BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Selamatkan Usaha Teh Rakyat Optimalkan Penanganan Ramah Lingkungan dan Rehabilitasi

  Mar 27, 2017     Admin BPTP  

Bandung, (PR).- Langkah penyehatan tanaman teh yang ditunjang penanganan secara ramah lingkungan , kini menjadi kebutuhan utama para pekebun rakyat di Jawa Barat untuk memperbaiki hasil usaha.

Apalagi, masih banyak areal tanaman teh rakyat yang umurnya sudah 30 tahun, yang harus disuburkan kembali untuk mendongkrak produktivitas tanaman.

Gambaran tersebut muncul dari pertemuan lapangan yang dilakukan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat dengan kelompok pekebun teh rakyat, di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, baru-baru ini. Selain sebagai menghasilkan produk-produk teh yang aman konsumsi, juga dinilai sebagai efisiensi biaya produksi untuk memperbaiki margin hasil usaha.

Dari hasil pengamatan dan penuturan pekebun teh rakyat di lapangan, adalah rangkaian faktor produktivitas tanaman teh yang sudah rendah dan harga pucuk teh yang cenderung masih stagnan sejak tiga tahun terakhir. Dalam pertemuan dengan pengurus kelompok petani pekebun teh Pusaka Mekar, salah satu upaya mengatasinya adalah semakin meminati penanganan tanaman secara ramah lingkungan.

Sejumlah pekebun teh rakyat Kelompok Pusaka Mekar, senada mengatakan, usaha kebun teh rakyat memerlukan pemulihan produksi agar menghasilkan pucuk dengan produksi diandalkan. Begitu pula langkah pengendalian hama dan penyakit secara ramah lingkungan, dinilai langkah cukup efisien menekan biaya produksi namun mampu meningkatkan produksi dan kualitas pucuk teh lebih sehat.

Namun ditunjukan pula, banyak areal tanaman teh rakyat di Purwakarta, juga berasal dari tanaman tua, terutama berasal dari tanaman tahun 1985 yang masih menggunakan klon TRI 2024 dan TRI 2025. Dengan kondisi saat ini, produktivitas yang digenjot pun hasilnya belum terlalu tinggi, harga jual pucuk teh masih sekitar Rp 2.000-2.500/kg.

Disebutkan, penanganan tanaman teh secara ramah lingkungan sudah menunjukan manfaat, yaitu mampu memulihkan kembali kesuburan tanah. Bahkan saat musim kemarau , produksi pucuk teh masih cukup baik karena kondisi tanahnya kembali gembur dan subur.

Perlindungan tanaman

Sejumlah petani pekebun teh setempat juga mengatakan, sebenarnya ingin meningkatkan kemampuan usaha, dengan memproduksi teh putih dan memiliki usaha pengolahan mandiri. Namun jenis klon tanaman teh yang dibutuhkan adalah dari jenis Gmb7, yang merupakan jenis terbaik untuk produksi teh putih. Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Arief Santosa mengatakan, sosialisasi dan penerapan penanganan tanaman teh secara ramah lingkungan dan organik memang terus digenjot. Para petugas pengendali organisme penggaggu tanaman sebagai pembimbing sekaligus sarana komunikasi dengan para petani pekebun teh.

Namun ia juga memperhatikan, pentingnya pemerintah kembali melakukan Gerakan Penyelamatan Agribisnis Teh Nasional (GPATN). Selama tiga tahun terakhir, GPATN memang kurang optimal, karena Kementrian Pertanian sebelumnya lebih memfokuskan kepada produksi padi, jagung dan kedelai, sehingga anggaran rehabilitasi tanaman teh rakyat berkurang.

Dikatakan, semakin banyaknya petani pekebun teh yang mengusahakan tanamannya secara ramah lingkungan. Fenomena ini juga menunjang bermunculannya sejumlah desa organik.

Disebutkan pula, untuk sosialisasi dan praktik pengendalian hama terpadu, untuk di Purwakarta sudah memiliki dukungan lebih baik. Soalnya, sudah tersedia Sub-Unit Perlindungan Tanaman Perkebunan Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat di Garokgek, Wanayasa, sehingga tak perlu lagi lapor ke Subang atau Karawang. (Kodar Solihat)

Sumber : Surat Kabar Pikiran Rakyat, Senin 27 Maret 2017, Halaman 18

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id