•    
  •    
  •    
  •    

IDENTIFIKASI OPT PADA TANAMAN KARET

21 April 2017 Dibaca: 376x

Identifikasi OPT dilaksanakan selain untuk mengetahui dan mengenal jenis-jenis  OPT penting yang menyerang pada tanaman perkebunan dan sebagai bahan referensi dalam menyampaikan informasi dasar untuk menentukan tindakan pengendalian yang akan dilaksanakan juga sebagai bahan evaluasi dalam rangka penyusunan rencana kegiatan dibidang perlindungan tanaman perkebunan.

Pengamatan dan pengambilan spesimen dilakukan dengan cara mengamati hama dan penyakit yang ada pada tanaman sampel. Apabila ditemukan hama maupun penyakit kemudian diidentifikasi dan disimpan dalam botol spesimen yang telah terisi cairan pengawet. Khusus untuk spesimen yang belum diketahui dengan pasti, maka spesimen tersebut akan diteliti lebih lanjut di laboratorium. Spesimen yang diambil selain dalam bentuk serangga juga daun yang terinfeksi penyakit dan bekas gejala serangan hama selanjutnya disimpan dalam plastik yang sudah disediakan sebelumnya untuk diidentifikasi lebih lanjut di laboratorium. Selanjutnya spesimen tersebut diawetkan sebagai koleksi. Dari hasil pengamatan dan pengambilan sampel dilapangan berdasarkan hasil identifikasi di laboratorium ternyata sampel specimen pada tanaman karet telah terserang penyakit Jamur Akar Putih (JAP).

Penyakit jamur akar putih disebabkan oleh jamur  Rigidoporus lignosus. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman karet, karena penyakit Jamur Akar Putih pada tanaman karet dapat menyebabkan kematian. Gejala serangan akan tampak pada tanaman karet terbentuk buah lebih awal, pada tanaman karet muda bertajuk tipis, daun berwarna hijau gelap, kusam dan keriput serta permukaan daun menelungkup. Apabila perakaran dibuka maka pada permukaan akar terdapat semacam benang-benang berwarna putih kekuningan dan pipih menyerupai akar rambut yang menempel kuat serta sulit dilepas. selanjutnya akar tanaman karet membusuk, lunak dan berwarna coklat.

Faktor penyebab terjadinya serangan penyakit jamur akar putih, diantaranya adalah pengaruh lingkungan kebun, iklim dan baik aspek penerapan teknologi budidaya tanaman maupun aspek penerapan teknologi Pengendalian Hama Terpadu belum dilaksanakan secara baik dan benar. Sedangkan penyebaran penyakit jamur akar putih dapat terjadi melalui kontak akar,

Teknis deteksi dini serangan penyakit jamur akan putih pada tanaman karet, antara lain:

  1. Pemberian mulsa/rumput pada leher akar tanaman karet yang diduga terserang penyakit jamur akar putih, setelah 2 - 3 minggu mulsa/rumput diangkat, bila tanaman karet tersebut terserang penyakit jamur akar putih, maka pada leher akar tanaman karet akan menempel benang-benang warna putih.
  2. Deteksi serangan penyakit jamur akar putih dilakukan pada saat awal dan akhir musim hujan, karena pada kondisi iklim seperti itu akan menyebabkan kelembaban menjadi tinggi dan serangan penyakit jamur akar putih akan lebih cepat berkembang.

Pengendalian serang penyakit Jamur Akar Putih, dengan cara :

  1. Serangan ringan, perakaran dibuka kemudian bagian akar yang busuk dipotong dan dibakar.
  2. Permukaan akar yang ditumbuhi jamur dikerok, bekas kerokan dan potongan diberi ter dan Izal kemudian seluruh permukaan akar dioles dengan fungisida. Setelah luka kering seluruh perakaran ditutup kembali.
  3. Apabila dalam 6 bulan dilihat masih tumbuh JAP maka pengerokan dan pengolesan diulang kembali.
  4. Membersihkan sisa-sisa tunggul dan akar tanaman lama di areal perkebunan karet kemudian dibawa ke luar areal pertanaman karet lalu dibakar.
  5. Bekas lubang dan 4 tanaman di sekitar di taburi dengan Trichoderma sp yang dicampur pupuk kandang sebanyak 200 gram per pohon.
  6. Menanam tanaman penutup tanah atau kacang-kacangan (LCC).
  7. Menanam tanaman antagonis seperti Sansivera sp, Zig zag, Lengkuas, Kunyit dan lain-lain.

Sumber : BPTP Disbun Jabar
Penulis : Diah A. Sithoresmi S