BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Biopestisida Cair Tingkatkan Kualitas Tembakau

  May 12, 2017     Admin BPTP  

BANDUNG, (PR),-

Penggunaan biopestisida bagi tanaman tembakau di Jawa Barat mampu meningkatkan kualitas hasil panen. Hal ini terlihat dari hasil uji coba pada areal tanaman tembakau di sentra produksi di Desa Sukanagara, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung baru - baru ini.

Personel Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) Dinas Perkebunan Jawa Barat, Mochamad Sopian Anshori, di Bandung, (Kamis (11/5/2017) mengatakan, melalui penggunaan biopestisida yang dibuat sendiri diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk - produk tembakau yang sampai dengan saat ini merupakan salah satu komoditas strategis di Jawa Barat. Salah satu faktor penting dalam budidaya tanaman tembakau adalah adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), diantaranya ulat, thrips, layu bakteri, bercak daun, dan Tobbaco Mosaic Virus (TMV).

"Dari hasil uji coba dan sudah dibuktikan pekebun tembakau di Soreang tersebut, hasil daunnya lebih mengkilat dan lebih tebal, sebagai pertanda kualitasnya bagus. berdasarkan kesimpulan para petani, menunjukan bahwa aplikasi metabolit sekunder Trichoderma spp. dan pestisida nabati biji nimba memiliki pengaruh yang cukup baik terhadap tanaman tembakau." ujar Sopian Anshori.

Terhadap tanaman tembakau, katanya, disosialisasikan penggunaan biopestisida dalam bentuk cair, naham - bahan dimaksud menjadi lebih efektif dan lebih mudah digunakan. perbedaan utama, agensi pengendali hayati padat/konvensional harus beradaptasi dengan lingkungan baru, sedangkan yang berbentuk cair tidak perlu beradaptasi karena cocok di berbagai kondisi lingkungan.

Dikatakan BPTP melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau melaksanakan kegiatan pengendalian hama dan penyakit pada tanamantembakau melalui penguasaan teknologi terbaru di bidang perlindungan tanaman perkebunan. Yakni, Teknologi Metabolit Sekunder Agensia Pengendali Hayati yang ramah lingkungan dan memiliki kelebihan dalam daya simpan lebih lama ketimbang dalam bentuk media padat jagung atau beras.

Cukup Signifikan

Uji coba itu dilakukan di Kelompok Tani Girimukti, pada areal tanaman tembakau milik Warman. Setelah diaplikasikannya metabolit sekunder Trichoderma spp. daun tanaman tembakau berwarna hijau terang dan lebih tebal dibandikan tanaman tembakau tanpa aplikasi teknologi.

Menurut salah seorang anggota kelompok tani Giri Mukti, pengamatan juga dilakukan pada 5 plot tanaman tembakau yang diaplikasikan pestisida nabati biji nimba. Lima kelompok petani yang menggunakan pestisida nabati biji nimba sepakat, aplikasi pestisida nabati ini mampu menekan hama penyakit, serta meningkatkan pertumbuhan tanaman tembakau menjadi lebih baik.

Hanya dalam waktu sepekan aplikasi pestisida nabati biji nimba mampu menekan hama ulat pada tanaman tembakau. Dari segi hama penyakit belum ditemukan OPT berupa kutu daun dan bercak daun tembakau.

Para petani tembakau anggota Kelompok Giri Mukti merasa dampak baik yang cukup signifikan dari kegiatan pengendalian OPT tembakau. mereka optimis, kedua jenis teknologi berbasis pengendalian hama terpadu ini mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi tembakau. (Kodar Solihat)***

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id