BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

PENGEMBANGAN DESA PERTANIAN ORGANIK KOMODITAS PERKEBUNAN DI PROVINSI JAWA BARAT

  Apr 27, 2017     Admin BPTP  

Oleh :

Maria Wulan Purwiji Putri

Masyarakat dunia mulai sadar akan bahaya dan dampak negative yang ditimbulkan oleh pemakaian bahan kimia sintetis di bidang pertanian. orang semakin arif memilih bahan produk yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Gaya hidup sehat “ back to nature ” makin menggaung mengurangi dominasi pola hidup lama yang mengandalkan penggunaan bahan kimia non alami, seperti pupuk an organik, pestisida kimia sintetis dan hormone tumbuh dalam produksi pertanian, produk yang sehat dan bergizi dapat diproduksi dengan cara yang dikenal sebagai pertanian organic. Pertanian organik adalah sistem manajemen produksi terpadu yang menghindari penggunaan pupuk buatan, pestisida dan hasil rekayasa genetik, menekan pencemaran udara, tanah dan air. disisi lain, pertanian organik dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas diantaranya flora, fauna dan manusia.

Selain hal tersebut di atas pertanian organik juga merupakan sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. beberapa tanaman perkebunan di Indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan dengan teknik tersebut, diantaranya adalah tanaman kopi dan the. Pengolahan pertanian organik didasarkan pada prinsip kesehatan, ekologi, keadilan dan perlindungan. yang dimaksud dengan prinsip kesehatan dalam pertanian organik adalah kegiatan pertanian harus memperhatikan kelestarian dan peningkatan kesehatan tanah, tanaman, hewan, bumi dan manusia sebagai satu kesatuan karena semua komponen tersebut saling berhubungan dan tidak terpisahkan. Sedangkan penerapan system pertanian organik, adalah penggunaan bahan alami untuk kesuburan tanah dan tidak menggunakan bahan kimia dalam budidaya tanaman.

Tujuan pertanian organik adalah menyediakan produk-produk pertanian yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumen serta tidak merusak lingkungan. slogan “hidup sehat” telah melembaga secara internasional sehingga produk-produk pertanian disyaratkan memiliki atribut jaminan mutu “aman konsumsi, kandungan nutrisi tinggi dan ramah lingkungan”. Sedangkan manfaat pertanian organik, adalah :

  • Tanaman yang dihasilkan bebas dari residu atau sisa-sisa pestisida dan bahan kimia lainnya yang disebabkan oleh aktifitas pemupukan dengan menggunakan pupuk an organic,
  • Tanaman yang dihasilkan lebih sehat dan segar,
  • Tanaman dibudidayakan secara organik ini mampu menjaga kelestarian dan keseimbangan alam,

Terkait dengan hal tersebut di atas, maka dalam rangka memenuhi tuntutan masyarakat akan produk yang berkualitas, ekonomis dan aman dikonsumsi, maka salah satu upayanya adalah melaksanakan kegiatan Pengembangan Desa Pertanian Organik Berbasis Komoditas Perkebunan Teh dan kopi. Pengembangan desa pertanian organik berbasis komoditas perkebunan dapat membuka peluang yang baik untuk memperbaiki lahan kritis dan menumbuhkan petani mandiri, karena seluruh bahan input dalam pertanian organik dapat dipenuhi melalui kearifan lokal. Kendala yang yang mungkin dihadapi dalam system pertanian organik, antara lain :

  • Tanah sudah banyak mengandung residu pistisida (kimia),
  • Pasar terbatas karena hasil pertanian organik hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja,
  • Sulitnya meninggalkan kebiasaan petani yang bergantung pada pupuk kimia dan pestisida.

Dalam rangka mewujudkan suatu system pertanian yang mendorong tanaman dan tanah tetap sehat melalui cara pengelolaan tanaman dan tanah yang disyaratkan dengan pemanfaatan bahan-bahan organik atau alamiah sebagai input serta menghindari penggunaan pupuk buatan dan pestisida, maka dipandang perlu dilaksanakannya kegiatan pengembangan desa pertanian organik berbasis komoditas perkebunan di Jawa Barat. Sehubungan dengan hal tersebut, maka UPTD Balai Proteksi Tanaman Perkebunan pada tahun 2016 melalui Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, sedang melaksanakan kegiatan pengembangan desa pertanian organik berbasis komoditas perkebunan teh dan kopi tersebar di 8 desa, 4 Kecamatan tersebar di 4 Kabupaten, yaitu Kabupaten Purwakarta, Bandung, Garut dan Tasikmalaya.

Hasil akhir yang akan dicapai dalam rangka pelaksanaan kegiatan pengembangan desa pertanian organik berbasis komoditas perkebunan teh dan kopi, adalah Sertifikat Prima yang diberikan oleh Lembaga Sertifikat Organik, dengan diperolehnya sertifikat prima tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan petani ketingkat kehidupan yang lebih layak dan sejahtera,

Sertifikat prima adalah proses pemberian sertifikat sistem budidaya  produk yang dihasilkan setelah melalui pemeriksaan, pengujian, dan pengawasan serta memenuhi semua persyaratan untuk mendapatkan label produk Prima Satu (P-1), Prima Dua (P-2), dan Prima Tiga (P-3), sedangkan tujuan dari pelaksanaan sertifikasi prima tersebut adalah : 1) Memberikan jaminan mutu dan keamanan pangan, 2) Memberikan jaminan dan perlindungan masyarakat/konsumen, 3) Mempermudah penelusuran kembali dari kemungkin penyimpangan mutu dan keamanan  produk, dan 4) Meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk.

Yang dimaksud dengan produk Prima Satu (P-1), Prima Dua (P-2), dan Prima Tiga (P-3), adalah sebagai berikut :

Prima Satu (P-1), yaitu merupakan penilaian yang diberikan terhadap pelaksanaan usaha tani dimana produk yang dihasilkan aman dikonsumsi, bermutu baik, dan cara produksinya ramah terhadap lingkungan.

Prima Dua (P-2) yaitu penilaian yang diberikan terhadap pelaksana usaha tani dimana produk yang dihasilkan aman dikonsumsi dan bermutu baik.

Prima Tiga (P-3) adalah penilaian yang diberikan terhadap pelaksana usaha tani dimana produk yang dihasilkan aman di konsumsi,

                Pemberian sertifikasi tersebut dilakukan oleh lembaga pemerintah yaitu Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan Daerah (OKKPD), dan Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan Pusat (OKKPP), sedangkan Pemberian sertifikat kepada pelaku usaha pertanian merupakan pengakuan bahwa pelaku usaha tersebut telah memenuhi persyaratan dalam menerapkan sistem jaminan mutu pangan hasil pertanian. Sertifikasi Prima Tiga atau Prima Dua dikeluarkan oleh OKKPD, sedangkan sertifikasi Prima Satu dikeluarkan oleh OKKPP.

Hal lain yang perlu diinformasikan terkait dengan pelaksanaan kegiatan pengembangan desa organic berbasis komoditi perkebunan teh dan kopi, yaitu dalam rangka memperoleh nilai tambah bagi peserta kegiatan pengembangan desa organic berbasis komoditi perkebunan teh dan kopi, maka peserta kegiatan diberi bantuan berupa :

  1. Ternak (Kambing/Domba/Sapi) lengkap dengan kandangnya dalam rangka dikembangkannya system integrasi tanaman kopi dengan ternak,
  1. Rumah pengolahan pupuk organic,
  2. Penanaman pakan ternak, dan
  3. Palawija dan lain-lain.

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id