BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Potensi Aren (Arenga pinnata, MERR) di Jawa Barat

  Jun 08, 2016     Admin BPTP  

Oleh Reza Dwi Nurdina, SP.

 

   Tanaman aren (Arenga pinnata, MERR) termasuk kedalam tanaman perkebunan berpotensi besar untuk dikembangkan. Produk utama tanaman aren sebagai hasil dari penyadapan nira bunga jantan dapat dijadikan gula, minuman, cuka dan alkohol. Bagian tanaman aren yang lain dapat dibuat bahan makanan, antara lain kolang kaling dari buah betina yang sudah masak dan tepung aren untuk bahan makanan dalam bentuk kue, roti dan biskuit yang berasal dari pengolahan bagian empelur batang tanaman.

   Aren merupakan jenis tanaman tahunan, berukuran besar, berbentuk pohon soliter tinggi hingga 12 m, diameter setinggi dada (DBH) hingga 60 cm (Ramadani et al, 2008). Pohon aren dapat tumbuh mencapai tinggi dengan diameter batang sampai 65 cm dan tinggi 15 m bahkan mencapai 20 m dengan tajuk daun yang menjulang di atas batang. Tanaman aren tumbuh dengan baik pada ketinggian 500 – 1200 m dpl.

   Tanaman aren merupakan tanaman serba guna karena hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan. Aren telah lebih dari 200 tahun dibudidayakan khususnya di Indonesia, untuk dimanfaatkan tepung dan gulanya. Kegunaan lainnya antara lain: sebagai bahan baku untuk bermacam-macam kerajinan tangan, peralatan serta perlengkapan rumah tangga, dan untuk penghijauan. Potensi tumbuhan ini juga penting dalam bidang kehutanan dan sebagai sumber bahan baku kayu untuk peralatan dan bangunan.

   Tanaman aren menyebar luas di 14 Provinsi Indonesia diantaranya yaitu Papua, Maluku, Maluku Utara, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Bengkulu, Kalimantan Selatan dan Aceh, dengan total luas areal sekitar 70.000 Ha. Luas areal tanaman aren di Jawa Barat 14.204 Ha dengan produksi 22.489 ton dan produktivitas mencapai 2.781 Kg/Ha (Dinas Perkebunan, 2015). Provinsi Jawa Barat merupakan daerah persebaran aren terluas di Jawa dengan produksi gula aren mencapai 6.686 ton/tahun.

   Aren mulai berbunga, setelah tanaman berumur 7 – 10 tahun. Tangkai malai bunga dapat disadap setiap hari, selama 2-3 bulan, menghasilkan 10-30 liter nira tiap hari dan dapat disadap secara terus menerus selama 3-9 bulan. Hasil penyadapan utk rentang waktu penyadapan minimum adalah 360 kg/3 bulan/perbungaan. Nira aren yang masih segar dan rasanya manis dapat langsung diminum, atau dapat dibiarkan terlebih hingga mengalami fermentasi sebelum diminum. Nira aren segar juga dapat diolah untuk menghasilkan gula, baik gula cetak, gula semut dan gula cair.

   Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 511/Kpts/PD.310/0/2006 tentang Jenis Komoditi Binaan Direktorat Jenderal Perkebunan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Direktorat Jenderal Hortikultura (dapat diunduh di http://ditjenbun.pertanian.go.id/tinymcpuk/gambar/file/Kepmen_511_2006_Komoditi_Binaan_DItjenbun.pdf) Pada Lampiran 1 dari Surat Keputusan Tersebut disebutkan bahwa Tanaman Aren merupakan komoditi binaan dari Direktorat Jenderal Perkebunan, wabil khusus kewenangan di Pemerintah Provinsi Jawa Barat berada pada Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat.

   Potensi pengembangan tanaman aren di Jawa Barat sangat prospektif, salah satunya di Kabupaten Tasikmalaya yang tersebar di beberapa kecamatan, terutama di 3 (tiga) kecamatan dengan jumlah petani sebanyak 1.800 orang, yaitu Kecamatan Bantarkalong (7 desa, 300 orang petani), Kecamatan Bojong Gambir (5 desa, 1.300 petani aren) dan Kecamatan Pageurageung (2 desa, 200 petani).

   Apabila setiap petani mempunyai 1 (satu) hektar dengan populasi aren sebanyak 277 pohon yang dikelola secara intensif akan menghasilkan 2.656 liter nira/hari equivalen dengan 369 kg gula gandu, dengan demikian petani diperhitungkan akan mendapat pendapatan kotor sebesar Rp. 4.797.000/hari (harga gula gandu Rp.13.000/kg), Apabila dikumulatifkan dalam setahun, petani aren hutan akan mendapat pendapatan kotor sekitar Rp. 1.726.920.000,- (angka ini belum dikurangi biaya produksi). Mengingat kebutuhan gula pasir Jawa Barat relatif tinggi, 510.000 – 516.000 ton/tahun. Potensi aren terbuka luas untuk memenuhi pasokan gula di Jawa Barat.

   Potensi aren selain dijadikan gula, juga dapat menjadi bahan makanan yang dikenal dengan sebutan “kolang kaling”. Pada bulan ramadan ini permintaan kolang kaling ramai mencapai 6 ton/hari dengan harga jual Rp. 6000,00/Kg. Kolang kaling menjadi primadona saat ramadan bukan hanya karena harganya tetapi juga kolang kaling dapat menjadi pelengkap dalam santapan berbuka puasa.

 

Daftar Pustaka

Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. 2015. Luas dan Produksi Tanaman Perkebunan di Jawa Barat. Available on http://disbun.jabarprov.go.id/index.php/statistik/. Akses tanggal 6 Juni 2016.

Lasut, M.T. 2012. Budidaya Tanaman Aren Arenga pinnata (Wurmb) Merr.). Universitas Sam Ratulangi Dan Universitas Texas A & M. Available on https://seafast.ipb.ac.id/tpc-project/wp-content/uploads/2014/02/GAP-Aren. Akses tanggal 6 Juni 2016.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2012. Revitalisasi ‘Aren’ (Arenga pinnata (Wurmb) Merr.) (Palmae; Caryoteae) Sebagai Alternatif Bahan Pemanis Alami Dalam Rangka Mendukung Kemandirian Gula Nasional: Kajian Di Propinsi Jawa Barat. Available on http://pkpp.ristek.go.id/. Akses tanggal 6 Juni 2016.

Lempang, M. 2012. Pohon Aren Dan Manfaat Produksinya. Info Teknis EBONIVol.9 No.1, Oktober 2012 : 37-54. Available on http://forda-mof.org/files/4.Mody_Lempang.pdf. Akses tanggal 6 Juni 2016.

Tabloid Sinar Tani. 2016. Sentra Gula Aren di Jawa Barat. Available on http://tabloidsinartani.com/read-detail/read/sentra-gula-aren-hutan-terbesar-di-jawa-barat/. Akses tanggal 6 Juni 2016.

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id