BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Survei Serangan OPT Tanaman Kelapa Di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut

  Apr 12, 2016     Admin BPTP  

Oleh : Yuda Muhammad Zaelani, SP.

Garut - Menindaklanjuti Surat Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Garut perihal bantuan indentifikasi pengamatan OPT pada tanaman kelapa, kegiatan dilaksanakan selama 1 (satu) hari yaitu pada hari Sabtu tanggal 26 Maret 2016 Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Balai Proteksi Tanaman Perkebunan melaksanakan survei lokasi sekaligus melakukan pengamatan pada OPT kelapa. Petugas yang melaksanakan kegiatan ini Kepala BPTP, Kasi Pengembangan Teknologi PHT, POPT UPTD BPTP, THL UPTD BPTP dan Petugas UPTD Perkebunan Pamengpeuk Kab. Garut. Kelompok tani yang ditemui yaitu kelompok tani Mekartani, lokasi di Desa Karyasari Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut.

Hasil pelaksanaan kegiatan :

1. Berdasarkan hasil koordinasi/keterangan dari petugas UPTD Perkebunan Pameungpeuk Dinas Perkebunan Kabupaten Garut yaitu :

  • Kerusakan tanaman kelapa akibat serangan OPT, terjadi sejak musim kemarau tahun 2015
  • Jenis OPT pada tanaman kelapa yang paling dominan adalah hama kumbang perusak janus kelapa, yaitu Brontispa longissima sedangkan serangan penggerek pucuk kelapa yaitu Orictes rhynoceros dan ulat Hidari irava tidak begitu menghawatirkan.
  • Baik produksi kelapa maupun nira kelapa menurun, kerugian akibat dari serangan hama tersebut di atas, diperkirakan mencapai 50%.

2. Kunjungan ke Kelompok Tani Mekartani,

  • Ketua  : Jajat Kosim
  • Sekretaris   : Mulyati
  • Bendahara    : Endang
  • Jumlah Anggota  : 26 Orang
  • Produksi yang dihasilakan dari tanaman kelapa dijual dalam bentuk butiran kelapa dengan harga Rp. 750,- per butir dan Penyadapan nira kelapa yang digunakan sebagai bahan baku Gula merah kelapa, harga jula gula merah, sebesar Rp. 15.000,- per kg.
  • Menurut pengakuan dari Ketua Kelompok Tani Mekartani, sejat terjadinya serangan OPT, baik produksi kelapa maupun produksi nira terus menurun.
  • Semula kami menduga kerusakan pelepah daun kelapa diakibatkan oleh terpaan angina laut panas, namun setelah pembinaan dari petugas Sub Unit Perlindungan Tanaman dan UPTD Perkebunan Pameungpeuk ternyata kerusakan daun kelapa diduga akibat adanya serangan hama Brontispa longissima dan hama penggerek pucuk kelapa yaitu Oryctes rhinoceros.

3. Penijauan ke lokasi OPT pada tanaman kelapa

  • Penanaman tanaman kelapa bervariasi, mulai dalam 1 hamparan samapi dengan penanaman yang sporadis namun lokasinya berdekatan
  • Jarak tanam tidak beraturan
  • Luas areal tanaman kelapa terserang OPT diperkirakan, seluas ±15 Ha.
  • Dari Hasil pengamatan/identifikasi pada pohon kelapa yang disampel, jenis OPT yang menyerang pada tanaman kelapa antara lain : Hama Brontispa longissima, hama penggerek pucuk kelapa (Oryctes rhinoceros) dan ulat Hidari irava. Serangan yang paling dominan, adalah serangan hama Brontispa longissima dengan intensitas serangan berat.

4. Gejala serangan hama Brontispa longissima

  • serangan hama Brontispa longissima pada tanaman kelapa perlu dikenali untuk menghindari kerusakan dan kehilangan hasil yang bisa mencapai 50% serta kemtian tanaman muda.
  • Kumbang menyerang pucuk melalui jalan masuk pelepah muda yang belum terbuka penuh. Kumbang tersebut bisa ditemukan pada bagian dalam lipatan pinak daun atau di antara pinak - pinak daun yang menggerek lapisan epidermis sehingga menimbulkan bercak - bercak coklat memanjang dalam suatu garis lurus. Garis - garis tersebut sejajar dengan satu dengan yang lainnya dan serangan terus menerus menyebabkan bercak - bercak ini kemudian menyatu sehingga daun mengeriput dan setelah pelepah terbuka penuh daun kelihatan seperti terbakar

Pelepah Kelapa yang terserang Brontispa longissima

  • Kumbang betina akan bertelur dan menghasilkan larva, kemudian larva berkembang menjadi pupa dan imago. Larva dan Imago merupakan tahap perkembangan yang paling merusak.

 

Larva Brontispa Longissima

 

Imago Brontispa Longissima

 

  • Serangan Brontispa longissima dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain dalam hama itu sendiri dan faktor luar seperti iklim, makanan dan hayati
  • Hama Brontispa longissima dapat melangsungkan satu siklus hidup dari telur, larva, pupa hingga deasa selama 3 (tiga) sampai 4 (empat) bulan dan seekor betina bisa menghasilkan telur sebanyak 50 – 100 butir telur
  • Peningkatan populasi Brontispa longissima sering terjadi pada musim panas di bandingkan pada musim hujan. Hal ini dimunngkinkan disebabkan oleh kecepatan melangsungkan hidupnya terjadi lebih cepat pada musim panas. Hal ini adalah pada musim hujan banyak hama yang mati karena serangan musuh alami khususnya entomopatogen.
  • Pada waktu musim penghujan membantu tanaman dalam mengasilkan pelepah baru sebagai sumber makanan pada saat musim kering tiba. Sifat hama yang cenderung berhubungan dengan daun yang belum terbuka penuh dan tidak menyukasi cahaya merupakan salah satu strategi Brontispa longissima untuk mempertahankan diri.
  • Karakter ini membuat hama sulit dideteksi keberadaannya oleh petani atau yang belum mengetahui sarang hama ini sehingga hama bisa berkembang biak dengan leluasa menghasilkan dalam jumlah besar. Musuh alami pun tidak dengan mudah bisa menyerang hama yang berada di dalam lipatan pihak daun apalagi lipatan yang masih berlekatan erat satu dengan lainnya.
  • Faktor lain yang menunjang kelangsungan hidup Brontispa longissima adalah tanaman inang maka semakin baik kemampuan suatu hama untuk mempertahankan diri di alam. Selain kelapa, hama ini menyerang juga pinang, sagu, dan lain - lain.
  • Makin tua umur tanaman kelapa maka makin kurang serangan hama itu. Tanaman yang berumur 8 - 10 tahun biasanya tidak diserang lagi, namun kenyataan sekarang ini bahwa hama ini bisa menyerang mulai dari tanaman di pembibitan sampai tanaman tua.

5. Komponen pengendalian hama Brontispa longissima yang dapat diterapkan, adalah penerapan PHT, yaitu :

  • Pengendalian dengan cara mekanis
  • Pengendalian dengan cara kultur teknis,
  • Pengendalian dengan cara hayati

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id