BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Aplikasi Pengendalian OPT Tembakau ke - 2 (dua) Dengan Menggunakan Pestisida Nabati Ekstrak Biji Nimba Kabupaten Bandung

  Jun 16, 2016     Admin BPTP  

BPTP Disbun melaksanakan kegiatan aplikasi pestisida nabati ektrak biji nimba yang ke 2 (dua). Lokasi kegiatan di Kelompok Tani Nyimas Doyong Sari Desa Citaman Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung. Setelah 2 (dua) kali dilaksanakan pengamatan serangan OPT tanaman tembakau, serangan penyakit patik oleh jamur  Cercospora nicotianae masih mendominasi. Setelah melakukan pengamatan peserta petani melakukan penyemprotan pada tanaman tembakau dengan menggunakan pestisida ekstrak biji nimba.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) baru saja mengeluarkan pernyataan bahwa musim kemarau tahun 2016 ini adalah kemarau basah. Artinya musim kemarau tahun ini akan lebih banyak hujan dibandingkan dengan pola musim kemarau normal. Pola angin menimbulkan gangguan cuaca pada musim kemarau ini diprediksi berlangsung pada bulan Mei sampai Juni 2016.

Tanaman tembakau rentan sekali dengan banyaknya air pada pembibitan dan awal tanam jika tidak ada saluran pembuangan yang baik. Perkiraan kemarau basah terjadi bulan Mei dan Juni 2016, artinya tanam tembakau bisa jadi mundur. Musim kemarau basah membuat kondisi lingkungan menjadi basah, kelembaban tinggi, suhu rendah serta dapat memacu perkembangan penyakit menjadi lebih cepat. Tembakau tidak cocok di tanam di musim penghujan, itu sama saja dengan buang biaya dan tenaga karena tanaman tembakau bisa dipastikan akan mati/rusak.

Kemarau basah menyebabkan cuaca menjadi lembab yang akan sangat menguntungkan bagi perkembangan penyakit patik. Apabila kondisi tersebut didukung oleh adanya embun, air dan hujan maka konidium jamur Cercospora nicotianae akan mudah terlepas dari konidiofornya. Jamur kemudian menginfeksi tanaman tembakau melalui mulut daun (stomata).

Unsur-unsur cuaca yang mempengaruhi perkembangan Cercospora yaitu :

  1. Suhu, berpengaruh pada laju pertumbuhan dan bertahannya hifa.
  2. Curah hujan dan embun, secara langsung mempengaruhi kebasahan daun sehingga memungkinkan perkecambahan dan pertumbuhan patogen, eksudasi dan mengendapnya konidium pada permukaan tanah.
  3. Kelembaban, mempengaruhi kemampuan bertahan hidup, pertumbuhan patogen dan pembebasan spora,
  4. Angin, sebagai pembawa dalam penyebaran dan mengendapnya konidium pada permukaan tanah,
  5. Cahaya, mempengaruhi eksudasi, sporulasi, pemencaran konidium.

Konidium jamur ini sangat tahan terhadap kekeringan dan suhu tinggi. Pada suhu tinggi Cercospora akan sangat merusak terutama pada bulan-bulan dengan cuaca yang panas. Serangan cenderung meluas bila cuaca lembab pada saat menjelang panen.

Jamur Cercopora nicotianae dapat mempertahankan diri dalam waktu yang lama, terutama pada sisa-sisa tanaman tembakau. Bahkan apabila konidium melekat pada biji tembakau, maka jamur ini dapat mempertahankan diri dalam tanah yang halus seperti debu hitam. Selain tembakau, tanaman lain yang menjadi inang alternatif bagi Cercospora antara lain terong, cabai, kecubung, dan lain lain.

Strategi pengendalian untuk mengendalikan penyakit ini adalah menggunakan Ekstrak Biji Nimba dan Ekstrak daun kipahit untuk menekan perkembangan Cercospora pada daun tembakau dengan interval 7 (tujuh) hari sekali.

Pencegahan penyebaran Cercospora pada tanaman dewasa juga dilakukan dengan cara memetik daun-daun bawah yang berpatik untuk menjaga agar tidak terjadi epidemik kalau cuaca lembab datang. Selain itu tidak membiarkan daun di kebun lewat masak apalagi cuaca lembab, juga merupakan salah satu cara pencegahan penyebaran patik.

Hal lain yang disampaikan pada kegiatan ini yaitu tahapan penggunaan dan perawatan Knapsac Handsprayer, yaitu :

  • Cek alat sebelum digunakan untuk memastikan alat sudah benar dan siap digunakan, kemudian lakukan kalibrasi.
  • Buka penutup pompa.
  • Memasukan larutan yang sudah siap ke dalam tabung sesuai volume tangki.
  • Pompa alat sesuai tekanan hingga maksimal dari tangki.
  • Alat siap digunakan dengan cara menekan hand gun.
  • Membuka penutup pompa membuang sisa tekanan angin dan membuang sisa larutan pada wadah yang sudah berisi label dan simpan di tempat yang aman.
  • Masukkan air bersih untuk menetralisir sisa larutan di dinding tabung dan selang secara berulang-ulang, pastikan tidak ada sisa-sisa larutan di dalam tabung dan selangnya.
  • Menyimpan alat dengan cara di balikkan di gudang peralatan.

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id