BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Teh & Kopi Jabar Sehat Kualitas Keamanan Pangannya Tinggi

  Mar 20, 2017     Admin BPTP  

Bandung, (PR).- Produk-produk teh buatan indonesia, khususnya asal Jawa Barat dinilai memiliki kelayakan tinggi kualitas konsumsi dibandingkan sejumlah produk negara lain. Walaupun pasar teh Indonesia ke Eropa sedang terhambat oleh persyaratan kadar maksimal antrakuinon, sebenarnya masih dalam batas ambang aman yang sangat layak dikonsumsi.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Arief Santosa, di Bandung, Minggu (19/3/2017), mengatakan, mengapa dinilai kelayakan tinggi disebabkan adanya dugaan persaingan bisnis kurang sehat untuk bisnis teh dari sejumlah pihak asal Eropa. sejumlah Negara Uni Eropa menetapkan kadar antrakuinon maksimal 0,01%-0,02% sehingga masih menyulitkan teh Indonesia masuk kembali.

Padahal di Amerika saja, katanya, masih menetapkan kadar antrakuinon 0,06 persen. Produk-produk teh asal Jawa Barat selaku produsen terbesar di Indonesia, yang memiliki kadar 0.03 persen, memiliki pangsa pasar ke negara Amerika, dan secara hitungan jauh lebih baik kualitasnya di atas rata-rata persyaratan ditetapkan negara itu.

“Kalau ke Eropa, tampaknya teh asal Indonesia, sedang ‘dikerjai’ oleh sejumlah pebisnis ke Eropa. Begitu pula perdagangan ASEAN-Jepang belum bisa dijadikan patokan karena standar kelayakan yang lebih objektif dinilai adalah Jepang,” ujar Arief Santosa.

Arief pun menyebutkan, ada beberapa negara yang belakangan ini agresif memproduksi teh dan kopi ke pasar dunia, khususnya termasuk untuk mengekspor ke Indonesia. Padahal, diketahui, di beberapa negara lain kondisi lahannya banyak mengandung bahan kimia bekas perang, yang untuk dipulihkan bagi kesehatan tanah memerlukan waktu sampai 100 tahun.

Beranjak dari latar belakang itu, katanya, masyarakat Indonesia dan dunia seharusnya secara objektif menilai bahwa keamanan pangan produk-produk teh dan kopi indonesia, khususnya asal Jawa Barat memiliki kelayakan tinggi untuk konsumsi. Paling tidak, rasa tanggung jawab para produsen teh dan kopi asal Jawa Barat diketahui tinggi secara moral sehingga tak mau menjual produk yang berkualitas rendah bagi kelayakan konsumsi.

Perlindungan tanaman

Sementara itu, pada pertemuan teknis yang diselenggarakan Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat yang dihadiri Direktur Perlindungan Tanaman Perkebunan Kementrian Pertanian, Dudi Gunadi, di Pasirjati, Bandung, Rabu (8/3/2017) pekan lalu, disebutkan, peran Dinas Perkebunan Provinsi sangat penting untuk mendukung kualitas produk-produk pangan dari komoditas perkebunan, misalnya teh, kopi, kakao, cengkih, karet, kelapa sawit, tembakau, kelapa nyiur, dll.

Dikatakan Dudi Gunadi, di Indonesia hanya terdapat delapan dinas pekebunan provinsi yang dipertahankan pemerintah. Soalnya, ada daerah yang diketahui terdapat areal komoditas perkebunan yang sangat besar, yaitu Jawa Barat, Sumatra Utara, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Selatan.

“Karena itu, peran perlindungan tanaman memiliki peran sangat penting. Selain menyelamatkan maupun mengoptimalkan produksi, juga penanganannya yang berkaitan tingkat keamanan konsumsi,” kata Dudi.

Selain itu, ditekankan, adalah sistem pencatatan data yang harus diperkuat, sebagai salah satu sistem pengelolaan tanaman secara ramah lingkungan. Begitu pula untuk komoditas teh dan kopi, diketahui di Jawa Barat semakin diarahkan kepada pola produk pangan sehat melalui cara-cara ramah lingkungan.

Fenomena yang diterapkan di Jawa Barat untuk kedua komoditas itu, katanya, membuat dua negara konsumen di Asia, yaitu Jepang dan Korea menjadi semakin meminati produk-produk teh dan kopi asal Jawa Barat. “Tampaknya, usaha perkebunan, khususnya yang berkaitan pangan melalui pola back tu nature menjadi label yang menjadikan komoditas yang bersangkutan menjadi sangat laku, “kata Dudi Gunadi.

Dari segi ekonomis pula, disebutkan, pola perlindungan tanaman perkebunan secara ramah lingkungan, diketahui merupakan bermanfaat untuk efisiensi usaha. di Jawa Barat pun sudah diketahui sudah ada pola usaha terintegrasi, antara usaha perkebunan dan usaha peternakan sebagai penyedia pupuk organik. (Kodar Solihat)

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat edisi Senin 20 Maret 2017 hal.18

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id