BPTP JAWA BARAT
BALAI PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN
PROVINSI JAWA BARAT
Informasi / Berita/Artikel

9 Varietas Tembakau Rendah Nikotin Diuji di Multilokasi

  Aug 22, 2016     Admin BPTP  

   Sejumlah uji multilokasi tanaman tembakau varietas unggul lokal berkadar nikotin rendah sedang dilakukan di Jawa Barat yaitu Kabupaten Majalengka dan Sumedang. Langkah ini dilakukan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat karena komoditas tembakau (Nicotiana tobacum) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk Jawa Barat.

   Kepala Balai Pengembangan Benih Tanaman Perkebunan Dinas Perkebunan Jawa Barat Dudung Ahmad Suganda, di Bandung, Minggu (21/8/2016), menyebutkan, uji multilokasi tersebut sekaligus salah satu uaya menjembatani antara penghasil devisa Negara melalui cukai rokuk juga sebagai sumber penghidupan khususnya bagi masyarakat Jawa Barat. Ini terutama bagi yang mengusahakan sendiri kebun-kebunnya, buruh tani, pekerja,tenaga ahli, ataupun pedagang yang bergerak dalam bisnis tembakau serta mampu mendorong perekonomian terutama di daerah pedesaan, apalagi Jawa Barat dikenal sebagai penghasil tembakau mole dan tembakau rajangan.

   Namun, di sisi lain katanya, diketahui tembakau pun dihadapkan pada persoalan kandungan nikotin yang jika tak dikendalikan akan terkait dengan masalah kesehatan. Sebagai jawaban, sejumlah uji multilokasi tanaman tembakau varietas unggul lokasi Jawa Barat yang berkadar nikotin rendah diharapkan mampu menjadi jawaban atau menjembatani kedua kepentingan tersebut.

   Disebutkan, varietas-varietas tembakau unggulan lokal yang digunakan untuk uji multilokasi itu adalah varietas Adung (berasal dari Garut), varietas Darwati (asal Garut), varietas Juhana (asal Sumedang), varietas Sano (asal Sumedang), varietas Kenceh (asal Sumedang), varietas Manohara (asal Majalengka), varietas Jablay (asal Majalengka), dan varietas Rayud (asal Majalengka).

   Menurut Dudung, kegiatan uji multilokasi varietas tembakau unggul lokal berkadar nikotin rendah di Jawa Barat dilaksanakan pada April – Oktober 2016. Secara umum, uji multilokasi dilaksanakan di 6 lokasi yang berbeda berdasarkan ketinggian tempat dan jenis tanah. Di Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan oleh Yoyo (dataran tinggi), Desa Cijambe, Kecamatan Paseh oleh Ana (dataran menengah), Desa Jembarwangi, Kecamatan Tomo, oleh Inta (dataran rendah), dan yang di Majalengka di Desa Gununglarang, kecamatan Bantarujeg oleh Jaja Permana (tanah lempung hitam), Desa Babakansari, Kec. Babakan sari oleh Jojo Sutarjo (tanah lempung putih), serta di Desa Mekarmulya, Kec. Lemahsugih, oleh Jojo Johari (tanah lempung merah).

   Tujuannya, kata Dudung untuk menghasilkan varietas tembakau berkadar nikotin rendah yang dapat dilepas sebagai benih tembakau yang unggul. Selain itu, menghasilkan varietas tembakau unggul lokal berkadar nikotin rendah yang dapat ditetapkan oleh SK Ditjebun atas nama Menteri Pertanian Republik Indonesia. “Agar jaminan ketersediaan benih tembakau yang unggul bermutu secara 6 tepat (varietas, mutu, waktu, jumlah, lokasi, dan harga),”kata Dudung.

Pengaruh pemupukan

   Kepala Bidang Produksi Perkebunan Yayan Cahya Permana menyebutkan, referensi varietas unggulan tembakau lokasi di Jawa Barat yang selama ini ditanam di Majalengka yaitu Rayud, Manohara, Jablay, Arumanis, Nani, Samporis, Bako Bodas, Maesan. Di Sumedang Nani, Si Onya . kabupaten Bandung Sono, Kedu Omas, Himar, Kenceh, Desep, Dongdot, Pengki, Kedu Lubang. “Nama-nama tembakau itu berdasarkan julukan umum oleh para petani setempat. Misalhnya, Manohara karena tinggi dan montok, Rayud karena mirip yang melorot, Jablay bentuknya agak panjang, dll.,”kata Yayan.

   Baik Dudung maupun Yayan senada menyebutkan, kebutuhan tembakau Jawa Barat kini bukan hanya lagi untuk merokok, tetapi sudah berkembang kepada kebutuhan lain, misalnya bahan baku cat, bahan pestisida, pembersih kaca mobil, dll.

   Disebutkan Balai Proteksi Tanaman Perkebunan Dede Wahyu, berbagai varietas unggulan lokal itu memiliki cita rasa khas masing-masing. “Untuk memunculkan karakter cita rasa sangat bergantung sejauh mana perlakuan pemupukan tanaman secra ramah lingkungan yang sesuai karakter masing-masing varietas tembakaunya,”kata Dede Wahyu. 

 

Sumber Harian Umum Pikiran Rakyat, Senin 22 Agustus 2016 Kolom Bisnis Halaman 18

TENTANG KAMI

BPTP Pasirjati Bandung Jawa Barat menjadi Unit Kerja yang memberikan pelayanan PRIMA kepada Masyarakat Perkebunan di bidang Operasional Perlindungan Tanaman Perkebunan

FOLLOW US
BRIGADE PROTEKSI TANAMAN PERKEBUNAN

Jalan Pasirjati Km 10 Ujungberung, Bandung, Jawa Barat

Telp / Fax 022-7804075
Email : bptp_disbun@yahoo.co.id