BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Kegiatan Pelatihan dan Pengembangan APH Cair pada KT Papandayan Berjaya Desa Karamatwangi Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut

  Jul 25, 2019     Admin BPP  

Saat ini perkembangan pengendalian tanaman kopi di Indonesia telah didominasi oleh pengendalian secara kimiawi. Hal ini akan memberikan dampak buruk terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman kopi maupun keadaan lingkungan di sekitarnya. Masih banyak para petani kopi yang kurang memahami dampak buruk dari penggunaan pestisida kimiawi, karena para petani masih beranggapan bahwa pengendalian secara kimiawi merupakan cara paling praktis dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Meskipun praktis tetapi dampaknya akan terasa dalam beberapa tahun ke depan. Lingkungan sekitar pertanaman akan banyak mengandung residu kimia dan tingkat kesehatan tanah menjadi menurun.

Setelah melalui proses penelitian yang panjang, telah ditemukan beberapa penemuan agensia hayati yang dapat mengendalikan hama penyakit pada pertanaman kopi dan memiliki efek promoting yang dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan tanaman kopi. Selain itu juga masih sedikit petani yang mengetahui tentang pemanfaatan agensia hayati. Hal ini terjadi karena kurangnya sosialisasi dan informasi pengetahuan. Maka dari itu pemanfaatan agensia pengendali hayati dinilai efektif untuk dilakukan.

Pada tanggal 11 Juli 2019, Balai Perlindungan Perkebunan telah melaksanakan kegiatan pelatihan dan perbanyakan APH (Agensia Pengendali Hayati) cair pada kelompok tani Papandayan Berjaya, Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Satuan Pelayanan Perlindungan Tanaman Kabupaten Garut. Kegiatan ini merupakan kegiatan pelatihan yang ke 3 sekaligus sebagai penutup kegiatan pelatihan dan pengembangan APH cair di tahun ini.  Kegiatan pelatihan ini disampaikan oleh petugas fungsional POPT dan brigade proteksi tanaman, yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang pengendalian OPT kopi tanpa menggunakan pestisida kimiawi.  Pemanfaatan APH cair juga memiliki keuntungan, yaitu bersifat ramah lingkungan dan dapat menghemat biaya.

Salah satu agensia hayati yang digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah Trichoderma. Trichoderma merupakan salah satu jenis jamur yang dapat mengendalikan patogen pada tanaman. Jamur ini merupakan salah satu jamur yang paling kuat diantara jamur lainnya. Maka dari itu, banyak sekali penelitian yang telah membuktikan bahwa keefektifan jamur ini sebagai pupuk hayati dan antagonis patogen tidak diragukan lagi. Perbanyakan jamur ini dilakukan dengan mencampurkannya pada larutan yang telah berisi campuran sisa air cucian beras, air kelapa, dan gula pasir. Komposisinya adalah 4 L air cucian beras berbanding 1 L air kelapa. Campuran sisa air cucian beras, air kelapa, dan gula pasir  sebelumnya harus direbus terlebih dahulu hingga mendidih, kemudian setelah dingin, baru memasukkan biakkan jamur trichoderma. Jamur ini akan berkembang dan bisa diaplikasikan ketika rutin dikocok selama 7 sampai 14 hari. Jamur Trichoderma yang sudah diaplikasikan pada tanaman kopi akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan patogen. Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan pelatihan dan pengembangan APH cair, diharapkan para petani bisa mengembangkan pembuatan APH cair pada masing-masing kelompok dan rutin mengaplikasikannya pada tanaman kopi mereka, sehingga nantinya akan dapat mengurangi penggunaan pestisida kimiawi dan menjaga lingkungan agar terbebas dari residu pestisida kimia.

Penulis : Gustian Aditia

Editor : MS. Ansori

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id