BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Kegiatan Pengendalian Hama Tikus di Kabupaten Indramayu

  Jun 06, 2016     Admin BPTP  

oleh Dede Wahyu, SP., MP

 

    Hama tikus merupakan salah satu hama utama pada tanaman tebu, kerusakan tanaman yang ditimbulkan akibat serangan hama tikus cukup luas dan hampir terjadi setiap musim. Tikus memiliki kemampuan berkembangbiak sangat pesat, secara teoritis tikus mampu berkembang biak sebanyak 1.270 ekor per tahun dari satu pasang ekor saja. Tikus menyerang semua stadia tanaman tebu, baik pada masa pertumbuhan vegetatif maupun pada masa pertumbuhan generatif, sehingga secara ekonomis dapat menyebabkan kerugian yang berarti.

   Usaha pengendalian yang intensif sering kali terlambat, karena baru dilaksanakan setelah terjadi kerusakan yang luas dan berat, oleh karena itu usaha pengendalian hama tikus perlu memperhatikan perilaku dan habitatnya, sehingga dapat mencapai sasaran. Tinggi rendahnya tingkat kerusakan tergantung pada stadium tanaman dan tinggi rendahnya populasi tikus yang ada.

   Sesuai dengan UU No. 12 tahun 1992 tentang sistem budidaya tanaman, bahwa “Perlindungan tanaman adalah segala upaya untuk mencegah kerugian pada budidaya tanaman yang diakibatkan oleh adanya serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), dimana dalam pelaksanaannya bahwa pengendalian hama dan penyakit tanaman sepenuhnya  merupakan tanggung jawab petani dan masyarakat. Sedangkan pemerintah hanya sebatas memberikan bimbingan teknis pengendalian OPT dan menyalurkan bantuan apabila  petani dinilai tidak mampu lagi mengatasinya (serangan sudah pada tahap eksplosi).

   Pelaksanaan pengendalian hama tikus di Kabupaten Indramayu. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 25 - 26 Mei 2016 dengan cara gropyokan, dimana cara pengendalian ini merupakan salah satu cara pengendalian dengan menerapkan sistem Pengendalian Hama Terpadu dengan harapan dapat mengendalikan atau menekan populasi hama tikus sampai di bawah ambang toleransi yang secara ekonomis tidak merugikan bagi petani khususnya petani tebu. Kegiatan ini diikuti oleh Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Kepala UPTD Balai Proteksi Tanaman Perkebunan, Kepala Seksi Sarana Teknologi PHT UPTD Balai Proteksi Tanaman Perkebunan, dan Fungsional POPT UPTD Balai Proteksi Tanaman Perkebunan.

  Pengendalian hama tikus tidak dapat dikendalikan oleh pelaku usaha saja, akan tetapi semua pihak stake holder terkait bahkan unsur TNI pun dalam pelaksanaan gropyokan selalu diikut sertakan. untuk itu kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terkait, diantaranya dari unsur Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Indramayu, Pemerintah Kecamatan, Koramil, dan Pemerintah Desa yang dapat berpartisifasi dalam pelaksanaan kegiatan pengendalian hama tikus secara gropyokan ini.

   Permasalahan Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) merupakan salah satu modal utama usaha tani tebu, yang menjadi persoalan dana KKPE sesuai dengan kebijakan Pemerintah berakhir sampai dengan Tahun 2015 dengan dihentikannya dana KKPE bagi petani tebu, maka berdampak terhadap pengurangan luas areal tanaman tebu, yaitu dari 750 ha menjadi 450 ha tanaman tebu yang ada di Kabupaten Indramayu. Dengan berkurangnya areal tebu tersebut, maka akan berdampak terhadap pemenuhan pasokan gula nasional dari Jawa Barat sehingga modal usaha tani tebu dialihkan dalam bentuk KUR, yaitu Kredit Usaha Rakyat yang sampai dengan saat ini Pedumnya masih dalam proses karena dana KUR ini dibuat untuk modal usaha tani di bidang peternakan, pertanian dan perkebunan.

 

 

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id