BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Pengendalian OPT Tembakau Menggunakan Teknologi Terbaru

  Apr 26, 2017     Admin BPTP  

Kegiatan Pengendalian OPT Tembakau yang berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) pada Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Tahun Anggaran 2017 dilaksanakan di Desa Sukanagara, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung. Pada tahun 2015 dan 2016 kegiatan serupa secara berurutan dilakukan di Desa Cikawai Kecamatan Pacet dan Desa Citaman Kecamatan Nagreg. Kegiatan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada tanaman tembakau dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan produksi. Kegiatan tahun ini diikuti oleh 20 orang petani tembakau dari kelompok tani Girimukti. Pada kesempatan ini, Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) menggunakan teknologi pengendalian hayati yang baru saja dikembangkan yaitu metabolit sekunder dari jamur Trichoderma spp. Tidak hanya metabolit sekunder saja yang digunakan, pestisida nabati dari biji mimba pun digunakan untuk perbandingan.

Kegiatan ini akan dilakukan sebanyak lima kali pertemuan setiap satu minggu sekali. Pada pertemuan pertama petugas Fungsional POPT yakni Bapak Mochamad Sopian Ansori SP., MP, melakukan sosialisasi terlebih dahulu tentang kegiatan pengendalian OPT tembakau serta manfaat dari teknologi pengendalian dengan Agen Pengendali Hayati (APH). Setelah itu dilanjutkan pemberian label dan pengamatan OPT pada sepuluh pohon contoh sebelum melakukan aplikasi metabolit sekunder jamur Trichoderma spp. dan pestisida nabati biji mimba. Kemudian dilakukan aplikasi masing-masing satu APH untuk satu kebun tembakau. Takaran yang dipakai untuk aplikasi metabolit sekunder jamur Trichoderma spp. yaitu 10ml/L air sedangkan takaran untuk aplikasi pestisida nabati biji mimba yaitu 5ml/L air. Setiap satu minggu sekali dilakukan pengamatan dan pengaplikasian APH. Untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya akan dilakukan monitoring dan evaluasi serta diskusi hasil dari pengamatan dan pengaplikasian APH.

Kelompok tani Girimukti menggunakan tanaman tembakau varietas Nani. Mereka menanam tembakau biasanya di akhir musim hujan. Pada bulan April ini umur tanaman tembakaunya rata-rata berumur satu bulan, bahkan ada yang sudah berumur tiga bulan. Tetapi ada juga yang baru berumur sekitar dua minggu. Kebanyakan anggota kelompok tani Girimukti menanam tanaman tembakau di tumpangsarikan dengan tanaman hortikultura seperti buncis, tomat, cabai, dan timun. OPT yang akan diamati selama kegiatan pengendalian ini adalah ulat, kutu daun, dan bercak daun. Saat pengamatan pertama ada beberapa daun yang berlubang, diduga akibat dari serangan ulat. Ada juga beberapa daun yang diduga terkena serangan penyakit bercak daun. Gejalanya terlihat bercak berwarna coklat pada daun. Hama kutu daun belum terlihat gejalanya pada tembakau yang berumur dua minggu dan satu bulan. Menurut kelompok tani Girimukti serangan hama kutu daun menyerang tanaman tembakau biasanya saat tanaman tembakau berumur sekitar dua bulan.

Kelompok tani Girimukti belum pernah menggunakan APH untuk mengendalikan OPT pada tanaman tembakau. Biasanya mereka menggunakan pestisida berbahan dasar zat kimia. Setelah dilakukannya sosialisasi penggunaan APH untuk pengendalian OPT pada tanaman tembakau, mereka cukup antusias untuk mencoba mengaplikasikan APH pada kebun tembakaunya. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, APH dapat terus diterapkan, dapat menurunkan serangan OPT pada tanaman tembakau sehingga dapat memberikan keuntungan bagi petani kelompok tani Girimukti.

Penulis : Anindita Arsita Putri, S.P. 

Editor : MS. Ansori, S.P., MP.

Dokumentasi : Hilda Sandra Utami, S.P.

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id