situasi serangan OPT dan kondisi faktor pengendali perkembangannya. Harapannya, ledakan (eksplosi) hama dan penyakit dapat dicegah sedini mungkin.

Disebutkan, melalui pembekalan tersebut, produktivitas kerja diharapkan meningkat, data pelaporan organisme penggangu tumbuhan dapat dilaporkan secara tepat waktu. Begitu pula, kegiatan teknis bidang perlindungan tanaman perkebunan di lapangan dapat terlaksana dengan baik. (Kodar Solihat)

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Senin 27 Februari 2017 hal. 18

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id