BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Kopi Robusta Tegalwaru Disiapkan Jadi Unggulan

  Apr 26, 2016     Admin BPTP  

Melesatnya bisnis kopi asal Jawa Barat membuat banyak potensi bermunculan. Jika sebelumnya masih terdominasi jenis arabika di pergunungan, kini pun bertambah dari jenis robusta yang menjadi andalan di kawasan yang lokasinya lebih rendah.

Adalah produk kopi robusta asal Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang yang telah memiliki segmen pasar tersendiri dalam perdangan komoditas tersebut di Indonesia. Peran Komoditas kopi di Tegalwaru pun menjadi salah satu urat nadi ekonomi masyarakat Desa Mekarbuana dimana areal tanaman kopi di Tegalwaru ada seluas 233 Hektare terbagi pada lahan masyarakat lahan kuhutanan Perun Perhutani melalui pengelolaan hutan bersama masyarakat, serta pada lahan milik Kostrad.

Sejumlah petani dan perangkat Desa Mekarbuana menyebutkan selama ini kopi robusta asal daerah mereka lebih dikenal para pembeli karena dijual di Jonggol, Kabupaten Bogor, sebagian jalur terdekat pemasaran. Namun, soal asal tempatnya yaitu di Desa Mekarbuana yang dikenal sebagai sentera kopi di kecamatan Tegalwaru, belum memunculkan identitasnya.

Keberadaan populasi tanaman kopi robusta di Tegalwaru merupakan salah satu komoditas kultur masyarakat setempat. Ini lebih kepada tipologi ketinggian desa Mekarbuana, yang dibawah 700 meter permukaan laut sehingga lebih cocok untuk pembudidayaan tanaman kopi robusta.

Pada pertemuan sejumlah organisasi perangkat daerah Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Karawang yang dimotori BPMPD Jawa Barat dan di awali Koordinator Penyuluh Bakorluh Provinsi Jawa Barat Arifin, bersama kelompok petani kopi, di Balai Desa Mekarbuana ,Selesai (19/4/-2016), muncul usulan nama ikon “Sarirasabuana” sebagai pengenal dari Desa Mekarbuana. Informasi dimana produktifitas tanaman kopi robusta di desa tersebut rata-rata 8 kuintal berasan kering pemusim dengan harga Rp.15.000-Rp.20.000/kg. Selama ini proses pascapanen sudah dapat dilakukan dikebun atau pun dikawasan hutan tempat populasi tanaman kopi robusta terdapat.

Menurut ketua Poslubdes Mekarbuana Oib Ibrahim, senanda Ketua Gapokta Buana Tani Enim, selain kemampuan peningkatan produktifitas dan kualitas panen kopi agar harga jualnya lebih baik, yang diarahkan kepada pemetikan secara disiplin dan hanya diambil yang sudah matang atau berwarna merah. Para petani kopi Desa Mekarbuana juga berharap ada ikon bagi kopi Tegalwaru tersebut juga sebagai “kopi hallal”.

Menurut Oib dan Enim, sejak dua bulan sebelum panen, yang di prediksi Mei atau Juni, kopi robusta Tegalwaru sudah banyak peminatnya, dimana para pengepul sudah siap dana untuk membeli hasil panen. Beberapa petani kopi merasa sangat terbantu dengan adanya sejumlah tengkulak, apalagi banyak tengkulak dadakan sehingga menjadi banyak.

Sejumlah petani di Desa Mekarbuana senada yang mengatakan diinginkan adalah peningkatan  sinergi antara para pengepul dan para petani kopi agar semakin saling menguntungkan. Para tengkulak kopi di Tegalwaru dirasakan sebagai sahabat para petani apalagi belum pernah menekan harga, sehingga dirasakan keterkaitan.

Disebut Oib, populasi tanaman kopi robusta di Desa Mekarbuana sudah ada sejak lama, tetapi sejak tahun 2000 jumlahnya meningkat, hanya menananmnya secara ceb-cul karena hanya memanfaatkan biji-bijian kopi yang menjadi benih dari sejumlah pohon yang sudah ada.

Namun kini perlakuan tanaman kopi robusta di Desa Mekarbuana menjadi lebih intensif, apalagi sudah ada bantuan bibit yang berkualitas dari Pemkab Karawang sejak Desember 2015 dan alat alat pasca panen sampai roasting. Para penyuluh perkebunan menjadi harapan bagi petani kopi, untuk menghaasilkan usaha yang lebih baik.

Begitu pula dalam diskusi Bakorluh Jawa Barat itu, disebut sebut didorong terbentuknya semacam asosiasi untuk menguatkan posisi para petani kopi Tegalwaru ataupun para petani kopi robusta Jawa Barat secara umum.  Paling tidak, untuk menciptakan kekompakan, dan menghindari terjadinya “banting harga” karena bisa berdampak melemahkan posisi kopi robusta asal Jawa Barat.

Dalam diskusi bersama para petani kopi Desa Mekarbuana tersebut, Arifin berharap para petani lebih antusias untuk berkonsultasi, baik dengan penyuluh, dinas pekebunan, maupun dinas Indag. ‘’Sing aleus” karena masyarakat desa tak bodoh tapi hanya kurang informasi. Kami sedang mengembangkan pos penyuluhan tingkat desa yang dilengkapi teknologi informasi pemasaran secara online,” ujar Arifin.

Sejumlah perwakilan OPD dari provinsi Jawa Barat juga berharap para kelompok petani saling termotivasi saling menunjukan keberhasilan jika ingin memperoleh bantuan atau fasilitas dari pemprov Jawa Barat. Tujuannya, agar pemerintah provinsi Jawa Barat dapat membantu petani sesuai kebutuhan petani.

 

 

Sumber Dari Koran Pikiran Rakyat edisi 20 April 2016

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id