•    
  •    
  •    
  •    

GULA MERAH DARI NIRA KELAPA

14 Juli 2017 Dibaca: 381x

Tanaman kelapa termasuk dalam family Palmae, tanaman ini dikenal sebagai tanaman kehidupan karena semua bagian tubuhnya bermanfaat. Yang paling terkenal dari tanaman ini khususnya bagi ibu rumah tangga adalah minyak kelapa yang dihasilkan dari daging buah kelapa yang sudah tua.  Selain itu yang banyak dicari para ibu-ibu adalah gula merah yang merupakan produk turunan dari nira kelapa.

Setiap orang pasti mengenal yang namanya gula merah sebab panganan yang satu ini sangat diminati dan melambung tinggi harganya pada saat menjelang dan selama bulan ramadhan. Pasalnya produk ini berfungsi sebagai  pemanis makanan untuk menemani berbuka puasa. Gula merah ada yang terbuat dari nira pohon aren, ada yang dari nira pohon kelapa dan ada juga yang terbuat dari air tebu. Pada prinsipnya proses pengolahan air nira menjadi gula merah hampir sama dari ke tiga jenis komoditas perkebunan tersebut.   

Gula kelapa kebanyakan diperdagangkan dalam bentuk bongkahan padat dengan bangun geometri yang bervariasi tergantung tempat mencetak yang digunakan pada saat pembuatannya. Sejauh ini tahukah anda bagaimana proses pengolahan air nira kelapa menjadi gula merah siap konsumsi..? Mari simak  tahapan berikut;

Pengambilan Nira

  • Kelapa siap diambil nira setelah berumur 8 tahun, (umur 4 tahun untuk  kelapa hybrid).    
  • Bisa disadap niranya jika telah menghasilkan 3 tandan bunga yang baru membuka dan tandan yang termuda sudah mencapai 20 cm panjangnya. Nira dapat diambil  dari tandan yang seludangnya belum mekar dengan cara memukul mukul tangkai bunga secara perlahan-lahan, lalu setelah 3-4 hari baru boleh disadap agar memudahkan keluarnya nira.
  • Seludang dibalut dengan tali dari ujung ke bagian pangkalnya agar tidak mekar, mayang tersebut di rundukkan parlahan-lahan hingga membentuk sudut 60° dengan garis vertikal dan diikat agar tetap pada posisi tersebut.
  • Mayang yang mau disadap dipotong ujungnya ± 10 cm dengan pisau tajam
  • Kira-kira seminggu kemudian niranya sudah akan keluar
  • Agar niranya tidak asam, kotorannya mengendap dan gulanya nanti berwarna kuning muda kedalam wadahnya perlu diberi 1 sendok makan kapur sirih atau larutan Na-bisulfit secukupnya (1 sendok Nabisulfit dalam 2 liter air).
  • Penyadapan dilakukan pagi sebelum pukul 08.00 dan sore setelah pukul 16.00
  • Sebelum wadah dipasang kembali untuk penderesan berikutnya, mayang dipotong sedikit dengan sekali sentuhan agar bisa melancarkan keluarnya nira

  • Setiap mayang dapat diambil niranya selama ± 40 hari, pagi dan sore hari
  • Satu pohon kelapa normalnya menghasilkan 3-10 liter nira.
  • Nira yang baik bercirikan masih segar, rasa manis, harum, tidak berwarna dan derajat keasaman (pH)nya antara 6,0 - 7,0
  • Nira yang jelek pHnya >6,0 dan bila digunakan, mutu gulanya akan jelek.

Alat dan Bahan Pengolahan Nira  

Peralatan :

wajan besi/aluminium, kain saving, ember/baskom, serok, cetakan dan tungku/kompor.

Bahan-bahan :

Nira kelapa, irisan batang nangka atau irisan buah papaya muda, kapur sirih atau larutan Na-bisulfit

Cara Mengolah:

  • Nira terlebih dahulu disaring, kemudian dimasukkan kedalam wajan/panci
  • Nira dimasak dengan panas yang konstan pakai bahan bakar kayu/seresah atau bahan bakar lainnya, lama pemasakan tergantung jumlah nira yang dimasak.

  • ± 15 menit sebelum gulanya masak diberi 1 cc santan (1 butir kelapa parutan dicampur 100 cc air)
  • nira yang telah mengental diaduk cepat dengan arah memutar
  • jika telah mengental dan berwarna kemerahan dituang kedalam cetakan.

  • Kira-kira 10 menit kemudian cairannya sudah padat, artinya proses pembuatan nira menjadi gula merah telah selesai.

Selamat mencoba dan ingat selalu, untuk keamanan pangan dan kesehatan konsumen jangan menggunakan bahan pengawet yang berbahaya, gunakanlah bahan alami sebagai pengawet dan penguat warna.

 

 


Sumber : Disbun Jabar
Penulis : Siti Purnama