BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Aplikasi Pestisida Nabati Jenis Nimba di Kadungora

  Jun 17, 2016     Admin BPTP  

oleh Reza Dwi Nurdina,SP

     Tembakau merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan masyarakat di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut. Melihat potensi tembakau yang tinggi, perlunya usaha untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tembakau. Salah satu hambatan dalam usaha peningkatan produksi dan produktivitas tembakau ialah dengan adanya organisme pengganggu tanaman (OPT). Serangan OPT dapat menyebabkan kerugian tembakau mencapai 30 – 40%. Pengendalian yang umum dilakukan oleh petani ialah dengan menggunakan pestisida sintetik. Penggunaan pestisida sintetik berdampak negatif terhadap lingkungan, terbunuh serangga non target (predator dan parasitoid), OPT menjadi resisten, dan berpengaruh terhadap kesehatan petani. Untuk itu perlu dilakukan teknik pengendalian yang ramah lingkungan sesuai dengan prinsip Pengendalian Hama Penyakit Terpadu (PHT).

   Pada hari Selasa, 14 Juni 2016 Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Disbun Jawa Barat telah melaksanakan pengendalian OPT tembakau dengan menggunakan pestisida nabati di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut. Pestisida nabati merupakan pestisida yang bahannya berasal dari tanaman. Pestisida nabati yang digunakan merupakan pestisida nabati ekstrak nimba. Pengenalan pestisida nabati sebagai teknik pengendalian yang ramah lingkungan mengingat dampak negatif yang ditimbulkan oleh penggunaan pestisida sintetik. Pada awalnya petani di Kecamatan Kadungora melakukan pengendalian menggunakan pestisida sintetik, setelah diberikan pengetahuan tentang pestisida nabati diharapkan dengan kegiatan ini dapat beralih menggunakan pestisida nabati ekstrak nimba. Para petani juga diberikan ilmu dan pelatihan dalam membuat pestisida nabati ekstrak nimba, beberapa petani berinisiatif membawa tanaman lain seperti kipahit, babadotan dan angsana untuk dijadikan pestisida nabati. Kegiatan pembuatan pestisida nabati ini dimaksudkan untuk menerapkan teknik pengendalian hama penyakit yang ramah lingkungan.

    Serangan OPT di Kecamatan Kadungora didominasi oleh hama ulat grayak (Spodoptera litura) dan penyakit patik (Cercospora nicotianae). Adapun hama dan penyakit lain yang menyerang tanaman tembakau di lahan tersebut diantaranya hama Myzus persicae, belalang dan penggerek batang, sedangkan penyakit yang meninfeksi tanaman tembakau penyakit mosaik dan layu bakteri. Penggunaan pestisida nabati ekstrak nimba dapat menurunkan tingkat serangan hama ulat grayak. Beberapa petani menuturkan setelah menyemprot pestisida nabati ekstrak nimba serangan hama ulat grayak menjadi berkurang. Penyemprotan ekstrak nimba juga dapat menjadi langkah pencegahan penularan penyakit patik dan mosaik. Hal ini disebabkan oleh kandungan zat aktif Azadirachtin, meliantrol, nimbin, nimbidin dan sianin dalam nimba.

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id