BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

Penggunaaan Bahan Bahan Alami Selamatkan Panen Kopi Jabar

  Aug 16, 2016     Admin BPTP  

  Pengggunaan pestisida nabati dan agensi hayati agresif dilakukan oleh sejumlah petani pekebun kopi di Jawa Barat sebagai pengamanan produksi saat musim panen 2016. Dengan cara itu, para pekebun kopi di sejumlah sentra produksi di Jawa Barat banyak yang mampu menyelamatkan hasil panennya dari serangan hama penggerek buah.

  Kepala Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat Dede Wahyu di Bandung, Minggu (14/8/2016) menyebutkan, biasanya serangan hama penggerek buah menjadi gangguan utama bagi para pekebun kopi setiap kali musim panen.

  Tanaman kopi yang terserang hama penggerek buah, banyak yang mengalami kehilangan produksi sampai 50%. Ini berpengaruh kepada penghasilan maupun volume ekspor kopi asal Jawa Barat, terutama jenis Arabika.

  “Belakangan ini, kondisi tersebut di banyak tempat sentra produksi kopi Arabika Priangan mampu terkendalikan, dengan tingkat kehilangan hasil maksimal 5 persen. Para petani lebih memilih menggunakan bahan-bahan organik, seperti pestisida nabati dan agensi hayati karena termotivasi memunculkan citra produk aman pangan melalui perlakukan ramah lingkungan, “ ujar Dede.

  Disebutkan, masa panen kopi Arabika Priangan diprediksi diperoleh sampai akhir September 2016. Sementara, perlakuan penyemprotan buah kopi untuk penyelamatan panen, secara prosedur dilakukan pada berbagai produksi yang belum dipetik, agar saat dipetik kondisinya mulus dan sehat.

  Menurut dia, pengembangan agensi hayati tersebut terutama menggunakan jenis jamur Trichoderma, Beauveria sp dan Paecilomyces, dengan pestisida nabati. Produk-produk tersebut umumnya dibuat sendiri oleh petani melalui bimbingan teknis yang dilakukan para personel Klinik Tanaman Perkebunan di Kebun Dinas (KD) Cisarungga, Kabupaten Garut.

 Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman-Pengamatan Hama Penyakit (POPT-PHP) Klinik Tanaman Perkebunan di KD Cisarungga Agus Ridwan, Selasa (9/8/2016), menunjukkan sejumlah bahan-bahan produksi agensi hayati dan pestisida nabati yang biasanya diperoleh para petani pekebun dari lingkungan sekitar. Yang paling umum, diantaranya daun nimba, kipait, biji nimba, jagung, dll yang digunakan para petani sebagai bahan baku pestisida nabati, untuk mengendalikan hama penggerek buah kopi dan ulat jengkal untuk tanaman teh.

  Kondisi buah kopi yang selamat dari serangan hama penggerek buah, secara fisik utuh dan mulus. Efek dari pestisida nabati yang dibuat bahan-bahan alami membuat hama penggerek buah tak begitu menyukai bersarang menembus buah kopi, dan yang betina sebagai penyebar keturunannya menjadi terbunuh.

  Sedangkan yang terserang hama penggerek buah, mengalami bolong pada bagian ujung buah kopi dan menimbulkan busuk pada biji kopi. Biasanya, buah kopi yang terserang hama penggerek buah menjadi busuk satu keping, dan hanya satu kepingan biji kopi lainnya yang selamat.

Banyak manfaat

  Sementara itu, beberapa pekebun kopi rakyat anggota Kelompok Mekartani, Kecamatan Cikajang, senada menyebutkan, rata-rata lebih intensif menggunakan bahan-bahan alami untuk perawatan tanaman kopi mereka. Pemberian pestisida nabati rutin diberikan sehingga berbagai hasil panen buah kopi menjadi mulus secara sehat alami.

  Salah seorang pekebun, Endang menyebutkan, penggunaan bahan-bahan agensi hayati dan pestisida nabati diakui memang berawal dari keterbatasan modal untuk membeli obat-obat kimia. Di sisi lain, informasi diterima banyak petani kopi bahwa pasar kopi dunia cenderung semakin meminati produk-produk ramah lingkungan.

  Di lain pihak, katanya, di lingkungan sekitar rutin diselenggarakan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) yang kemudian menjadi daya tarik para petani pekebun baik kopi maupun teh. Ternyata, solusi dan kemampuan pengendalian tanaman kopi lebih baik dan kemudian menjadi kebiasaan para petani pekebun kopi.

  “Hasilnya, tanaman kopi kami menjadi lebih banyak yang selamat dan mampu memperoleh penghasilan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Memang pada awalnya memerlukan kesabaran. Namun, hasilnya banyak memunculkan manfaat besar. Produksi lebih baik dan kesehatan tanaman serta lingkungan menjadi lebih baik,”ujarnya. (Kodar Solihat)***

Sumber : Harian Umum Pikiran Rakyat, Senin 15 Agustus 2016 Kolom Bisnis Halaman 18

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id