BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Pengendalian Kutu Hijau Tanaman Kopi Ditingkatkan

  Mar 13, 2017     Admin BPTP  

Bandung, (PR).-

Gangguan organisme penggangu tanaman (OPT) kutu hijau menjadi salah satu hama yang umum terjadi pada tanaman kopi yang masih muda, termasuk pada musim hujan awal 2017 ini. Untuk terus menekan gangguan tersebut, Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat gencar melakukan sosialisasi penggunaan pestisida nabati untuk mengendalikan hama tersebut secara ramah lingkungan.

Fungsional POPT UPTD BPTP Disbun Provinsi Jawa Barat Agus Ridwan, di Bandung, Minggu (12/3/2017), mengatakan, cara andalan penggunaan pestisida yang ampuh untuk mengendalikan kutu hijau adalah berbahan baku daun nimba. Bagi masyarakat perdesaan dimana lokasi pembudidayaan kopi terdapat, daun nimba cukup mudah diperoleh karena biasanya ada di lingkungan sekitar.

Disebutkan, pengendalian OPT kutu hijau atau bahasa latinnya Coccus viridis, dengan mempertahankan populasi OPT pada tingkat di bawah ambang rasa. Penggunaan pestisida nabati yang berasal dari bahan tumbuhan yang ada di sekitar kebun petani dapat dibuat sendiri oleh petani.

Dicontohkan, hasil pengendalian kutu hijau pada tanaman kopi sudah dilakukan oleh BPTP pada tahun 2016 di Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Dengan menggunakan ekstrak daun nimba secara sederhana dengan konsentrasi 25 gram/liter dengan 5 kali aplikasi interval 10 hari sekali dibarengi pemupukan.

Pada pengamatan awal persentase serangan kutu hijau yaitu sebesar 98,8% (hampir semua ranting yang diamati ditemukan adanya serangan kutu). “Setelah dilakukan aplikasi pestisida nabati jenis ekstrak daun nimba sebanyak 5 kali, hasil pengamatan menunjukan penekanan serangan kutu yaitu turun menjadi 78,2%, terdapat penurunan serangan sebesar 20,6%,” kata Agus.

Dilihat dari fisik, kutu hijau pada pohon sample pengamatan pada ranting masih terlihat keberadaan kutunya, tetapi bila dikerok menggunakan kuku jari tangan, kutu hijau tersebut mudah terlepas dan bila dipijit terasa kering. Ini pertanda kutu hijau tersebut dalam keadaan tidak aktif/mati, sedangkan bila kondisi hidup kutu hijau bila dipijit selain basah juga akan terasa lengket pada jari tangan.

Kutu hijau menyerang seluruh bagian tanaman kopi yang masih berwarna hijau dan muda. Penanaman baru atau pergantian varietas tanaman kopi arabika, dilakukan sejumlah pekebun di Jawa Barat sejak musim hujan akhir tahun 2016 lalu.

Dikatakan, kutu hijau biasanya memiliki siklus hidupnya simbiosis mutualisme dengan semut merah. Kutu hijau dan jenis kutu tanaman lainnya mengeluarkan senyawa berupa madu sebagai ekskresinya.

Kepala BPTP Dinas Perkebunan Jawa Barat Dede Wahyu mengatakan, serangan kutu hijau juga bisa diantisipasi dengan memangkas sebagian pohon-pohon pelindung. Populasi kutu hijau dan semut merah, disebabkan kondisi pohon-pohon peneduhnya yang terlalu teduh. (Kodar Solihat)

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Senin 13 Maret 2017 hal. 18

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id