BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

PENGENDALIAN KUTU HIJAU (Coccus viridis) DENGAN MENGGUNAKAN PESTISIDA NABATI, JENIS EKSTRAK DAUN NIMBA

  Apr 04, 2017     Admin BPTP  

Oleh : Agus Ridwan

Kutu hijau merupakan hama dari golongan serangga (insecta) ordo Homoptera dan family Coccidae. Kutu hijau menyerangan seluruh bagian tanaman yang masih berwarna hijau dan muda. Serangan bisa terjadi pada buah, pucuk tanaman, batang dan bunga. Serangan pada daun umumnya terjadi sepanjang tulang daun. Bila serangan hama ini terjadi pada bagian batang yang masih muda (hijau), dapat menyebabkan pertumbuhan tunas terhambat, bagian tanaman menguning, kerdil dan ruas memendek.

Dalam siklus hidupnya, terjadi simbiosis mutualisme antara kutu hijau ini dengan semut, terutama semut merah. Kutu hijau dan jenis kutu tanaman lainnya mengeluarkan senyawa berupa madu sebagai ekskresinya. Madu ini sangat disukai oleh semut karena berasa manis. Biasanya penyebaran kutu hijau dibantu oleh semut ini. Bila populasi kutu hijau telah terlalu besar, senyawa ekskresi tadi biasanya sering menutupi bagian permunkaan tanaman. Senyawa gula yang terkandung didalamnya menjadi media tumbuh yang sangat baik bagi jamur embun jelaga (Capnodium sp). Sehingga pada intensitas serangan berat, beberapa bagian tanaman kopi seperti daun dan batang muda akan ditutupi oleh embun jelaga. Ini menyebabkan gangguan fotosintesis dan terhambatnya pertumbuhan tanaman.

Pengendalian 

Dengan melaksanakan konsep PHT, insektisida nabati penting sekali artinya karena merupakan salah satu komponen pengendalian OPT.  Insektisida alam ini disebut juga dengan nama “ Biorational Pesticides” . Menurut Jacobson (1989) dalam laporan Pelatihan Pemanfaatan Pestisida Botani (1993) pestisida bahan alam paling menjanjikan prospeknya untuk dikembangkan sebagai pestisida nabati.

Penggunaan pestisida nabati yang berasal dari bahan tumbuhan yang ada disekitar kebun petani dapat dibuat sendiri  oleh petani serta dapat diaplikasikan secara periodik untuk mengendalikan dan mempertahankan populasi OPT pada tingkat dibawah ambang rasa. Karena efektifitas pestisida nabati pada umumnya relatif lebih rendah dari pada pestisida kimia, serta lebih cepat terdegradasi di lingkungan, disarankan penyemprotan ekstrak pestisida nabati oleh petani dilakukan secara periodik setiap minggu atau dua minggu sekali.

Hasil pengendalian kutu hijau (Coccus viridis) pada tanaman kopi yang dilaksanakan oleh Balai Proteksi Tanaman Perkebunan tahun 2016 di Desa Giri Mekar Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung dengan menggunakan ekstrak daun nimba secara sederhana dengan konsentrasi 25 gram/liter dengan 5 kali aplikasi dengan interval 10 hari sekali yang dibarangi dengan pemupukan. Pada pengamatan awal persentase serangan kutu hijau yaitu sebesar  98,8 % (hampir semua ranting yang diamati ditemukan adanya serangan kutu), setelah dilakukan aplikasi pestisida nabati jenis ekstrak daun nimba sebanyak 5 kali,  hasil pengamatan menunjukan adanya penekanan serangan kutu yaitu turun menjadi 78,2 %, maka terdapat penurunan persentase serangan sebesar 20,6 %. Dilihat dari fisik kutu hijau di lapangan pada pohon sampel  pengamatan pada ranting masih terlihat  keberadaan kutunya akan tetapi bila di kerok dengan menggunakan kuku jari tangan kutu hijau tersebut mudah terlepas dan bila dipijit  terasa kering maka kondisi demikian  kutu hijau tersebut dalam keadaan tidak aktif/ mati sedangkan bila kondisi hidup kutu hijau bila dipijit selain basah juga akan terasa lengket pada jari tangan.

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id