BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Pengendalian ekplosif brontispa longissima di Desa Karyasari Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut

  Apr 18, 2016     Admin BPTP  

Garut – Rabu tanggal 13 April 2016 Tim Brigade Proteksi Tanaman melaksanakan pengendalian hama Brontispa longissima di Desa Karyasari Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut. Kegiatan pengendalian tersebut berdasarkan hasil dari pengamatan dan analisa serangan hama Brontispa longissima yang dilaksanakan oleh Tim Brigade Proteksi Tanaman Perkebunan pada sebelumnya. Kegiatan dilaksanakan selama 1 (Satu) hari.

Kegiatan dilaksanakan di Kelompok Tani Mekartani Desa Karyasari Kecamatan Cibalong Kabupaten Garut pada koordinat N 7° 19’ 25” – E 107° 46’ 29” dengan ketinggian 4 m dpl, suhu udara 26 - 27° C dengan kecepatan angin 10 kph.

Kegiatan diikuti diikuti oleh 10 orang anggota kelompok tani Karya Tani. Usahatani perkebunan yang dikelola oleh Kelompok Tani Karya Tani dengan komoditi kelapa, luas areal tanaman kelapa yang dikelola seluas 25 ha.

Usia tanaman kelapa rata-rata > 30  tahun, populasi tanaman berkisar, 100 pohon per ha. Varietas tanaman kelapa yakni jenis kelapa dalam. Produksi yang dihasilakan dari tanaman kelapa dijual dalam bentuk butiran kelapa dengan harga Rp. 750,- per butir dan penyadapan nira kelapa yang digunakan sebagai bahan baku gula merah kelapa, harga jual gula merah, sebesar Rp. 15.000,-per kg. Menurut pengakuan dari ketua kelompok tani mekartani, sejak terjadinya serangan OPT, baik produksi kelapa maupun produksi nira terus menurun.

 

Sebagaimana diketahui bahwa serangan Brontispa longissima merupakan salah satu hama perusak janur yang dilaporkan pertama kali di kepulauan Aru pada tahun 1885. Kerusakan yang ditimbulkan hama ini dapat menimbulkan kerugian hingga 30-40% per pohon. Gerakan pengendalian hama Brontispa pada tanaman kelapa, cara pengendaliannya dan dampak terhadap tanaman. Untuk langkah pengendalian hama kelapa menggunakan metode pengendalian secara mekanis dan kimiawi. Dalam pelaksanaan gerakan dibagi 2 (dua) kelompok:

  1. Kelompok 1 melakukan pengeboran terhadap tanaman kelapa yang terserang Brontispa longissima dengan kategori ringan, sementara untuk kategori berat tidak dilaksanakan pengendalian mengingat tanaman sudah mati.
  2. Kelompok 2 melakukan pengendalian dengan cara menginfus akar tanaman kelapa yang terserang hama dengan menggunakan insektisida sistemik berbahan aktif karbofuran dengan dosis 10 cc/pohon.

Bantuan stimulan pestisida sistemik yaitu Marshall 200 EC. Petugas POPT juga menghimbau kepada para petani untuk mengantisipasi meluasnya serangan hama kelapa kepada semua petani yang terhimpun dalam Kelompok tani agar lebih waspada terhadap OPT kelapa antara lain: Oryctes rhinoceros, Artona catoxantha, dan Hidari irava. Serangga hama ini akan lebih aktif melakukan serangan ketika musim kemarau. Pengamatan dilakukan terhadap tanaman kelapa yang telah ditandai dan akan diberikan perlakuan dengan insektisida kimiawi.

Sebelum melaksanakan pengendalian, petugas BPTP mempersiapkan peralatan yang diperlukan dalam tindakan pengendalian Brontispa olingissima, diantaranya adalah :

  1. Mempersiapkan mesin bor dengan mengisikan bahan bakar dan memanaskan mesin
  2. Memasang mata bor dengan baik
  3. Melakukan percobaan pengeboran pada tanaman sebagai contoh kepada petani yang tergabung pada kelompok 1.

Kelompok 1 melaksanakan pengeboran pada tanaman kelapa yang terserang serangga hama Brontispa olingissima dengan menggunakan mesin bor dengan langkah-langkah sebagai berikut :

 

  1. Membuat lubang pada batang kelapa dengan bor pada ketinggian ± 1 m dari tanah. Ukuran bor ialah bergaris tengah 1 – 1,5 cm sedalam ± 5 – 10 cm. lubang harus dibuat miring ke bawah agar insektisida yang dimasukkan tidak tercecer ke luar (± 45°).
  2. Lubang supaya lebih banyak memotong pembuluh dibuat miring ke luar.

Kelompok 2 kemudian melaksanakan kegiatan sebagai berikut:

  1. Memasang label peringatan dan nomor pohon yang diberikan perlakuan insektisida kimia
  2. Menyuntikkan insektisida sistemik berbahan aktif Karbosulfan dengan dosis 10 cc/pohon.
  3. Insektisida yang dimasukkan kedalam lubang tersebut adalah cairan pekat (tanpa dilarutkan dalam air).
  4. Karena sifatnya sistemik, maka Brontispa olingissima diperkirakan mati setelah 4-5 hari.
  5. Lubang setelah disuntikkan insektisida dapat ditutup dengan pasak yang bila perlu untuk pemberian ulangan dapat dilepas lagi. Ulangan perlu dilakukan setelah 2 minggu.

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id