BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Penutupan Kegiatan Pengendalian OPT Tembakau Di Kabupaten Bandung

  Jul 25, 2016     Admin BPTP  

Rabu, 20 Juli 2016, Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, melaksanakan kegiatan Penutupan Kegiatan Pengendalian OPT Tembakau di Kelompok Tani Nyimas Doyong Desa Citaman Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung.

Ucapan terimakasih kepada seluruh pihak atas partisipasinya dalam kegiatan pengendalian OPT tembakau. Dengan berakhirnya kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Kegiatan pengendalian OPT Tembakau menggunakan pestisida nabati dapat dilanjutkan oleh para petani, dan kegiatan petani tidak terhenti sampai sini saja karena metode penyuluhan serta pengamatan sangat bermanfaat kedepannya terutama dalam menentukan tindakan pengendalian OPT.

Paparan kesimpulan hasil pelaksanaan Kegiatan Pengendalian OPT tembakau diantaranya :

  1. Berdasarkan hasil pengamatan pertama Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tembakau di Desa Citaman Kabupaten Bandung diantaranya :
  • Ulat grayak (Spodoptera litura),
  • Ulat jengkal (Argyrogramma signata),
  • Kutu daun (Myzus persicae),
  • Belalang (Valanga nigricornis),
  • Penyakit Patik (Cercospora nictianae).
  1. OPT paling dominan Penyakit Patik, hal ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan dipengaruhi oleh tumpangsari tembakau dengan tanaman lain. Perilaku petani yang menanam tembakau ditumpangsarikan dengan tanaman cabai menyebabkan penyebaran jamur ini cepat menyebar.
  2. Berdasarkan hasil pengamatan ahir pestisida nabati esktrak biji nimba dapat menekan perkembangbiakan hama ulat dan kutu daun, sedangkan untuk penyakit patik pestisida nabati esktrak biji nimba dapat ditekan tetapi tidak signifikan.
  3. Ilmu bermanfaat tentang, cara pengamatan OPT Tembakau, Pembuatan Pestisida Nabati, Aplikasi Pesnab, dan Perawatan Knapsack Hands

 

Beberapa hal yang di sampaikan untuk musim tanam pada periode selanjutnya, yaitu :

  1. Untuk mendapatkan hasil produksi dan produktivitas tembakau yang tinggi perlu dilakukannya pemupukan berimbang, menggunakan bibit tembakau unggul, sanitasi kebun.
  2. Tumpangsari dengan tanaman selain cabai atau tidak se family
  3. Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal kedepanya harus melakukan pengamatan secara rutin, aplikasi dengan memanfaatkan pestisida nabati yang ditemukan di sekitar Desa Citama, contohnya penggunaan pestisida nabati ekstrak kipait.
  4. Perlunya data ramalan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada periode tahun depan, supaya dapat menekan penyebaran penyakit patik serta dilakukannya pengendalian dari awal penanaman tembakau menggunakan pestisida nabati ekstrak daun nimba atau pestisida nabati ekstrak kipait.
  5. Membuat kalender pola tanam Tembakau (Panen mundur ke pembibitan)
  6. Bantuan bibit nimba untuk pembuatan pestisida nabati ektrak daun nimba
  7. Penyemprotan pestisida nabati biji nimba dengan dosis 20 ml/liter atau lebih pada pagi dan sore hari efektif menurunkan intensitas serangan OPT tembakau.
  8. Kalibrasi knapsack handsprayer supaya droplet (daya semprot) yang dihasilkan tetap optimal.

 

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id