BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Gubernur Jawa Barat Apresiasi Inovasi Agens Pengendali Hayati Cair Produk Balai Proteksi Tanaman Perkebunan

  Apr 10, 2017     Admin BPTP  

Pasirjati – Senin, 10 April 2017

Gubernur Jawa Barat, Bapak Ahmad Heryawan, pada Sabtu 8 April 2017 lalu melakukan kunjungan kerja ke Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP), di jalan Pasirjati Km.10, Ujungberung Bandung, Jawa Barat. Kunjungan ini meliputi berbagai rangkaian kegiatan di antaranya sambutan dari Bapak Gubernur, sambutan Bapak Arief Santosa sebagai Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, dan Bapak Dede Wahyu sebagai tuan rumah sekaligus Kepala BPTP. Diikuti dengan kegiatan utama lainnya yaitu sosialisasi produk Agens Pengendali Hayati (APH) cair dan uji cita rasa kopi khas Jawa Barat yang bertempat di Laboratorium APH dan Aula BPTP.

Pada kesempatan ini, BPTP memperkenalkan produk inovasi terbaru untuk mengatasi masalah Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) perkebunan yaitu APH cair. Produk APH Cair ini merupakan output  yang sesuai dengan pesan Bapak Gubernur, bahwa perkebunan harus mampu mengangkat perekonomian masyarakat melalui berbagai upaya dari hulu hingga ke hilir. Bapak Gubernur sangat mengapresiasi dan mengharapkan inovasi APH cair ini dapat terus dikembangkan oleh BPTP dan diperluas hingga ke tangan para petani perkebunan rakyat di Jawa Barat.

Agens Pengendali Hayati merupakan salah satu komponen pengendalian OPT yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan musuh alami/mikroorganisme antagonis bagi OPT. Balai Proteksi Tanaman Perkebunan sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), mengembangkan APH cair sebagai salah satu upaya untuk menerapkan konsep pengendalian OPT ramah lingkungan.

Agens Pengendali Hayati cair yang dikembangkan di BPTP merupakan hasil metabolisme sekunder dari mikroorganisme jamur dan bakteri antagonis. Metabolisme sekunder adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh makhluk hidup yang tidak terlibat langsung terhadap pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksinya. Singkatnya, metabolisme sekunder merupakan hasil sampingan dari suatu makhluk hidup.

Mikroorganisme jamur dan bakteri antagonis menghasilkan berbagai jenis metabolit sekunder seperti enzim, hormon, antibiotika, dan toksin. Keempat jenis metabolit sekunder tersebut mampu menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen lain dengan cara merusak materi genetiknya. Terdapat beberapa jenis mikroorganisme yang sudah dikembangkan sebagai APH cair di antaranya Trichoderma spp., Pseudomonas fluorescens, Beauveria bassiana, dan Metarrhizium sp. Balai Proteksi Tanaman Perkebunan sejauh ini sudah mengembangkan APH cair dari dua jenis mikroorganisme golongan jamur antagonis yaitu Trichoderma spp., dan golongan bakteri antagonis P. fluorescens.

Bapak Gubernur Jawa Barat mengharapkan solusi dari masalah OPT perkebunan ke depannya dapat terselesaikan melalui berbagai jenis inovasi. Beliau juga mendukung penuh pengembangan APH cair di laboratorium BPTP yang kemudian disebarluaskan untuk kebutuhan petani rakyat perkebunan di Jawa Barat.

Sumber Pustaka:

Soesanto, L. 2014. Metabolit sekunder agensia pengendali hayati: terobosan baru pengendalian organisme pengganggu tanaman perkebunan. Tersedia online pada https://www.researchgate.net/profile/Loekas_Soesanto/publication/278261729_Terobosan_baru_atasi_pengganggu_tanaman/links/557e6f5f08aec87640dc668b.pdf. diakses pada 10 April 2017.

 

Penulis : Hilda Sandra Utami, S.P.

Editor : Mochamad Sopian Ansori, S.P., M.P.

Foto : Tim Dokumentasi BPTP

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id