BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Kunjungan Penggiat Kopi Asal Korea Selatan ke BPTP

  Dec 20, 2017     Admin BPTP  

Korea merupakan salah satu benua yang memiliki penduduk konsumsi kopi terbanyak di dunia. Hampir setiap hari penduduk Korea mengonsumsi kopi sebanyak 3 - 4 gelas/hari. Sehingga mepengaruhi tingginya permintaan kopi dari Indonesia ke Korea, dimana Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia.

Pada tahun 2017 ini, permintaan ekspor kopi dari Indonesia ke Korea sebesar 9,4 juta dollar AS atau setara dengan Rp.130 miliar rupiah. Permintaan ini meningkat sebesar 50% dibandingkan dengan tahun 2016,

Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, terdapat 60 Kabupaten dari 16 Provinsi di Indonesia yang memproduksi kopi dan turut menyumbang dalam kegiatan ekspor. Salah satunya adalah Provinsi yang merupakan penghasil kopi terbesar tersebut adalah Jawa Barat,

Terkait dengan kunjungan beberapa penggiat kopi asal Korea Selatan ke Balai Proteksi Tanaman Perkebunan, diantaranya  :

  •        Lee, bekerja sebagai Produser Film, Fotografer, dan Barista sekaligus pemilik kafe kopi,
  •        Han, Chief Cheff Presiden Korea Selatan dan Penyanyi Seriosa,
  •        Grace, Pegawai Anak Perusahaan Hunday and Head, Project Officer of Corina.

Kunjungan penggiat kopi asal Korea Selatan ke Balai Proteksi Tanaman Perkebunan dilaksanakan dalam rangka study banding mengenai perkembangan kopi di Indonesia khususnya di Jawa Barat,

Hal-hal yang disampaikan kepada peserta, diantaranya adalah Balai Proteksi Tanaman Perkebunan memiliki peran penting terhadap perlindungan tanaman kopi terutama dalam hal penanggulangan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan pada tanaman perkebunan kopi. Peran ini sudah barang tentu sangat menunjang terhadap peningkatan produksi dan kualitas kopi di Indonesia,

Menurut Ms. Grace, banyak penduduk Korea yang setiap hari mengonsumsi kopi termasuk dirinya sendiri dan kedua temannya tersebut. Namun, kendala yang dihadapi saat ini di Korea adalah masih banyak konsumen kopi yang tidak percaya bahwa produk kopi organik yang mereka konsumsi benar-benar organik. Hal ini dikarenakan belum ada petani di Korea yang menanam kopi, terlebih lagi kopi yang ditanam dari input / bahan organik,

Setelah melalui penjelasan mengenai Tugas Pokok dan Fungsi BPTP, serta berbagai pemaparan kegiatan di lapangan, ketiga penggiat kopi ini semakin terbuka pemikirannya. Yang pada intinya mereka mempercayai berbagai wilayah di Indonesia, khususnya Jawa Barat memproduksi produk kopi organik. Hal ini dikarenakan ketiga penggiat kopi tersebut melihat produk pengendalian OPT berbahan dasar organik yaitu Biopestisida Cair yang berasal dari Agens Pengendali Hayati (APH) baik jamur maupun bakteri. Selain hal tersebut, berbagai jenis kegiatan di BPTP seperti sosialisasi pengendalian OPT dan konsep penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) juga sudah diterapkan di masyarakat tani perkebunan.

Selain hal tersebut di atas, ketiga penggiat kopi setelah mencicipi kopi yang dihidangkan, nampaknya sangat menyukai produk kopi olahan yang berasal dari Pegunungan Kopi Arabika Java Preanger (KAJP), diantaranya kopi Arabika Gunung Halu, karena cita rasa dari salah satu kopi khas Jawa Barat memiliki rasa yang enak, gurih dan asam,

Baik Ms. Grace, Mr. Han maupun Mr. Lee akan berupaya semaksimal mungkin untuk meyakinkan para konsumen kopi di Korea bahwa kopi organik benar dihasilkan melalui proses yang organik. Terutama  Mr. Han yang bekerja sebagai Kepala Juru Masak Presiden, memiliki peluang besar untuk meyakinkan presiden akan kopi organik.

Dengan demikian, maka hal ini menjadi salah satu bentuk dukungan besar bagi BPTP Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat dalam membantu petani kopi Jawa Barat dibidang perlindungan tanaman terutama dalam hal terciptanya kebun kopi sehat dan menghasilkan produk kopi organik yang ramah konsumsi, untuk itu, maka salah satu kegiatan dalam mengendalikan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dengan menerapkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang salahsatunya adalah dilaksanakan dengan cara hayati, yaitu menggunakan Agens Pengendali Hayati.

 

Oleh : Hilda Sandra Utami, SP.

Editor : Dede Wahyu, SP. MP

Fotografer : Tim Dokumentasi BPTP

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id