BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Tingkatkan Kualitas Kopi Java Preanger, BPTP Adakan Sosialisasi Pengendalian OPT

  Aug 28, 2017     Admin BPTP  

Kopi Arabika Java Preanger (KAJP) merupakan kopi yang memiliki nilai ekonomis tinggi yang banyak ditanam oleh petani. Secara garis besar terdapat dua varian Kopi Arabika Java Preanger yakni 1) Sunda Mountain yang ditanam di gugusan pegunungan Burangrang, Tangkuban Perahu, Bukittunggul, Palasari, Kasur, dan Manglayang dan 2) Bandung Highland yakni KAJP yang ditanam di wilayah Gunung Papandayan, Gunung Malabar, Gunung Cikuray, Gunung Halu, Gunung Patuha, Gunung Beser, dan Gunung Tilu.

Cita rasanya yang unik, KAJP banyak diminati berbagai kalangan masyarakat, bahkan Gubernur Jawa Barat secara khusus memberikan perhatian lebih terhadap komoditi kopi ini. Semakin gencarnya penanaman kopi di Jawa Barat, sebagai ekses dari pemberian benih gratis bantuan dari Bapak Gubernur Jabar, Balai Proteksi Tanaman Perkebunan (BPTP) melalui tugas, pokok, dan fungsinya dalam Perlindungan Tanaman Perkebunan, mendukung petani kopi Java Preanger untuk senantiasa meningkatkan kuantitas dan klualitas Kopi Java Preanger.

Terdapat berbagai macam faktor dalam upaya peningkatan mutu dan produksi seperti kualitas bahan tanam (varietas, genetik), kondisi alam (minimal 100 mdpl, curah hujan), manajemen  budidaya (persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan), pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), panen, hingga penanganan pasca panen sampai ke tangan konsumen.

Sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi BPTP yaitu melaksanakan proteksi tanaman perkebunan, maka BPTP memiliki andil dalam kegiatan pengendalian OPT di lahan perkebunan kopi.

Balai Proteksi Tanaman Perkebunan memilih satu lokasi untuk kegiatan Pengendalian OPT Kopi Arabika Java Preanger di wilayah Gunung Tilu, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Kegiatan pengendalian ini diawali dengan kegiatan survey dan sosialiasi yang diikuti oleh  35 petani Kopi Arabika Java Preanger dengan masing-masing petani memiliki kebun kopi sendiri.

Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan waspada petani akan serangan OPT serta, membantu petani dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas biji Kopi Java Preanger lebih baik.

Sosialisasi diawali dengan pengenalan OPT, pengenalan berbagai jenis OPT utama yang menyerang tanaman kopi, teknik-teknik pengendalian OPT secara hayati, serta diskusi petani dengan narasumber. Kegiatan sosialisasi ini akan dilanjutkan dengan kegiatan pengamatan OPT dan aplikasi pengendalian OPT kopi secara hayati di lapangan. Kegiatan pengamatan di lapangan bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis OPT yang menyerang tanaman kopi, menghitung persentase serangan OPT, dan menentukan teknik pengendalian OPT selanjutnya. Jenis pengendalian OPT yang direkomendasikan oleh BPTP yaitu pengendalian secara hayati menggunakan jamur Agensia Pengendali Hayati (APH) Bauveria bassiana (Bb) dan atraktan hama Penggerek Buah Kopi (PBKo).

Sebanyak 10 petani Kopi Java Preanger mengikuti bimbingan cara pembuatan dan perbanyakan Starter APH jamur B. bassiana, dan 15 petani lainnya mengikuti kegiatan sosialisasi pengamatan OPT kopi di lapangan. Sosialisasi pembuatan dan perbanyakan APH B. bassiana dilakukan dengan penyiapan media jagung pakan, penyiapan starter jamur antagonis B. bassiana, dan teknik perbanyakan pada meja isolasi. Agensia Pengendali Hayati B. bassiana akan diaplikasikan oleh petani setiap 2 minggu sekali sebanyak 4 kali pada masing-masing kebun kopi milik petani. Selain itu pengendalian lainnya adalah menggunakan atraktan hama PBKo berupa perangkap feromon. Perangkap ini dipasang di tengah-tengah 4 titik pohon kopi, kemudian diamati dan dihitung jumlah PBKo yang terperangkap setiap 2 minggu sekali.

Sementara kegiatan pengamatan dilakukan dengan menentukan sampel pohon pengamatan, menghitung serangan OPT hama PBKo, hama kutu hijau, hama ulat, dan penyakit karat daun (Hemileia vastatrix). Pengamatan hama PBKo, hama ulat, dan penyakit karat daun kopi dilakukan pada 4 ranting sesuai arah mata angin. Kegiatan pengamatan dilakukan sebelum aplikasi, berturut-turut sesuai waktu aplikasi, dan pada akhir aplikasi. Kemudian data hasil pengamatan dibandingkan pada saat sebelum dan sesudah aplikasi APH B. bassiana dan atraktan untuk hama PBKo.

Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mendukung petani dalam menurunkan intensitas serangan hama dan penyakit tanaman kopi, serta meningkatkan kesadaran petani akan penggunaan bahan-bahan hayati untuk pengendalian OPT yang lebih ramah lingkungan.

 

Penulis            : Hilda Sandra Utami, S.P.

Editor              : M. Sopian Ansori, S.P.

Foto                 : Tim Dokumentasi BPTP

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id