BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Formulasi Trichoderma spp. Bentuk Tablet Untuk Mengendalikan Penyakit Busuk Buah Phytoptora palmivora Pada Tanaman Kakao

  May 17, 2016     Admin BPTP  

oleh Reza Dwi Nurdina,SP    

   Kakao merupakan salah satu tanaman perkebunan yang banyak diusahakan oleh petani. Pertumbuhan permintaan kakao dunia sekitar 4 juta ton per tahunnya. Laju permintaan kakao yang tinggi harus diimbangi oleh produksi biji kakao Indonesia. Produktivitas biji kakao Indonesia hanya 500-600 kg per hektare. Penurunan produksi kakao salah satunya disebabkan oleh gangguan Hama Penyakit Tanaman. Penyakit busuk buah (pod rot) disebabkan oleh jamur Phytophthora palmivora, yang menyerang dan menginfeksi buah kakao. P. palmivora merupakan salah satu patogen penyebab penyakit penting pada tanaman kakao. Patogen ini dapat menyebakan penyakit busuk buah, kanker batang, dan hawar daun yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tanaman kakao bahkan dapat menurunkan produksi buah kakao. Gejala serangan P. palmivora pada buah kakao telah diketahui adanya busuk pada bagian bawah atau pangkal buah yang akan menyebar. Penyakit ini dapat membuat buah kakao menjadi busuk sampai pada biji kakao, hal ini menyebabkan kerugian karena dapat menurunkan produksi. Kehilangan produksi yang diakibatkan oleh penyakit ini di seluruh dunia dapat mencapai 10 – 80%. Intensitas serangan P. palmivora dapat mencapai 85% pada daerah yang mempunyai curah hujan yang tinggi, dan menimbulkan kerugian lebih 20- 40%, dan bahkan menyebabkan kematian pohon kakao tersebut 10% per tahun.

   Penggunaan agen hayati berupa jamur antagonis seperti Trichoderma spp. untuk mengendalikan beberapa jamur penyebab penyakit tanaman, memberi harapan untuk dikembangkan di lapangan. Penggunaan jamur Trichoderma spp. sebagai agen hayati yang efektif untuk mengendalikan berbagai patogen dalam tanah. Aplikasi agen hayati dalam formulasi kering, seperti bentuk tablet, bulat, butiran, tepung, dan lain-lain, dinilai lebih memudahkan agen hayati tersebut disuplai dari produsen kepada petani, memudahkan aplikasinya dilapangan terutama dalam skala besar dan agen hayati dapat bertahan lama.

   Pembuatan formulasi tablet menggunakan campuran tepung tongkol jagung, dedak halus dan tepung ketan, yang kemudian diinokulasikan dengan biakan murni inokulum Trichoderma spp. Setelah itu dicetak dalam bentuk tablet dan dinkubasi selama 6 hari. Aplikasi pengendalian P.palmivora dengan cara memberikan dosis 4 tablet yang kemudian diencerkan dengan air dan disemprotkan pada buah yang terinfeksi. Penggunaan Trichoderma spp. dalam bentuk tablet dapat menghambat luas menghambat luas bercak P.palmivora pada buah kakao, dengan daya hambatnya mencapai 99,99%. Mekanisme penekanan oleh Trichoderma spp. terutama melalui mikoparasitisme (menimbulkan lisis pada hifa P. palmivora) dan agresivitas pertumbuhan (laju pertumbuhan yang paling cepat) dibanding patogen. Tingkat kompetisi Trichoderma spp. yang tinggi menyebabkan persaingan terhadap ruang dan nutrisi lebih cepat sehingga patogen akan tersisih dan selanjutnya akan mengalami kematian.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 Asrul. 2009. Uji Daya Hambat Jamur Antagonis Trichoderma spp. Dalam Formulasi Kering Berbentuk Tablet Terhadap Luas Bercak Phytophthora Palmivora Pada Buah Kakao. Jurnal Agrisains Vol 10 (1) 21:27. Available on http://download.portalgaruda.org/article.php?akses tanggal 16 Mei 2016.

 Sriwati,R & R. Muarif. 2012. Characteristic Symptoms Of Phytophthora Palmivora On Cocoa Leaves. Jurnal Natural Vol 12 (2). Available on http://jurnal.unsyiah.ac.id/index.php/natural/article/view/834 akses tanggal 16 Mei 2016.

 

 

 

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id