BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Sosialisasi Kegiatan Pengendalian OPT Tembakau di Kabupaten Garut

  Jun 08, 2016     Admin BPTP  

oleh Reza Dwi Nurdina, SP.

  Tembakau (Nicotiana tabaccum), merupakan salah satu komoditas strategis di Jawa Barat. Luas areal tanaman tembakau di Jawa Barat seluas 9.973 Ha dengan total produksi 8.872 ton/ha/tahun. Tembakau menjadi komoditas andalan perkebunan daerah dan secara ekonomi dapat diandalkan dalam menunjang kesejahteraan masyarakat dan pembangunan di daerah. Usaha Perkebunan tembakau merupakan usaha padat karya karena penyerapan tenaga kerja dibidang usaha tani tembakau akan lebih banyak jika dibandingkan dengan pertanian padi, pertanian tembakau memerlukan tenaga kerja hampir tiga kali lipat.

  Komoditas tembakau telah dikenal oleh sebagian besar pelaku usaha perkebunan khususnya sebagai bahan baku pembuatan rokok. Sebagai komoditas yang produknya memiliki keuntungan dipasaran juga dianggap merugikan karena mempunyai dampak epidemiologi terhadap kesehatan, perilaku yang tidak ”bermanfaat”, dan aspek sosial yang lain. Gerakan anti rokok yang dipelopori oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) semakin terasa tekanannya terhadap perkembangan tembakau dan industri rokok nasional.

  Pemerintah Indonesia sudah mengantisipasi hal tersebut dengan berbagai regulasi. Pada tahun 1999 pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 81 tahun 1999 jo PP. 38 Tahun 2000 tentang pembatasan kadar tar dan nikotin dalam rokok, yaitu masing-masing 20 mg dan 1,5 mg per batang. Di lain pihak produksi rokok Indonesia utamanya rokok kretek pada umumnya mengandung nikotin dan tar di atas ketentuan. Untuk mendukung kelangsungan agribisnis dan agroindustri tembakau perlu perbaikan subsistem produksi yang didukung dengan teknologi dan perbaikan sumberdaya pertanian. Melalui pemuliaan tanaman dapat dilakukan perbaikan sifat genetik tanaman sesuai kebutuhan pengguna, yaitu petani dan industri rokok.

  Dalam dunia pertanian tembakau dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pestisida nabati. Tembakau memiliki kandungan senyawa aktif seperti terpenoid. Terpenoid memiliki rasa yang pahit dan bersifat antifeedant yang dapat menghambat aktivitas makan serangga. Hal ini sesuai dengan sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan perundang undangan terkait dengan pemanfaatan pestisida nabati dalam penyelenggaraaan sistem budidaya tanaman yang berwawasan lingkungan.

  Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan sosialisasi dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan pengendalian OPT pada tanaman tembakau. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari pada tanggal 24 Mei 2016. Lokasi kegiatan Sosialisasi dilaksanakan di Desa Karang Tengah, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut. Kelompok tani yang dikunjungi adalah kelompok Tani Hegarmanah yang diketuai oleh Bpk. Ijad Suherman dengan jumlah anggota sebanyak 25 orang.

  Terkait dengan hal tersebut, maka sebelum pelaksanaan kegiatan pengendalian OPT pada tanaman tembakau perlu diberikan pengetahuan dan keterampilan tentang prinsip PHT yaitu ; Budidaya Tanaman Sehat; Pelestarian dan Pemanfaatan Musuh Alami; Pengamatan Rutin dan Petani menjadi Ahli PHT.

Hal lain yang disampaikan kepada peserta kegiatan pada acara sosialisasi, adalah :

  1. Pengenalan OPT penting pada tanaman tembakau,
  2. Pengamatan OPT pada tanaman tembakau
  3. Teknis pengendalian OPT pada tanaman tembakau dengan pestisida nabati nimba
  4. Teknis pembuatan ekstrak pestisida nabati biji Nimba
  5. Penentuan pohon sampel yang akan diamati
  6. Teknis skoring tanaman sampel 

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id