BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Pengajian Rutin Bulanan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat

  Aug 05, 2016     Admin BPTP  

oleh Reza Dwi Nurdina, SP. 

Bandung – Jumat, 2 Juni 2016 bertempat di Aula Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat diselenggarakan acara pengajian rutin bulanan dengan penceramah Bapak Dr. K.H.’Athian Ali Muhammad Da’I, Lc., MA. Ceramah tersebut berisi tentang cermin keimanan seseorang. Iman menghidupkan jiwa seorang hamba sehingga ia senantiasa merasa bersama Allah swt. Bukan iman yang semata diucapkan dengan lisan, namun juga dalam hati dan dibenarkan dalam perbuatan. Menanti datangnya bulan Ramadan dengan penuh rasa syukur bahwasanya tidak semua orang diberikan kesempatan ini. Di bulan Sya’ban ini termasuk salah satu bulan yang diagungkan dalam Islam. Pada malam Nisfu Sya'ban, Allah SWT turun ke langit dunia dan memberi syafaat (bantuan) bagi siapa saja yang meminta pada malam itu hingga terbit Fajar.

Bulan Ramadan merupakan bulan yang dinantikan oleh umat islam. Bulan penuh rahmat dan ampunan. Maha suci Allah yang telah memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa pada bulan Ramadan. Kewajiban berpuasa tidak hanya dibebankan kepada umat islam, tapi juga kepada umat sebelumnya. Sabagaimana firman Allah didalam Al-Baqarah ayat 183. 

 “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

 Berdasarkan ayat-ayat diatas dapat disimpulkan, kewajiban puasa di bulan Ramadan yang diawali dengan panggilan mesra “wahai orang-orang yang beriman" ini bukan sembarang panggilan, sebab yang memanggil adalah Allah SWT Sang Pencipta alam semesta. Semua makhluk bergantung kepada-Nya. Tidak ada yang bisa independen dari-Nya. Maka siapa yang mengaku diri sebagai hamba-Nya hendaknya segera bergerak memenuhi panggilan ini. Allah SWT dalam panggilan tersebut tidak menyebutkan kriteria yang bersifat duniawi, dengan kata lain Allah tidak berfirman: yaa ayyuhal aghniyaa’ (hai orang-orang yang kaya), hai orang-orang yang berkedudukan tinggi dan lain sebagainya, panggilan tersebut diserukan kepada umat islam yang beriman. Karena standar keimanan manusia dilihat dari rasa cintanya kepada Allah dan RasulNya dan beramal sholeh. Orang yang beriman senantiasa menaati perintahNya dan Menjauhi larangan Nya.

Pertama, Ketika seseorang beriman kepada Allah SWT, seharusnya ia sadar bahwa Allah senantiasa bersama-Nya. Di dalam dirinya menggelora hakikat keagungan-Nya. Setiap disebut nama-Nya hatinya bergetar, penuh ketakutan. Dalam surat Al-Anfal ayat 2 Allah SWT berfirman, ”Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” karenanya seluruh kegiatan sehari-harinya selalu dalam rangka mentaati-Nya. Tidak ada perbuatan sekecil apapun yang ia lakukan kecuali dengan petunjuk-Nya. Ia menjauh sama sekali dari apa saja yang disebut kemaksiatan. Baginya kemaksiatan adalah bencana, yang tidak hanya menghancurkan harga dirinya melainkan juga menjadi sumber malapetaka bagi kemanusiaan di muka bumi.

Kesadaran ini membuatnya sangat berhati-hati dalam bersikap, jangan sampai langkahnya terjerumus dalam kemaksiatan. Sampai yang syubuhat (samar-samar) pun ia hindari, sebab dari yang syubuhat akan lahir daya tarik kepada yang haram. Puasa adalah ibadah menahan diri dari yang halal. Dari sini nampak betapa hakikat puasa adalah sebagai benteng supaya pelakunya terhindar dari yang haram. Sebab kebiasaan menahan dari yang haram, akan membangun lapisan-lapisan bemper yang menjaganya supaya tidak terjatuh dalam rayuaan syaitan. Untuk menegakkan puasa seseorang harus mempunyai iman. Karena hanya iman yang jujur seseorang akan benar-benar merasakan lesatnya puasa. Tanpa kesadaran iman puasa akan menjadi beban. Di saat orang-orang berbahagia dengan puasa, ia malah merasa sempit hatinya dengan puasa

Puasa mencerminkan keimanan seseorang dan hakikat perlawanan yang dahsyat seorang hamba Allah terhadap syetan. Di dalam dirinya menggelora semangat untuk tidak tunduk kepada syetan, kapanpun dan di manapun ia berada. Ia sadar bahwa syetan adalah musuhnya. Allah swt berfirman, ”Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Al-Fathir:6). Allahu ’Alam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id