BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Kadisbun Jabar Kunjungi Lokasi Pengembangan Benih Kopi di Garut

  Jun 24, 2016     Admin BPTP  

oleh Reza Dwi Nurdina, SP

 

   Di Era globalisasi pertanian ramah lingkungan atau dikenal dengan pertanian organik semakin ramai dibicarakan. Pertanian organik juga merupakan sistem budidaya pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami tanpa menggunakan bahan kimia sintetis. Beberapa tanaman perkebunan di Indonesia yang berpotensi untuk dikembangkan dengan teknik tersebut, diantaranya adalah tanaman kopi dan teh.

   Kopi merupakan salah satu komoditi andalan perkebunan Jawa Barat yang mempunyai peran sebagai penghasil devisa negara, sumber pendapatan bagi petani, penciptaan lapangan kerja, pendorong agribisnis dan agroindustri serta pengembangan wilayah. Menurut International Coffee Organization (ICO) konsumsi kopi meningkat dari tahun ke tahun sehingga peningkatan produksi kopi di Indonesia memiliki peluang besar untuk mengekspor kopi ke negara-negara pengonsumsi kopi utama dunia seperti Uni Eropa, Amerika Serikat dan Jepang. Biji kopi Indonesia juga dipasok ke gerai- gerai penjual kopi (coffee shop) seperti Starbucks dan Quick Check yang berlokasi di Indonesia maupun yang berada di luar negeri. Provinsi Jawa Barat selain dikenal dengan keindahan dan budayanya juga dikenal sebagai daerah penghasil kopi. Luas areal perkebunan kopi di Jawa Barat 32,558 Ha dengan produksi 17,461 Ton dan produktivitas 1792 Kg/Ha (Disbun, 2015).

  Rabu, 22 Juni 2016 Kadisbun Jabar didampingi Ka BPTP dan jajaran eselon 3 dan 4 lingkup Disbun Jabar telah melaksanakan monitoring dan evaluasi pengembangan benih kopi di Desa Pangauban Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut. Petani kopi di Desa Pangauban menanam kopi lokal Garut menggunakan biji yang berasal dari pohon induk yang terdapat di desa tersebut. Penyemaian biji dilakukan dalam bedengan yang berisi media tanam tanah. Budidaya yang diterpatkan masih sederhana, yaitu penggunaan pupuk organik dan pohon kopi tidak dilakukan pemangkasan. Pengolahan hasil panen kopi menggunakan mesin yaitu dengan cara buah yang sudah matang, dikupas kulit menggunakan mesin pengupas yang kemudian difermentasikan dengan cara direndam air selama 24 jam. Keesokan harinya, buah kopi ditempatkan di atas tampah dan dijemur dibawah sinar matahari selama kurang lebih 2 hari. Kopi lokal Garut asal Desa Pangauban mempunyai mutu dan citarasa yang baik, pemasaran kopi asal garut ini hingga diekspor ke mancanegara.

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id