BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Aplikasi Pengendalian OPT Tembakau Ke III (Tiga) Dengan Menggunakan Pestisida Nabati Ekstrak Biji Nimba

  Jun 23, 2016     Admin BPTP  

oleh Reza Dwi Nurdina, SP

Tembakau merupakan komoditas strategis Jawa Barat. Dalam perkembangannya terdapat faktor pembatas yang berpengaruh terhadap produksi dan produktivitas tembakau sakah satunya ialah organisme pengganggu tanaman (OPT). Adapun hama dan penyakit utama pada tanaman tembakau yaitu hama ulat grayak (Spodoptera litura), ulat tanah (Agrotis ipsilon ), penggerek batang (Scrobipalpa heliopa), ulat pupus (Helicoverpa armigera), belalang (Valanga nigricornis) dan kutu daun (Myzus persicae) 2. Penyakit layu bakteri (Ralstonia solanacearum), Lanas (Phytoptora palmivora), Patik (Cercospora nicotianae), Layu fusarium (Fusarium oxysporum), Mosaik (Tobacco Mosaic Virus), dan lainnya. Usaha pengendalian yang sering dilakukan oleh petani yaitu menggunakan pestisida sintetik. Penggunaan pestisida sintetik yang berlebih berdampak terhadap kelestarian lingkungan hal ini disebabkan residu pestisida yang sulit terurai di tanah dan air serta toksisitasnya yang tinggi berpengaruh terhadap kesehatan. Selain itu pestisida sintetik juga berpengaruh terhadap keberadaan musuh alami, terbunuhnya organisme non target, dan resistensi hama penyakit.

Dewasa ini berbagai alternatif pengendalian yang ramah lingkungan dilakukan salah satunya dengan menggunakan pestisida nabati. Pestisida nabati merupakan pestisida yang bahannya berasal dari tanaman. Pestisida nabati jenis nimba dapat mengendalian OPT melalui dua cara yaitu cara preventif (mencegah OPT masuk ke pertanaman) dan cara kuratif (mengendalikan OPT yang telah ada pada pertanaman).

BPTP Disbun Jawa Barat telah melaksanakan kegiatan aplikasi ke III (tiga) pengendalian OPT tembakau menggunakan pestisida nabati jenis nimba yang dilakukan di Desa Karang Tengah Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut. Adapun koordinat lahan tembakau di Desa Karang Tengah Kecamatan Kadungora Kabupaten Garut di lima titik koordinat yaitu

  1. -7o 03. 737’S dan 107o 53.245’E ketinggian 899 m ;
  2. -7o 03. 737’S dan 107o 53.164’E ketinggian 901 m ;
  3. -7o 03. 840’S dan 107o 53.181’E ketinggian 907 m ;
  4. -7o 03. 842’S dan 107o 53.158’E ketinggian 911 m dan
  5. -7o 03. 853’S dan 107o 53.251’E ketinggian 861 m.

Dari kelima titik koordinat tersebut ditemukan golongan hama diantaranya belalang (Valanga nigricornis), penggerek batang (Scrobipalpa heliopa) sedangkan dari golongan penyakit yaitu penyakit mosaik dan patik (Cercospora nicotianae) juga ditemukan sun-scald akibat pengaruh iklim. Kelompok Tani Hegarmanah telah melaksanakan aplikasi ke tiga pengendalian OPT tembakau menggunakan pestisida nabati bahan nimba, menurut penuturan petani setelah menggunakan pestisida nabati nimba serangan OPT menjadi berkurang.

Penyebaran hama dan penyakit dipengaruhi oleh tumpangsari tembakau dengan tanaman lain. Infeksi penyakit patik yang disebabkan oleh Cercospora nicotianae di pertanaman tembakau yang tinggi. Perilaku petani yang menanam tembakau ditumpangsarikan dengan tanaman cabai menyebabkan penyebaran jamur ini cepat. Hal ini disebabkan oleh tembakau dan cabai berasal dari satu family yang sama yaitu Solanaceae. Selain itu beberapa tembakau teridentifikasi penyakit mosaik, setelah diamati tanaman cabai sebelumnya telah terinfeksi penyakit mosaik. Hama yang sering menyerang tembakau di Desa Kadungora ialah hama ulat grayak (Spodoptera litura) dan penggerek batang (Scrobipalpa heliopa). Hama penggerek batang menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan tampak menggembung di bagian batang, setelah bagian batang dibelah terlihat larva penggerek batang.

Petani diharapkan melakukan penyemprotan pagi dan sore hari. Penyemprotan nimba dilakukan tidak hanya pada permukaan tanaman melainkan hingga bagian bawah tanaman. Senyawa aktif yang terdapat pada nimba azadirakhtin, salanin, nimbin, dan meliantriol. Azadirakhtin tidak langsung mematikan serangga, tetapi melalui mekanisme menolak makan, mengganggu pertumbuhan dan reproduksi serangga. Salanin bekerja sebagai penghambat makan serangga. Nimbin bekerja sebagai anti virus, sedangkan meliantriol sebagai penolak serangga. Apabila serangga yang terpapar nimba larvanya tidak akan sempurna menjadi kepompong dan apabila terpapar ngengat betina dewasa, ngengat tidak akan menghasilkan telur. Selain dengan menggunakan pestisida nabati juga dapat menggunakan yellow trap (perangkap kuning) sebagai pengendalian mekanis pada tembakau.

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id