BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

PENGENDALIAN PENYAKIT KARAT DAUN KOPI dengan MENGGUNAKAN PESTISIDA NABATI EKSTRAK DAUN MAHONI

  May 03, 2017     Admin BPTP  

Oleh : Maria Wulan Purwiji Putri

Penyakit karat daun kopi merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman kopi  dan pada umumnya tanaman kopi yang terserang adalah tanaman kopi jenis arabika. Di Jawa Barat penyakit karat daun kopi banyak  dijumpai hampir di semua kebun kopi terutama pada kebun-kebun kopi yang kelembabannya cukup tinggi. Penyakit. karat daun kopi disebabkan oleh jamur Hemileia vastatrix.  Jamur  H. vastatrix termasuk parasit obligat (hanya hidup pada daun kopi yang masih hidup), diklasifikasikan ke dalam divisi Basidiomycota, kelas Urediniomycetes, ordo Uredinales, famili Pucciniaceae, dan genus Hemileia

Serangan terjadi pada daun baik daun muda maupun daun tua. Gejala serangan ditandai pada sisi bawah daun terdapat bercak-bercak yang semula berwarna kuning muda, kemudian menjadi kuning tua.  Di sini terbentuk tepung berwarna jingga cerah, yang terdiri dari urediospora jamur penyebab penyakit. Bercak yang tua berwarna coklat sampai hitam dan mengering. Setelah beberapa lama daun yang terserang gugur sehingga lama kelamaan pohon dapat menjadi gundul.

 

Pengendalian 

Pestisida nabati yang berasal dari tumbuhan merupakan salah satu  komponen PHT yang dapat digunakan  untuk mengendalikan penyakit karat daun kopi. Hasil penelitian  Sri Sukamto  tahun 2003 menunjukkan bahwa larutan ekstrak biji mahoni (Swietenia mahagoni, Meliaceae) 0,1 – 0,2 % efektif menekan  penyakit karat daun kopi.  Mahoni mengandung bahan aktif swietenin dan limonoid yang dapat menghambat perkembangan penyakit karat daun kopi (Hemileia vastatrix).

Pengendalian penyakit karat daun kopi yang dilaksanakan oleh Balai Proteksi Tanaman Perkebunan tahun 2016 di Kelompok Tani Giri Senang Desa Giri Mekar Kecamatan  Cilengkrang Kabupaten Bandung dengan menggunakan ekstrak daun mahoni konsentrasi  25 gram/liter air dengan 5 kali aplikasi dengan interval     10 hari sekali bersamaan dengan pemberian pupuk NPK, pupuk kandang, penyiangan pemangkasan dan tindakan kultur teknis lainnya.  Ternyata setelah aplikasi pestisida jenis ekstrak daun mahoni yang sudah dilakukan 5 kali menunjukkan kemampuannya untuk menurunkan serangan karat daun kopi sesuai dengan yang diharapkan. Persentase serangan karat daun kopi  pada pada  pengamatan awal  adalah sebesar 48,65 %  dan setelah  dilakukan 5 kali aplikasi menggunakan pestisida nabati ekstrak daun mahoni menunjukkan  adanya penekanan serangan karat daun kopi  sehingga persentase serangannya menurun menjadi  38,52 %. Terjadi penurunan persentase serangan  sebesar 10,13 %.

Walaupun secara visual di lapangan daun yang sudah terserang tidak dapat sembuh lagi namun dengan adanya aplikasi pestisida nabati tersebut dapat melindungi daun-daun yang baru tumbuh sehingga tidak terserang. Tidak dijumpai lagi penambahan serangan karat pada daun kopi  yang diamati dan pertumbuhan daun-daun baru sudah tidak terserang karat daun kopi. Hasil akhir dari pelaksanaan pengendalian karat daun kopi yang dibarengi dengan pemupukan, penyiangan, pemangkasan dan lain sebagainya, maka  kebun kopi  tampak  terawat dan lebih hijau segar, daun-daun  baru  mulai tumbuh dengan subur dan sehat tidak terserang karat daun kopi, dan bunga-bunga bakal buah semakin banyak.

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id