BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Dampak Lanina Terhadap Perkembangan OPT Tembakau

  Jun 20, 2016     Admin BPTP  

Oleh Reza Dwi Nurdina, SP.

 

   Perubahan iklim yang tidak menentu berdampak terhadap produksi dan kualitas produk komoditas perkebunan. Perubahan iklim berpengaruh terhadap perkembangan hama penyakit tanaman, penyerbukan menjadi tidak sempurna, dan pergeseran musim tanam. Fenomena La Nina yang terjadi saat ini, merupakan suatu kondisi dimana terjadi penurunan suhu muka laut di kawasan Timur equator di Lautan Pasifik, La Nina tidak dapat dilihat secara fisik, periodenya pun tidak tetap. Menurut Kepala BMKG, Dr. Andi Eka Sakya, M.EngLa dalam Pos Sore (2016) bahwa La Nina dapat meningkatkan jumlah curah hujan pada akhir musim kemarau 2016 sehingga kemungkinan menimbulkan apa yang disebut sebagai musim kemarau basah. Wilayah-wilayah yang berpeluang mengalami kemarau basah yaitu yang berada di selatan khatulistiwa, terutama wilayah Indonesia bagian tenggara.

   Kondisi kemarau basah saat ini yang melanda Indonesia berpengaruh terhadap produktivitas tembakau karena banyak daun yang rusak. Tembakau membutuhkan sinar matahari yang cukup dan tingkat kelembaban yang sesuai. Tanaman tembakau memiliki kepekaan tinggi terhadap curah hujan. Musim kemarau basah membuat kondisi lingkungan menjadi basah, kelembaban tinggi, suhu rendah serta dapat memacu perkembangan penyakit menjadi lebih cepat.

   Kemarau basah berpengaruh terhadap perkembangan hama dan penyakit tanaman. Serangga hama akan lebih mudah berkembangan ketika berada pada suhu optimum. Perkembangan hama pada suhu tinggi menyebabkan aktivitas serangga lebih cepat dan efisien. Salah satu contohnya ialah serangan ulat grayak (Spodoptera litura) pada tembakau dipengaruhi oleh suhu, semakin tinggi suhu maka akan semakin banyak jumlah telur yang dihasilkan 55 – 70 telur/betina. Hama yang bersifat polifag ini memiliki kisaran suhu optimum pada perkembangan biak yaitu pada suhu 18 – 22o C, kendati demikian semakin tinggi suhu akan mengurangi lama hidup serangga.

   Penyakit tanaman dipengaruhi oleh perubahan suhu dan kelembaban, ialah penyakit mosaik dan patik yang menyerang tanaman tembakau. Penyakit mosaik yang disebabkan oleh TMV (Tobacco Mosaic Virus) dipengaruhi oleh peningkatan suhu pada siang hari, adanya cekaman suhu mengakibatkan replikasi RNA virus dengan akumulasi RNA mencapai 20%. TMV akan menghambat proses fotosintesis tanaman sehingga berkurangnya akumulasi fotosintat yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan vegetatif tanaman dan menyebabkan kekerdilan. Pada penyakit patik, yang disebabkan oleh jamur Cercospora nicotianae dipengaruhi oleh suhu dan kelembaban. Suhu dan kelembaban terhadap keberadaan hifa jamur, penyebaran spora patogen dan perkecambahan serta pertumbuhan patogen.

    Di Desa Karang Tengah, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut tepatnya di 5 (lima) titik diantaranya -7o 03.859S, 107o 53.396 E ketinggian 869 m; -7o 03.857S, 107o 53.386 E ketinggian 865 m ; -7o 03.877S, 107o 53.326 E ketinggian 844 m ; -7o 04.075S, 107o 53.302 E ketinggian 827 m dan -7o 04.240S, 107o 53.378 E ketinggian 750 m pertanaman tembakau mengalami kondisi yang disebut oleh petani sebagai “Gosong”. Daun gosong atau disebut dengan sun-scald (luka bakar) merupakan kondisi yang dipengaruhi oleh suhu tinggi dan sinar matahari yang terik ini dapat meningkat oleh keadaan kelembaban yang terlalu rendah menyebabkan daun tembakau berubah menjadi coklat kemerahan. Intensitas matahari yang tinggi berpengaruh terhadap laju transpirasi dan sintetis pigmen pada tanaman.

 

DAFTAR PUSTAKA

Pos sore. 2016. BMKG Prakirakan Awal Musim Kemarau Terjadi pada Mei dan Juni 2016. Available on http://possore.com/2016/03/14/bmkg-prakirakan-awal-musim-kemarau-terjadi-pada-mei-dan-juni-2016/ akses tanggal 16 Juni 2016.

Purnomo, B. 2007. Penyakit Biotik dan Abiotik. Faperta UNIB. Available on http://bambangpurnomo.byethost7.com/MATERI_files/hutan_2.pdf?ckattempt=1 akses tanggal 16 Juni 2016.

Sudaryono. 2004. Pengaruh Naungan Terhadap Perubahan Iklim Mikro PAda Budidaya Tanaman Tembakau Rakyat. Jurnal Teknik Lingkungan. Vol 55(1) Hal 56 – 60. Available on ejournal.bppt.go.id/ejournal2011 Akses tanggal 16 Juni 2016.

Tantawi,RA.,B. Hadistrisno, H. Semangun, I.Hartana dan Lisnawita. 2013. The Study on Contribution of Temperature and Solar Radiation Intensity to Frogeye Disease Development On Tobacco. Journal of Agroteknos. Vol. 3 No. 3. Hal 171-178. Available on http://faperta.uho.ac.id/agroteknos/Daftar_Jurnal/2013/2013-3-07-RAFIQI-Progeye%20disease.pdf akses tanggal 16 Juni 2016.

Taufik,M., Sarawa, A. Hasan dan K. Amelia. 2013. Analisis Pengaruh Suhu Dan Kelembapan Terhadap Perkembangan Penyakit Tobacco mosaic virus Pada Tanaman Cabai. Jurnal Agroteknos. Vol. 3 No. 2. Hal 94-100. Available on http://faperta.uho.ac.id/agroteknos/Daftar_Jurnal/2013/2013-2-05-TAUFIK-pengaruh%20suhu.pdf akses tanggal 16 Juni 2016.

 

 

 

 

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id