BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Vanili Sumedang Bangkit Potensi Berdayakan Kembali Lahan Milik Masyarakat

  Mar 14, 2017     Admin BPTP  

Bandung, (PR).-

Pengusahaan komoditas vanili pada sentra produksi di Kabupaten Sumedang kembali mengalami peluang usaha yang baik. Setelah sangat lama mengalami kelesuan usaha, muncul kembali fenomena banyak pesanan dengan harga yang cukup baik pula.

Kepala Dinas  Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumedang Ade Guntara, di Bandung, Senin (13/3/2017), mengatakan, pembudidayaan vanili di Sumedang masih eksis di kawasan kaki Gunung Tampomas. Diprediksi, total area pembudidayaan vanili yang masih eksis sekian 50 hektare yang semuanya diusahakan oleh masyarakat setempat.

Disebutkan, seiring dengan dicarinya kembali vanili di Indonesia, terutama asal Jawa Barat, kegairahan usaha komoditas ini kembali muncul. Saat ini harga vanili kering dari petani dihargai antara Rp 75.000-Rp 2.500.000/kg tergantung kualitas.

Diakui, sebelumnya penggiat usaha vanili di Kabupaten Sumedang yang diketahui merupakan satu dari dua senta produksi komoditas ini di Indonesia, bersama Garut, menjadi patah semangat. Lebih dari 20 tahun terakhir sangat sulit menjual vanili dengan harga baik karena efek kejadian di masa lalu yang merugikan secara umum petani komoditas ini Indonesia.

“Tampaknya, sekarang usaha pembudidayaan vanili, khususnya di Sumedang, mulai kembali membawa kegairahan. Pesanan pasar yang terus mengalir dengan harga kembali membaik, membuat banyak masyarakat kembali serius mengurus tanaman vanili,” ujar Ade.

Hanya, menurut dia, untuk memenuhi pesanan pasar itu diperlukan volume pembibitan yang mencukupi. Begitu pula bimbingan teknis cara pembudidayaan yang baik dan benar harus dipacu kembali agar daya saing produk-produk vanili asal Sumedang lebih unggul.

Perbibitan

Ia mencontohkan, pembudidayaan vanili di Sumedang banyak terdapat di Kecamatan Cimalaka. Namun, secara umum, kawasan yang cocok memang berada di sekelililng kaki Gunung Tampomas.

Mengapa produksinya tetap baik, dikatakan karena faktor air yang terjamin sepanjang tahun. Begitu pula dari segi iklim, kawasan Gunung Tampomas sejak lama dinilai paling cocok.

Meskipun demikian, katanya, pembudidayaan vanili sebenarnya dapat pula dilakukan di sejumlah lokasi lain di Sumedang. Yang penting, ketinggian tempat, pasokan air serta iklimnya memadai untuk menunjang untuk pertumbuhan dan produksi vanili.

Pada sisi lain, menurut dia, dengan kembalinya agribisnis vanili dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengoptimalkan lahan-lahan miliknya. Paling tidak, pemberdayaan masyarakat dapat pula muncul di daerah sendiri yang diharapkan ditunjang peningkatkan akses vanili Sumedang.

Sementara itu, informasi dari Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, produksi vanili di daerah ini sampai akhir tahun 2015, masing-masing terdapat di Kabupaten Bandung Barat 7 hektare denga produksi 2 ton, Bogor 18 ha, Ciamis 3 ha, CIanjur 95 ha (22 ton), Garut 89 ha (44 ton), Kota Tasikmalaya 5 ha, Kuningan 11 ha, Majalengka 80 ha (7 ton), Pangandaran 8 ha, Purwakarta 22 ha (3 ton), Sukabumi 297 ha (10 ton), Sumedang 174 ha (14 ton), dan Tasikmalaya 162 ha (48 ton).

Diketahui, membesarnya kembali pesanan komoditas vanili ke Indonesia disebabkan produksi dari Afrika beberapa tahun terakhir. Pada sisi lain, Indonesia, khususnya Jawa Barat, pernah memiliki nama harum sebagai penghasil komoditas vanili dunia sampai sekitar tahun 1992-1993. (Kodar Solihat)

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Selasa 14 Maret 2017 hal. 18

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id