BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Potensi Pestisida Nabati Daun Ramayana (Cassia spectabilis) Dalam Pengendalian Hama Tanaman Kopi

  May 17, 2016     Admin BPTP  

oleh Reza Dwi Nurdina,SP

    Permintaan produk perkebunan yang bebas dari residu bahan kimia berbahaya akhir-akhir ini semakin meningkat, termasuk di dalamnya bebas dari residu pestisida kimia. Mengingat dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan pestisida sintetik, maka perlu dicari komponen pengendalian hama terpadu (PHT) yang dirasa aman, efektif dan murah untuk menyusun pengelolaan OPT pada tanaman perkebunan.

   Tanaman ramayana saat ini digunakan sebagai tanaman penaung pada perkebunan kopi dan merupakan spesies suku Leguminosae. Penggunaan pestisida nabati dari tanaman Ramayana (Cassia spectabillis) di Indonesia belum pernah dilaporkan. Di Kenya penggunaan tanaman ramayana sebagai pestisida nabati digunakan dalam pengendalian hama rayap. Kandungan senyawa dalam tanaman ramayana (C.spectabilis) adalah senyawa hidroxyanthraquinone dan anthraquinone yang bersifat pestisida karena berfungsi sebagai senyawa bersifat toksik terhadap reproduksi dan perkembangan serangga.

1. Alat dan bahan

Alat yang dipergunakan diantaranya pisau rajang, alat semprot knapsack sprayer , kain halus, alat pengaduk. Bahan yang digunakan 2 kg daun Ramayana muda dan detergen.

2. Pestisida nabati dibuat dengan cara

  • 2 kg daun ramayana muda dicuci terlebih dahulu kemudian dirajang
  • Hasil rajangan direndam dalam 20 l air
  • Larutan pestisida nabati dibiarkan (diinkubasikan) selama 4 hari, ditutup
  • Larutan diaduk setiap hari untuk menghindari penguapan gas
  • Setelah 4 hari, larutan hasil perendaman disaring dengan menggunakan kain halus

3. Aplikasi

  • Larutan pestisida nabati 30 ml diaplikasikan dengan cara dicampur dengan satu liter air dan diberi deterjen dengan 0,5 gram deterjen per liter larutan
  • Penyemprotan perlakuan menggunakan alat semprot knapsack sprayer punggung
  • Penyemprotan larutan diarahkan pada buah-buah kopi pada cabang primer dan sedikit diarahkan pada daun kopi
  • Diaplikasikan sebanyak empat kali dengan interval satu bulan, cukup efektif dalam mengendalikan hama penggerek buah kopi (PBKo, Hypothenemus hampei) dan kutu putih (Planococcus citri).

DAFTAR PUSTAKA

Prawoto, A.,A.M.Nur.,S.W.A Soebagio & M. Zaubin. 2006. Uji Alelopati Beberapa Spesies Tanaman Penaung Terhadap Bibit Kopi Arabika (Coffea arabica L.). Pelita Perkebunan Col 22(1), 1-12. Available online at http://iccri.net/download/Pelita%20Perkebunan/vol_22 (akses tanggal 17 Mei 2016).

Wiryadiputra,S. 2006. Keefektifan Pestisida Nabati Daun Ramayana (Cassia spectabilis) dan Tembakau (Nicotiana tabacum) Terhadap Hama Utama Tanaman Kopi dan Pengaruhnya Terhadap Arthropoda Lainnya. Pelita Perkebunan Vol 22(1), 25-39. Available online at http://iccri.net/download/Pelita%20Perkebunan (akses tanggal 17 Mei 2016).

 

 

 

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id